My Special Class

My Special Class
(S2) Episode 13



Ayoo. Tinggalkan jejak kalian yah


Silah like dan komen


Please vote juga, biar Author makin semangat up banyak episode...


Dan jangan lupa follow yah, singgah jugak yuk di cerita aku yang lain.


***


"pergi kemana?! " kali ini Sheryl menyahuti, meski kedengaran nya malas dan gak berminat.


"ke Medan. Ada urusan"


"Berapa lama? "


"mungkin seminggu sih"


Entah lah, tapi Sheryl merasa ada yang aneh di hati nya. Ia merasa tak rela jika Nathan pergi jauh dari nya.


***


"Assalamualaikum mah, mama... Mama!!" seru Nathan yang masuk dari pintu utama keluarga Arkasa itu.


"Apa sih Nat, berisik banget. Kayak kaleng rombeng. Mama kamu lagi masak tu di dapur" sahut Ayah nya, yang sedang menatap intens layar laptop nya.


"Mama mana pa? " tanya Nathan melemparkan tas nya di sofa. Di susul dengan badan kekarnya.


" Di sini nak, apa sih? Kok berisik banget" tanya Aryani yang baru datang, membawa nampan berisi gorengan.


"weeii... Gorengan nih, bagi yah mah" pinta Nathan, mengambil gorengan nya. Tampak ia melempar - lemparkan gorengan nya ke kedua tangan nya secara bergantian. Pasal nya, gorengan itu masih panas.


"nih mama kamu, tadi nyari" celetuk Herman masih menatap intens layar laptop nya.


"Oh itu... Oh yah mah, mama dapat surat dari sekolah Nathan.. Papa juga dapet. Bentar yah" sahut Nathan merogoh tas nya.


Aryani dan Herman hanya saling bertatap bingung, entah apa maksud putra tunggal mereka ini. Mungkin itulah artindari ekspresi melongo mereka.


"Nah, ini yang Amplop coklat buat papa. Yang amplop blackpink buat mamah. Buka nya nanti yah, nunggu Nathan ke kamar"


Nathah memberikan Amplop Coklat pada Papah nya dan memberikan Amplop hitam berhias pita untuk mama nya. Dengan bingung,  kedua orang Tua Nathan hanya bisa menerima Amplop dari putra nya itu.


"Satu... Dua..." Gumam Nathan di depan pintu kamar nya.


"Nathan Arkasa!! Kemari kamu!! Turun sekarang!! " Terdengar tiba - tiba suara Herman yang tersulut emosi dari lantai bawah.


"Tiga!! "


Dengan cepat Nathan masuk ke kamar nya, mengunci rapat akurat pintu nya.


***


"Akhhh... Akhir nya Selesai juga tuh pidato sejarah nya papah.. Pegel juga nih leher. Untung muka gue ganteng, jadi gak di tonjok deh" Gerutu Nathan, di mobil Sporty milik nya.


Lisa Vinanta yah? Mau jadi benalu dalam hubungan gue. Haha, menarik.


Batin Nathan menyeringai di balik kaca hitam mobil nya.


Sesaat setelah Nathan turun dari mobil nya, ada seoranv gadis yang menghampiri nya, yah dia adalah Lisa. Belum sempat Nathan berbicara apapun, Lisa sudah menarik tangan Nathan lebih dulu.


"Ke mana?!! " pekik Nathan, melepas genggaman Lisa.


"Ke Kelas aku kak, ada yang pengen aku omongin" sahut nya berjalan begitu saja. Nathan menaikkan sebelah alis nya. Ia tau jelas tipe wanita apa Lisa ini. Namun, Nathan merasa ingin ikut ke permainan bocah ini. Ia langsung mengikuti langkah Lisa.


"Udah di kelas lo, lo mau ngomong apa?!" pekik Nathan di depan pintu, menatap intens Lisa yang ada di dalam kelas.


"Belum masuk kelas kak, kakak masih dil luar. Duduk di sini dulu" sahut Lisa, ia duduk di bangku tempat biasanya dia duduk.


Nathan hanya menggedik kan bahunya. Ia masuk ke kelas dan duduk berjarak 2 Meter dari Lisa.


"Kak, jangan jauh lah" rengek Lisa manja.


"Kalau mau ngomong jarak segini. Gak mau, gue pulang" sahut Nathan santai.


Lisa menghela napas panjang, ia mengikuti permintaan Nathan kali ini.


"Jadi gini kak, aku mau bilang sekali lagi. Aku suka sama kakak. Kakak ngertiin lah. Kakak adalah orang pertama yang aku sukai" seru Lisa, ia berharap kali ini Nathan luluh pada nya.


"oh? " sahut Nathan singkat dan jelas.


Lisa menghela napas berat lagi. Sebelum akhir nya ia melanjutkan cerita nya.


"Kak, Bisa gak kasih aku kesempatan. Dulu, aku gak percaya yang namanya cinta. Tapi enggak tahu kenapa, waktu pertama kali liat kakak itu Jantung aku berdegub kencang. Kak, boleh yah kasih aku kesempatan, bersaing sama kak Sheryl secara sehat " pinta Lisa, ia berjalan ke arah Nathan. Bergelayut di bahunya.


"lo kira lo ngomong gini gue bakal luluh. Bahkan, sampai lo bunuh diri karna gue, gue jugak gak perduli. Apa lo bilang, bermain secara Sehat?! Lo kira lo pantas di sandingkan sama Sheryl?! Ngaca lo sana! Sadar diri itu penting" Pekik Nathan. Baru kali ini ia berbicara panjang lebar dengan Lisa. Nathan menatap tajam Lisa, dengan makna bahwa Lisa harus segera menjauh.


Kak Nathan kasar, tapi.. Kak Nathan sekarang udah ngomong panjang lebar sama gue. Hehe


Batin Lisa, dirinya sendiri merasakan perasaan Sesak dan bahagia secara bersamaan.


Brakkk


Tampak pintu itu di buka kasar oleh seseorang, yah dia adalah Sheryl.


Melihat sosok tambatan hati nya ada di depan pintu, Nathan langsung menepis Lisa dan menghampiri Sheryl.


Entah apa yang ada dalam pikiran Sheryl. Tatapan nya itu serasa menusuk.


"Shy, sumpah demi kegantengan gue yang melegenda. Gue gak ngapa - ngapain sama tuh cewek. Kalo gue bohong gue jelek, lo tau kan Shy gua sayang banget sama kegantengan gue ini. Jadi gue gak mungkin lah bohong" Celoteh Nathan yang sudah berdiri di hadapan Sheryl.


***


Tinggalkan jejak yah.