My Special Class

My Special Class
(S2) Episode 49



***


"Kamu selalu bilang Aku beruntung karna di cintai Farhan. Jika memang begitu, aku rela melepaskan keberuntungan itu.  Dan Bahkan jika di cintai oleh Nathan adalah sebuah kesialan.  Maka aku juga Rela terjun bersama nya,  ke lubang yang di sebut kesialan itu. Kamu tau Apa itu cinta,  kan? " Pekik Halus Sheryl lagi,  matanya benar - benar hampa tanpa Makna.


Sekali lagi Syafa terkesiap.. Ia tertegun. Sekarang Syafa baru menyadari Apa Arti Cinta Sejati itu. Ia selama ini keliru. Bukan hanya Syafa,  beberapa pelayan wanita di sana ikut terkesiap mendengar penuturan Sheryl.


"Cinta yah?  Anda Luar biasa Nona muda.  Seandainya saya dulu bertemu dengan Anda lebih dulu,  dan bukan Tuan Farhan.  Mungkin saat ini saya akan menjadi pelayan setia anda" Kata Syafa. "Saya tarik kembali kata - kata Saya, tentang Anda beruntung karna mendapatkan Cinta Tuan Muda Farhan. Saya salah,  Cowok bernama Nathan lah yang paling beruntung, karna di cintai oleh anda" Kata Syafa lagi,  kali ini ia membantu Sheryl berdiri. 


"Nona Muda,  saya Akan membantu Anda untuk pergi dark sini.  Dan menemui Nathan.  Semoga kalian bahagia,  hiduplah bahagia. Ini kunci Beberapa pintu,  anda coba saja semuanya" Seru Syafa yang menang Notabane nya Kepala Pelayan Perempuan.


Sheryl tersenyum Sumringah,  dengan cepat  mengambil Segerombol kunci dari Tangan Syafa.


"Tarik,  Cambuk,  Kurung semua pelayan yang ada di sini!! " Titah Pria itu.  Yah Ken,  Ken yang baru datang dari pintu.


"Enggak!  Apa yang kau lakukan.  Syafa tidak bersalah!! " Protes Sheryl kasar.


"Apa menurut Anda Mengkhianati Tuan Farhan bukan kesalahan?" Sinis Ken. "Kurung mereka semua,  dan Cambuk semuanya.  Itu hukuman bagi mereka yang berkhianat" titah Ken lagi.  Segera beberap orang berbaju serba hitam menarik Syafa dan Rekan - rekan nya.


"Maaf Nona.  Saya terlambat, " lirih Syafa mengikuti langkah Pria berserba Hitam itu.


"Enggak!  Syafa!!"


"Kalian berdua,  Bawa Nona muda turun" titah Ken pada Tiga pelayan Wanita di sebelah nya.


***


Selama perjalanan menuruni tangga,  Sheryl selalu meronta. Sebisa mungkin melawan,  namun hasilnya Nihil.  Ia terlalu lemah untuk melawan tiga orang itu.


"Enggak!!  Enggak!!  Aku enggak mau nikah sama kamu!! " Sentak Sheryl langsung, saat ia sudah menatap Farhan yang berdiri anggun di bawah.


"Mau tidak Mau!  Suka tidak suka,  kamu tetap menikah dengan saya" sahut Farhan santai,  meminum anggur ungu di tangan nya.


"Kamu Gila!  Aku enggak mau nikah sama kamu!! "


Sheryl melihat sekitar.  Tak ada Aisyah di sana.


"Mencari Aisyah? " pekik Farhan sangat tau dari gelagat Sheryl. "Tenang saja,  dia saya kurung di ruang gelap. Takut nya jika dia di sini.  Kamu dan Dia bisa gila"


"Kamu apakan Kak Aisyah?!!  Kamu Gila!  Apa kamu enggak puas udah bunuh papah aku?!!"


"Enggak!  Aku enggak akan biarin kamu nyakitin keluarga aku!! "


"Bagus,  kalau begitu menikah lah dengan saya.  Maka saya tidak akan membunuh keluarga Kamu. Jadilah istri yang penurut " Ancam Farhan santai.


"Silahkan Nona muda tanda tangani surat ini" Sambar Ken ken menyodorkan sebuah Dokumen dan Pulpen pada Sheryl.


Gadis mungil itu diam,  tubuh nya bergetar.  Ia bingung,  bahkan sangat bingung.


"Jangan di tanda tangani Shy!!! " Teriak Seseorang dari Lantai Atas.


"Kak Aisyah!! " Seru Sheryl,  dia bahagia dan sedikit tenang melihat Aisyah.  Namun kebahagiaan itu sirna tatkala Aisyah sudah turun tangga.  Dengan banyak luka ringan, juga Baju yang kumuh dan lusuh.


"Kak Farhan!!  Kakak enggak bisa maksa Sheryl! Kakak juga enggak bisa menbantai habis keluarga Wijaya.  Papah Reyza enggak pernah niat bunuh Kakak!  Bahkan Papah Reyza yang nolongin kakak!! Bukan papah Reyza yang terlibat dalam Konspirasi hancurnya keluarga Ardinanta!  Kak ini salah Paham!!" Teriak Aisyah sekeras mungkin,  berharao teriakan keras nya dapat membuka hati Kakak nya ini.


"Wijaya atau bukan.  Kakak tetap ingin menghabisi seluruh keluarga Wijaya kalau Sheryl tidak ingin menikah dengan kakak. Tapi semuanya akan berubah, jika Sheryl ingin menikah dengan kakak.  Pilihan nya ada di tangan Sheryl sendiri. Bukan kakak, jangan paksa " sahut Farhan,  ia mulai emosi dan muak dengan celotehan adik kecil nya ini.


"Rei itu suami Aisyah!  Suami Sah!  Kakak mau lihat Aisyah jadi janda!! " pekik Asiyah tak habis pikir dengan jalan pikir kakak nya ini.


"Jadi Janda masih ada Ken yang akan nikahin kamu. Semuanya sudah kakak atur dengan baik,  semuanya akan baik - baik saja kalau Sheryl mau menikah dengan kakak."


Bukhhhh


Farhan terjatuh tersungkur ke lantai,  itu di sebabkan oleh seseorang serba hitam yang lompat dan menendang nya dari lantai atas.


"Pala lo nikah!  Enak aja lo mau nikahin binik gue,  Calon mamah nya anak - anak gue lagi yang cantik nya limited edition. Lo mending cari orang lain deh,  buat di jadiin binik. " Seru orang serba Hitam itu,  membuka Topi dan masker nya.


"Nathan!!" Teriak Sheryl yang langsung memeluk Tubuh jangkung cowok nya itu.


Farhan yang jatuh tersungkur,  perlahan bangkit berdiri,  menatap Nathan dengan sorot mata membunuh.


"Apa lo liat - liat?  Iri? Pengen juga? Gue saranin lo cari binik baru deh.  Enggak usah tanyak kenapa? Jawaban nya simpel,  gue sama Sheryl emang di takdirin bersama.  Kalo lo gak percaya tanya aja sana sama malaikat maut. Okeh gue bantu kirim lo ke sana deh" celetuk Nathan santai,  bagai tak ada beban.  Masih dengan mendekap erat gadis manis nya.


***


Next?


Kurang greget?