
Yooo
TinggalKan jejak yah,
Silah tinggal like, and komen. Juga Vote yah.
Oh iyah, silah follow juga.
Kalau komenan banyak Author up lagi. Hehe
***
"Oh? Jadi Kakak gak mau kasih kak Nathan ke aku?! Oke! Aku bakal lompat dari atas atap gedung ini. Dan cuma Ada kakak di atas gedung ini, dan siapa yang di tuduh sebagai pembunuh?! Haha! Tentu Kamu SHERYL WIJAYA!!" ancam Lisa, dirinya sudah bersiap untuk melompat dari atas atap gedung sekolah itu.
Sheryl tertegun, dirinya diam membeku. Tak tahu apa yang harus dilakukan nya. Dia sangat mencintai Nathan, tidak mungkin bagi nya untuk memberikan Nathan pada orang lain, apa lagi itu Lisa, gadis gila yang malang.
Tapi, Jika dia tidak memberikan Nathan, maka gadis di hadapan nya ini akan langsung terjun.
"Kenapa diam?! Takut?! Haha, kak Sheryl. Sekarang pikirkan, kakak mau aku lompat atau kakak, kasihin kak Nathan ke aku!! Pilih yang mana?! " Ancam Lisa dengan keras.
"Lo jangan gila Lisa! Gue gak akan kasih Nathan ke siapapun termasuk elo! " sahut Sheryl tak kalah keras.
"Haha! Oke, kalau itu pilihan kakak, siap - siap mendekap dalam penjara seumur hidup. Dengan kasus pembunuhan!!"
"Oh yah? Lo mending putar badan, liat di sudut kiri sana di atas pintu yang kita lewati tadi "
Lisa membalikkan badan nya, menatap tempat yang di sebutkan Sheryl. Tampak sebuah CCTV ada di sana. Dan semua kejadian nya tentu terekam oleh CCTV itu.
"Sorry ngecewain lo. Nih sekolah elit, bukan sekolah abal - abal" pekik halus Sheryl, menatap menang ke arah Lisa.
"Haha!! Lo, Kira lo bebas! Meski lo gak bunuh gue, tapi lo yang berdiam diri waktu gue lompat. Bukan kah, nanti Kak Sheryl di cap sebagai iblis yang kejam?!"
"Terserah sih lo mau lakuin apa. Gue mau balik, lo mending pertimbangkan Keputusan lo deh. Sebelum lo terjun ke sana. Lo lumayan cantik, dari keluarga kelas Atas. Banyak cowok yang mau sama lo. Kenapa mesti ambil cowok yang udah punya orang lain "
"Karna cuma Kak Nathan yang buat hati aku berdegub kencang. Aku sadar kehidupan aku cuma buat Kak Nathan. Kalau kak Nathan gak bisa sama aku, untuk apa aku hidup?! "
"Pikir Aja sendiri. I Don't care. Kalo lo mau lompat, yah lompat aja. Soal bersihin nama?! Gue putri bungsu keluarga Wijaya. Jadi itu hal mudah bagi gue. Lo mau lakuin apa yah bodoamat. Intinya, gue gak bakal kasih Nathan ke siapapun. Termasuk lo!! Meski apapun yang lo lakuin!! Camkan itu!! " sahut Sheryl santai membalikkan badan nya, menuju pintu itu.
Ya Allah, lindungi lah anak itu. Sadar kan dia dari kebucinan nya. Semoga kata - kata Aku berpengaruh oleh nya, Ya Allah. Maaf kan aku Ya Allah. Ampuni aku yang gak bisa ngelepasin Nathan.
Batin Sheryl, hati nya berdegub begitu kencang. Ini adalah tindakan pertama nya yang mengambil Resiko. Tapi, hanya ini yang bisa dia lakukan. Karna tak mungkin baginya untuk melepaskan Nathan yang adalah cahaya hidup nya.
"Jadi gitu yah, Jadi.. Emang kakak begitu Mencintai kak Nathan. Jadi cinta kakak sebesar itu yah. Haha.. Hari ini aku ngaku kak. Aku, Lisa Vinanta mengakui Cinta kakak lebih besar dari cinta ku. Tapi,,, walau begitu kak Nathan tetap lah orang pertama yang aku cintai!! dan akan selalu begitu selamanya" lirih Lisa yang masih kekeh akan obsesi nya. Dirinya menghembuskan Napas panjang.
Berhasil! Makasih Ya Allah
Batin Sheryl menoleh ke belakang. Tampak Lisa sudah bersiap melompat. Sheryl berusaha sekuat tenaga nya, bahkan sampai kaki nya terkilir.
Wushhhhh
Lisa melompat, dengan cepat Sheryl menggenggam pergelangan tangan Lisa. Dengan sekuat tenaga menahan gar Lisa tidak jatuh. Gadis mungil itu bertumpu pada dinding pinggiran atap setinggi pinggang itu. Dengan menahan sakit dari kaki nya yang terkilir.
Keringat telah bercucuran dari Wajah Sheryl. Tampak dirinya benar - benar berusaha menyelamatkan Lisa.
"Udah lah kak Sheryl, nggak usah munafik. Lepasin aja aku, kan kalo nggak ada aku, kalian bisa hidup bahagia. Kepergian aku adalah kebahagiaan kalian kan? " lirih Lisa, dirinya masih berusaha melepas genggaman Sheryl.
"Terserah lo mau berpikir apa. Tapi, gue gak bakal lepasin tangan lo. Lo ini pengecut!! lo pecundang! Lo Udah nyerah sama kehidupan lo, dengan Ujian berat yang Tuhan kasih! Hei, lo nggak ngerasa malu gitu? Bunuh diri karna alasan yang sangat konyol itu?" sahut Sheryl, ia masih menggertakkan gigi nya, berusaha sekuat mungkin menarik Tubuh Lisa yang sudah menggantung di Udara.
Lisa tertegun mendengar ucapan Sheryl, dirinya menatap lekat wajah Sheryl yang tengah berusaha mati - matian menyelamat kan nya. Yah dia yang adalah pengganggu di dalam hubungan Sheryl dan Nathan.
"Maaf yah, meski lo berusaha dengan apapun. Gua dan Nathan gak bakal kepisah. Jadi, mending lo berpikir jernih. Contoh nya bokap lo, menurut lo apa yang akan bokap lo rasakan kalau liat putri tunggal nya yang udah dia asuh sendirian selama ini. Bunuh diri karna alasan konyol?! Dan ninggalin dia sendirian?! " ucap Sheryl lagi, dia masih berusaha agar Lisa ingin naik.
"Sendirian?! Ayah aku gak bakal sendirian kak. Dia akan hidup dan menua bersama putri nya" sahut Lisa. Kini dirinya sudah menggenggam tangan Sheryl. Berusaha sekuat tenaga untuk Naik. Akhir nya usaha mereka membuahkan hasil, Lisa berhasil naik. Namun, karna ketidakseimbangan kaki tumpuan Sheryl, yang tadi terkilir. Mengakibat kan Sheryl tersungkur dari dinding pembatas itu dan menggantung di Udara.
"Lisa! Tarik kakak ke atas! " pekik Sheryl, Lisa diam ia bingung. Haruskah dia menolong seseorang yang menjadi Penghalau bersatu nya ia dan Nathan. Tapi, Jika Sheryl pergi, maka Lisa ada kesempatan untuk dekat dengan Nathan.
Lisa sendiri gemetar, dirinya benar benar bingung dengan keputusan nya.
Brukkk!!
Tampak pintu yang mereka gunakan untuk naik tadi terbuka. Yah Andrian, Agung, Dan yang lain nya berlari sangat cepat menghampiri Sheryl.
Dengan berusaha sekuat tenaga, Andri dan Agung menarik Sheryl ke atas. Akhir nya Sheryl bisa naik dan selamat.
"Fyuhhhh.. "
Gadis mungil itu merasa lega karna dirinya sudah menapakkan kaki nya. Tidak lagi menggantung di udara.
Plakkk!!
"Lo gila yah?! Itu sahabat gue ampir jatuh tapi lo malah bengong?! Apa yang ada di otak lo?! Woi itu nyawa orang yang di pertaruhin dan lo masih sempetnya mikir!! Gila lo yah!! " pekik Zizah. Zizah sudah kalut dalam emosi nya. Sahabat terbaik nya hampir saja tiada jatuh dari tempat setinggi itu.
"Lo beneran deh! Kita semua tau lo suka sama Nathan! Tapi lo juga gak harus biarin Sheryl mati kan! Keji tau gak cara lo!! " sambar Agung. Jika Lisa bukan lah perempuan, maka Agung sudah siap mengirim kan nya ke Rumah Sakit.
"Lo Gila! Lo sedeng! Pergi aja lo ke Rumah Sakit Jiwa Sana! " ingin sekali Klara menjambak habis rambut Lisa itu.
"Lo manusia paling menjijikkan yang pernah gue temui. Lo gak harusnya diam saat Sheryl udah hampir jatuh" kali ini Airin yang berbicara, ini bagai sebuah tusukan bertubi - tubi. Pasalnya Airin yang di kenal Dewi Medis berhati lembut, mengucapkan kata - kata sekasar itu.
"Udah lah guys.. Tinggalin aja yuk. Masuk kelas, ntar kita di Kebiiri Pak Prian lagi" lerai Sheryl mencoba bangkit berdiri, tentu itu gagal. Karna kakinya terkilir.
"Udah kita ke UKS dulu aja" ajak Airin. Perlahan Klara dan Zizah memapah Sheryl untuk turun. Mereka semua turun dengan meninggal kan tatapan sinis untuk Lisa.
"Haragai dirimu!! " sinis Sheryl sebelum dia keluar ke pintu itu.
"Lisa lo keji! Lisa lo jahat! Lisa lo gila! Haha! Gue emang gila! Lalu kenapa?! Ini semua Karna Cinta Gue ke kak Nathan!! "
Teriak gadis Malang itu. Lisa jatuh tertunduk, air mata keluar deras dar matanya.
"Kenapa aku sejahat itu? Kenapa aku nggak nolongin kak Sheryl tadi, padahal Kak sheryl sendiri...huhu.. Hiks.. Aku kejam.. Aku iblis.. Aku monster gak punya hati... Hiks... Kayak mana aku bu isa berpikir buat biarin kak Sheryl jatuh.. Hanya demi obsesi ku ke kak Nathan... Kenapa?! Kenapa aku jahat!! Aku ini iblis.. Huhh.. Hikksss... Hiksss... "
Lirih Lisa, ia menangis keras. dirinya mulai menyesali perbuatan nya.
***
"Shy, lo mesti ceritain semuanya ke kita. Kok lo bisa menggantung di Udara gitu?? " tanya Zizah duduk di sebelah Sheryl yang tengah terbaring di ruang UKS.
"Besok deh gue ceritanya. Hari ini lagi gak mood cerita" sahut Sheryl sembari sesekali meringis kesakitan karna kakinya yang di pijit oleh Airin.
Ingin Klara menyambung, tapi sudah di hentikan oleh Agung.
"Udah lah besok aja, mungkin hari ini Sheryl lagi Shock" timpal Agung.
akhirnya mereka semua mengangguk setuju.
***
Lisa Vinanta?! Gila yah! Sumpah, baru pertama kali gue ketemu cewek kayak dia.
Batin Sheryl, yang tengah duduk anteng di Mobil nya menuju Rumah nya. Ia menghela napas nya berat. Dirinya merasa gusar karna Lisa sendiri. Tak dapat di pungkiri, Sheryl takut bahwa Lisa akan melakukan hal - hal gila lain nya.
"Pak, coba minggir deh" pinta Sheryl, Dirinya mencoba menyipitkan matanya. Tampak ada anak berseragam SMA Merah Putih yang di kelilingi Anak SMA harapan.
"Itu, bukan nya Dean yah? Ngapain dia di sana?!" gumam Sheryl masih menatap serius gerombolan itu.
Sheryl membuka perlahan pintu mobil nya.
"Non, mau kemana? " tanya Pak Damar.
"Pak, kalau misal nya saya kenapa - napa di sana. Bapak telpon Kakek dan polisi terdekat yah" pinta Sheryl langsung menuju ke arah itu. Ia tak memperdulikan lagi himbauan yang di berikan oleh Pak Damar.
***