
***
Sheryl tersenyum geli, ia sekarang merasa lebih tenang. Dia sadar bahwa apapun yang terjadi hanya ada Nathan di hati nya, cinta yang begitu besar melahirkan kepercayaan yang begitu besar pula.
"Yah, gue percaya deh" sahut nya melahap nasih goreng di hadapan nya.
***
"Ngapain ngajak gue ke sini? " tanya Nathan langsung to the point.
Yah tepat setelah mereka sampai di halaman belakang. Nathan tak suka membuang waktu dengan perempuan lain selain Sheryl. Ia langsung masuk ke topik pembicaraan tanpa basa - basi lagi.
"Kak, duduk dulu" pinta Lisa, ia sudah duduk di bangku putih yang tersedia di sana. Dia mengibaskan tangan nya meminta Nathan untuk Duduk.
Nathan tersenyum miring, ia saat ini sudah membaca jelas maksdu Lisa.
"langsung aja, gue gak suka lama - lama sama cewek kecuali Sheryl "
Deg.
Ucapan Nathan kali ini sukses menampar keras wajah Lisa. Dia telah kalah malu, Nathan sudah mengetahui niat nya. Namun, nama Sheryl yang Nathan ucapkan membangkit kan kobaran api di hati nya.
"Lisa ajak kakak ke sini karna Lisa mau nanya - nanya soal sekolah kita, sekalian Lisa mau kakak ajak keliling Lisa. Bisa kan kak" Lirih Lisa menatap nanar Nathan yang tengah berdiri di hadapan nya. Bagai mimpi, Lisa bisa berdua berbincang dengan Nathan.
"Gak bisa" sahut Nathan singkat, ia menatap remeh Lisa dari ujung kaki hingga ujung kepala.
"Kenapa gak bisa kak? Kakak kan osis? "
"Gue bilang gue gak bisa. Cari yang lain"
"yah, kakak kenapa gak bisa?! "
"Karna gue gak mau buat cewek gue cemburu. Dan gak mau hubungan gue hancur, cuma karna lo" pekik halus Nathan. Nathan si lambe turah kalo mencibir emang potensi nya luar biasa.
Rasanya bagai di gigiti oleh jutaan semut, Lisa diam bergetar, ia menahan emosi nya. Hati nya hancur, harapan nya juga. Ia selalu berpikir Nathan akan bersama nya jika dia terus berusaha. Dengan mengandal kan cinta nya yang begitu besar, ia berharap hati Nathan akan luluh. Namun, hasil nya??
"emmm, minta WA boleh gak kak? Cuma mau silahturahmi aja kok kak" pinta nya.
"Haha, lo kira gue begok. Lo Kira gue sama kayak cowok yang lain nya. Gue kasih tau ke elo yah, Gue Nathan Arkasa putra tunggal keluarga Arkasa, calon suami Sheryl Wijaya. Lo sampai kapan pun, dengan cara apapun, sebesar apapun lo suka ke gue. Gue bakal tetep cinta nya ke Sheryl. Gue saranin lo mundur teratur " peringat Nathan, ia meninggalkan Lisa dalam kehampaan nya. Ucapan nya menjadi tamparan keras untuk Lisa.
Tubuh nya bergetar menahan luapan amarah yang kian membara. Ribuan jarum serasa menusuk hati nya secara bersamaan.
"Sheryl Wijaya! Nathan Arkasa! Gue bakal hancurin hubungan kalian.. Kalau gue Lisa Vinanta gak bisa dapetin lo Nathan, jangan harap Sheryl juga bisa! Enggak ada siapapun yang bisa bersanding sama lo kecuali gue Lisa Vinanta! Kalo lo gak bisa gue dapetin, lebih baik lo gue hancurin! Nathan Arkasa!" geram Lisa, ia mencengkram erat - erat bangku taman itu.
***
Sheryl diam, dia mengacuh kan Nathan dan hanya sibuk dengan soal bahasa inggris nya.
"Sayang, please jangan marah, ku bisa gila" celoteh Nathan.
"makanya Nat, kalau udah punya cewek itu tingkat selingkuh nya di kurangin kayak gue. Ha, kan jadi nya gini. Cek... " sambar Andri, yang niat nya emang memperkeruh suasana. Yah maklum, hobi nya Andri.
"Calon nih. Hayoo lo Nat, lo sih lo nyosor si Lisa depan Sheryl, kelewatan lo" tambah Agung semakin memperkeruh nya.
"Shy, Sumpah demi kegantengan gue yang udah di akui kesatuan Mars, dan Kegantengan ini yang akan mengukir sejarah legenda manusia tertampan. Sumpah demi itu semua, Gue cuma cinta dan sayang ke elo. Tadi si Lisa minta gue temenin dia buat keliling sekolah" jelas Nathan, dia menarik napas nya, terlalu panjang berbicara membuat nya bisa mati kehabisan napas.
Sheryl menoleh, menatap intens cowok yang tengah tersengal napas nya sendiri.
"Wittss, Gue sebagai cowok yang tulus dengan sedikit modus nolak dia Shy, serius deh, yakin ke gue" tambah Nathan lagi memegang erat tangan Sheryl. Sheryl hanya diam, ia benar tak berniat menggubris Nathan. Ekspresi dingin nya ini mampu membuat Nathan keringat panas dingin.
Hahah... Ya ampun, Nat please jangan gitu lagi. Gue gak bisa nahan tawa entar
Batin Sheryl, di balik wajah dingin nya ada sorakan tawa di sana yang ia sembunyi kan rapat akurat.
"Nathan Selingkuh Sheryl pun mengacuh!" celetuk Regata.
Bukhhh
Plakkk
Takkk
Tiga kali pukulan beruntun dari Nathan untuk Andri, Agung, dan Regata secara bergantian. Itu hadiah yang Nathan berikan karna ucapan kompor ketiga sahabat nya.
"Bro, kita cowok, punya mulut tuh jangan lemes amat, kesatuan Lambe Turah lagi penuh. Simpen dulu tuh jiwa provokator" peringat Nathan, menatap sinis tajam ketiga sahabat nya, yang sudah habis lesu oleh pukulan nya. Cowok jangan punya mulut lemes, nah Mulut si Nathan apa nama nya dong?
***
Ayooo tinggal kan jejak yah
Silaj like, komen
Dan Vote dong, biar Author makim semangat.
Pengen juga masuk rangking Vote sepuluh besar.
Nathan : Vote 10 besar, mimpi sono di kali!!