My Special Class

My Special Class
(S2) Episode 37



***


"Maaf Tuan Muda.  Anda dua hari yang lalu baru memerintahkan Pasukan Ak Hitam untuk  Mengurus hal itu " sahut Andrean.


"Tch!!  Sial!!  Baiklah,  siapkan Pasukan yang ada!! Lawan kita bukan sembarang orang!! " titah Nathan,  yang langsung di angguki oleh Andran.


***


"Gilang!!  Dimana Sheryl?! " pekik Nathan langsung turun dari mobil nya.  Menghampiri mobil Gilang yang terparkir di tengah jalan.


"Nathan!  Gue kehilangan jejak nya Sheryl! " sahut Gilang khawatir. Gilang sendiri gugup,  ia bingung kemana harus mencari Sheryl saat tak ada petunjuk lagi.


"Tchehhh!!  Sialan!!  Dimana Tas Sheryl? "


"Ini Nat" ujar Gilang menydorkan Hp nya,  bersama tas nya. "Hp nya di sini Nat.  Enggak bisa kacak keberadaan Sheryl" tambah Gilang lagi.


"Lo mending balik.  Dan rahasiain hal ini!  Jangan cerita ke siapapun! " Peringat Nathan. Ia langsung kembali masuk ke mobil nya.  Dengan gusar membuka tas Sheryl,  seakan - akan mencari satu hal.


"Tuan Muda Nathan.  Kemana kita akan pergi? " tanya Andrean bingung sendiri,  melihat Tuan nya yang panik ini.  Tidak biasanya Nathan yang santai terlihat begitu panik.


"Andrean,  Telepon Rei!  Katakan segala nya! " titah Nathan,  tanpa membuang waktu lagi Andran langsung mematuhi titah Nathan.


"Bagus!  Kalung itu enggak ada di sini. Andrean!  Minta Fiko lacak GPS yang ada di kalung biru buatan gue waktu itu!! " titah Gilang,  ia ingat jelas.  Kalung yang ada pada Sheryl itu sudah di tanam kan GPS.


"Tuan,  Fiko udah kirim alamat nya"


"Ikuti mobil itu. Sekarang! Kabarin semua pasukan berkumpul di titik itu! "


"Baik Tuan Muda.  Perintah anda kami laksanakan"


***


"Dimana Nona muda Sheryl? " tanya pria itu,  dengan wajah dan nada yang datar.


"Di dalam, Asisten Ken. Nona muda pingsan dan Ada di dalam.  Kami akan membawa nya " sahut Tatan sang Supir. Mereka membawa Sheryl ke sebuah Vila yang mewah.  Sheryl sendiri masih dalam keadaan tidak sadar.


Tatan ingin menggendong Sheryl keluar.


Krekkk


Tampak seorang pria Tampan dan jangkung.  Berkulit putih dan mulus,  hidung mancung dan alis tebal. Dengan setelan Jas yang menambah kesan cool dan wibawa nya.


"Menyingkir lah. Tuan Muda Farhan yang akan mengangkat Nona muda Sheryl! " seru pria itu.  Yah pria yang di sebut sebagai Asisten Ken.


Tatan segera menyingkir. Ia tak memiliki nyali sebesar itu.


Pria yang bernama Tuan Muda Farhan itu,  dengan perlahan dan lembut mengangkat tubuh Sheryl ala Bridal Style. Ia dengan sangat perlahan meletakkan leher Sheryl di lengan nya agar tidak sakit saat di gendong.


"Cambuk mereka,  patahkan kaki nya.  Berani nya dia membawa mobil begitu kencang saat Istri ku ada di dalam" titah Farhan dingin,  menatap sinis Tatan dan teman - teman nya melalui ekor mata nya.


"Selamat Datang Tuan Muda.  Selamat Datang Nyonya muda " Seru para pelayan itu yang berbaris rapi saat Farhan masuk bersama Sheryl.


"Apakah kalian sudah membersihkan kamar Nyonya muda? " tanya Asisten Ken.


"Sudah tuan Asisten" sahut mereka tertunduk patuh.


"Siap kan banyak makanan.  Calon istri ku akan lapar saat dia terbangun" titah Farhan yang langsung di angguki oleh mereka semua.


***


Dengan lembut dan hati - hati.  Farhan meletakkan tubuh mungil Sheryl ke kasur yang sangat lebar itu.


"Akhir nya,  Setelah Bertahun - tahun.  Kita ketemu lagi yah,  Sheryl Wijaya. Aku sangat menantikan pertemuan kita ini. Segeralah bangun.  Aku menunggu mu" Desis Farhan membelai lembut rambut panjang Sheryl,  ia mencium rambut Sheryl yang begitu wangi.


"kai semakin cantik,  dan aku semakin mencintai mu. Ini sudah saat nya.  Untuk kita menikah.  Hanya aku,  hanya aku yang bisa menjadi suami mu" Kata nya lagi,  Seraya menatap nanar Sheryl yang masih setia mengerjapkan mata nya.


"Ken.. Hias rumah ini.  Siapkan Banyak Gaun pengantin.  Dan yah,  persiapkan makan malam yang mewah,  aku akan melamar Sheryl malam ini.  Cepat lakukan! " Titah Farhan kasar.  Ren mengangguk pasti,  ia segera pergi menunaikan tugas nya.


***


"Tuan Muda Nathan.  Alamat ini,  menuju Villa di dekat hutan " ucap Andrean,  yang sudah tau dengan jelas titik di mana Sheryl berada.


"Apakah pasukan kita telah siap? " tanya Nathan yang sudah memakai Jas Anti peluru nya.


"Siap tuan. Semua siap,  kecuali pasukan Khusus Ak yang anda bentuk sendiri"


"Tidak masalah.  Kita harus cepat,  sebelum sesuatu yang tidak di inginkan terjadi.  Andrean bersiap lah " Titah Nathan yang kini bagai siap pergi ke Medan perang.


Ia mengetes pistol nya, apakah berfungsi dengan baik.  Nathan juga menyelipkan dua buah pisau di Jaket nya.  Mungkin berguna. Kali ini Nathan benar - benar serius.


***