
***
"Brengsek kau bocah tengik!! Kau kira kau siapa berani mempermainkan presdir Wijaya Group!! " bentak kakek kesal.
"oh apa anda lupa?? Saya keturunan tunggal Arkasa grup. Kenapa saya harus takut?!! Haha!! Jangan salahkan aku, salahkan dirimu sendiri. Siapapun yang berani menghalangi hubungan ku dan Sheryl jangan harap bisa hidup lama!! " aura mencekam sudah hadir akibat Nathan. Tekanan udara terasa amat sangat berat.
"kurang ajar!! Bocah sialan!! "
"maki lah sesuka mu, aku pergi dulu kakek wijaya tercinta ku~" ucap Nathan melenggang pergi.
Tatapan mata yang tajam, menyusuri dan mengamati ruangan redup itu. Namun, di matanya juga terlihat aura kesedihan. Kekecewaan mendalam, dia yang awalnya yakin sekali Nathan adalah orang yang baik, tapi nyatanya tidak lebih tinggi dari sampah.
Kakek Wijaya sudah menganggap Nathan sebagai cucu nya sendiri. Di pejam kan nya matanya, terduduk lemas, nyut nyutan rasa Dahinya.
Krssskkk!! Skhhhh!! Skrhhhh!!
Suara desiran itu terus terdengar. Meningkatakan tingkat kewaspadaan kakek Wijaya. Matanya terus terarah pada jendela, kibasan tirai yang bergerak karna angin.
"Happy birth day to you!! Happy birth day kakek, selamat ulang tahun kakek yang ke 67 tahun!! "
Teriakan itu datang dari segala arah, ternyata dua keluarga besar di sana berkumpul. Pandangan kakek jatuh pada gadis mungil di hadapan nya, terlihat wajahnya sedikit kuning karna cahaya lilin, bersama cowok tengil itu mengangkat kue coklat brownis.
Ctkkk! Seketika lampu di sana terang, yang awalnya di kira sarang laba-laba, ternyata adalah hiasan. Indah ruangan itu, banyak sekali hiasan yang bertebaran di sana.
Prok! Prok! Dua kali tepukan tangan dari Rei, sebagai aba aba masuk nya para pelayan yang mengantar banyak sekali makanan lezat.
"hehe, maaf kek, maafin Nathan" ujar Nathan melepaskan ikatan di tangan kakek.
"Dasar Kau bocah tengik!! " teriak kakek mengangkat tangan nya. Nathan sudah bersiap menghindar, ternyata bukan memukul, kakek malah memeluk erat Nathan. Senyuman tipis terlukis di wajah Nathan.
"Aish.. Kakek ini, cucu sendiri di lupakan" celetuk Sheryl yang membuat kakek melepaskan pelukan nya.
"Kalian ini bener - bener.. Bisa - bisanya kepikiran buat lakuin hal ini" keluh kakek.
"jangan tanya Rei kek, ini semua idenya Sheryl sama Nathan" sambung Rei mengangkat kedua bahunya, merasa tidak tahu menahu akan apa yang terjadi.
"Selamat Ulang Tahun kek yang ke 67. Semoga panjang umur sehat selalu dan di berikan ketenangan hati oleh Allah" Doa Sheryl memeluk kakek nya itu.
"makasih yah cucu kakek yang paling kakek sayang"
"Selamat ulang tahun kek, intinya yang terbaik aja deh. Satu lagi, panjang umur, biar bisa nimang cicit" sambung Nathan sangat santai.
Ucapan ini sukses membuat Nathan mendapat timpukan dari Sheryl.
Banyak sekali doa yang mereka layangkan pada kakek, sebelum akhirnya kue coklat brownies itu terpotong. Sesi suap menyuap, dan pelukan hangat untuk kakek wijaya sudah terlaksana.
"Kakek, mulai dari sekarang memberikan restu sama Nathan dan Sheryl. Dan mulai hari ini mereka resmi pacaran " ucapan kakek ini tentu mendatangkan raut wajah suka ria pada semua orang.
"Aiyessss!! Akhirnya dapat juga! Tinggal nunggu restu Rei, we go to pelaminan! " teriak Nathan yang merasa amat senang. Kayak Cewek yang lagi dapet Coklat dari doi nya.
Malam itu menjadi salah satu malam yang sangat berarti bagi kakek, dia menemukan kebahagiaan baru nya.
"ini keluarga ku! Yang menyakitinya akan hilang selamanya! " batin Rei menatap kumpulan keluarga itu.
***
"Harus aman dan selamat yah! Kalau gak, he... Lo tau akibatnya!" ancaman Nathan itu terdengar mengerikan.
Tanpa mengatakn sepatah kata pun Rei menutup telpon nya, menuruni tangga dengan kaki jenjang nya. Dengan stelan Rapi, rambut yang tertata Rapi, dan dasi abu abu yang mengganntung, membuatnya kelihatan amat sangat tampan.
"Shy.. Udah selesai sarapan nya?? Berangkat yuk" ajak Reihan yang duduk di ruang tamu, menunggu adik kecil nya bersiap.
"eh, gue bareng Nathan kak" sanggah Sheryl memakai jam hitam miliknya.
"Nathan gak jemput, udah kakak suruh gak perlu jemput. Pergi bareng kakak aja"
"Ohh, yah udah deh. Lagian kakak udah mau lulus, biar pernah deh jalan bareng kakak"
Kedua kakak beradik ini keluar menaiki mobil abu abu sport milik Rei.
"Punya Rencana apa nih, kakakku tercinta?? " tanya Sheryl di pintu mobil yang sepertinya tau akan maksud Rei.
"memang adek gue, paham aja kalo kakak nya ini ada rencana dan maksud"
"jadi rencana kakak apa?? "
"yang terbaik untuk lo~"
"serah kakak deh" ujar Sheryl masuk ke mobil, di ikuti Rei yang tersenyum tipis.
Hanya butuh waktu setengah jam untuk mereka sampai di sekolah, seperti yang di duga Gosipan dari kumpulan cewek kurang kerjaan menyambut Sheryl yang turun dari mobil Rei.
Tatapan tajam ala membunuh sudah kembali mereka tujukan pada Rei. Sheryl sih masih bodoamat.
Rei tiba tiba merangkul Sheryl menyulut emosi para fans Rei. Bahkan Pangeran Rei yang terkenal dingin dan arogan ini, malah tersenyum hangat ke arah Sheryl mengundang para Fens Rei Ngumpat surapat, cacian dan makian sudah membuat mulut mereka berbusa. Tiba - tiba ada seorang perempuan ingin menampar Sheryl. Tentu saja di hentikan oleh Rei, dengan kasar Rei mendorong perempuan itu.
"Kurang ajar lo Sheryl! Cewek murahan! Apa gak cukup si Nathan buat lo! Dan lo masih mau deketin Rei lagi! Gila lo yah! " teriak perempuan itu.
Dia adalah Tania Gureza, putri sulung keluarga Gureza. Sudah menjadi rahasia umum dia menyukai Reihan. Bahkan, sering melakukan trik murahan agar mendapat perhatian Rei.
"Perempuan sialan!! Lo masih berani terang - terangan deketin Rei, saat semua orang tau lo pacaran sama Nathan! Lo beneran gak tahu malu!" tambah Tania bangkit berdiri.
"Cukup!! Satu kata lagi, lo hina Sheryl, gue Reihan Wijaya bakal pastiin Kekuarga Gureza bakal hilang sirna dari indonesia, mau coba? " ancam Rei menekan tangan Tania sangat kasar. ( Author : duh, jangan di sentuh tuh tangan Rei, ntar kena virus, gue juga gak ikhlas lo disentuh cewek kaya gitu)
"udah lah, jangan kasar. Bagaimana pun dia adalah cewek. Kasar sama cewek, gak baik loh~ " ujar Sheryl menepuk pundak Rei melenggang berjalan pergi.
"ingat!! Dari kalian semua, gak ada yang boleh ganggu Sheryl. Gue gak bakal kasih ampun kalo kalian masih ganggu dia!! " ancam Rei pada seluruh orang yang ada di sana dan berjalan pergi meninggalkan para tukang gosip itu.
***
Ayoo like, komen and vote yah
Jangan lupa follow juga