
***
***
"Sebenarnya, apa sih Awal mula nya? Kok sekolah Harapan Dendam kali sama Sekolah kita, Kak?! " tanya Shsryl pada seseorang di ujung telepon itu. Gadis Mungil itu kini tengah duduk di meja belajar nya, membahas soal Fisika yang bikin hati gundah. Dengan ponsel yang aktif di Sebelah nya.
"Mereka nya aja yang sensian. Gak terima kalo Mereka kalah telak sama SMA kita" sahut Rei santai dari ujung telepon nya.
"Kakak, Terus hubungan kakak sama si Ketos Mereka apa. Ehh,, siapa tadi namanya?! "
"Gilang Drapan? Oh dia, dia itu anak kandung pemilik sekolah Harapan. Dan udah jadi Ketos dari kelas 10. Hubungan kami sih gak rumit, cuman musuh bebuyutan aja"
"Musuh Bebuyutan di bilang cuman?! Gesrek! Terus dia kok bisa musuhan sih sama kakak? "
"Kan udah kakak bilang dia gak terima kekalahan, dia yang ketua basket beberapa kali kalah beruntun karna kakak dan Nathan. Dia nuduh kakak sama Nathan main curang"
"Jadi cuma karna kalah main basket doang?! "
"He bocah semampai! Bukan cuma kalah, bagi seorang pemain basket, kekalahan beruntun adalah hal yang memalukan "
"Terserah deh, males ngomong sama kakak. gesrek nya sama kayak Nathan"
"oh yah tunggu, kok lo bisa kenal Gilang? Lo di ganggu sama dia?! "
"Enggak juga sih kak. Jadi tadi siang itu, waktu gue balik sekolah, gue ketemu adik kelas baru yang di ganggu sama dia. Yah jadi Gue nolongin dan bla bla"
"pokok nya lo harus jauh - jauh dari anak Sekolah Harapan khusus nya Gilang. Dan selalu ada di dekat Nathan. Btw, lo Ngomong yang jelas! Jangan bla bla bla. Manusia kan?!"
"Kakak ini over protektif banget sih. Gue kasian liat kak Aisyah. Ati ati woi, nanti Kak Aisyah bosen lo di tinggal lagi ! Humph! " ketus Sheryl mematikan ponsel nya, sebelum kakak nya yang super tampan itu menyahutinya.
Gilang Drapan yah? Jauh - jauh akh. Btw, Nathan kapan balik yah?! Ya Allah Sheryl!! Nih aja belum ada satu hari Nathan pergi, dan lo nanya dia kapan balik?! Masih satu minggu lagi.
Batin Sheryl membaringkan tubuh nya di ranjang empuk dan besar milik nya, sembari beberapa kali memukul pelan kepala nya, karna berargumen dengan dirinya sendiri.
***
Bukkk!!
Sheryl membuka pintu mobil Sporty milik nya.
"Pagi non, Tidur nya nyenyak non? " sapa pak Damar yang sedari tadi sudah menunggu Sheryl di dalam mobil. Tentu untuk mengantar gadis mungil itu sekolah.
"Pagi juga pak, yah kayak biasa" sahut Sheryl, sembari mengunyah roti isi milik nya.
"Kayak biasa atau ada yang resah merana~" ledek pak Damar.
"Ahh, bapak ini"
pak Damar tertawa geli, yah dia memang selalu mengidolakan pasangan ini.
"Eh non, itu kenapa ada ramai - ramai. Kayak nya ada yang kecelakaan deh non" ujar Pak Damar memelankan laju mobil nya, tentu karma terhalangi Oleh gerombolan keramaian itu.
"eh coba berhenti pak, Aku mau lihat dulu. Bapak di mobil aja yah" pinta Sheryl membuka pintu mobil nya.
Ia menatap intens gerombolan yang hanya berjarak 13 M dari tempat nya berdiri. Di langkah kan kaki jenjang nya, tampak banyak sekali orang yang memfoto nya.
Dasar! Orang kecelakaan belum masuk Rumah Sakit udah masuk Medsos dulu.
Batin Sheryl memutar bola matanya dengan jengah.
"minggir pak, minggir permisi! Saya kenal sama orang itu" ucap Sheryl sembrono. Dia berpikir bahwa ini cara lebih cepat agar bisa melihat korban nya, yah meskipun fakta nya gadis mungil itu tak mengenal nya.
Benar saja, gerombolan itu segera menyingkir dan menatap Sheryl.
Sheryl tak percaya dengan apa yang di lihat nya. Ada cowok yang duduk sembari mengelap luka nya,
"Gilang Drapan? " gumam Sheryl menatap cowok itu.
"Ahhh, maaf. Saya salah orang, saya pikir dia sepupu saya" ucap Sheryl cengengesan membalikkan badan nya, sembari berjalan keluar dari kerumunan itu.
"Sheryl, tega lo ninggalin gue. Okeh, gue salah karna jalan sama Karin, gue sengaja biar lo cemburu. Tapi, gue gak nyangka yah lo bakal setega itu ninggalin gue yang kecelakaan di sini" ucap Gilang terlihat menyedihkan.
Gue? Cemburu? Karin itu siapa? Gila!!
Batin Sheryl, namun langkah nya tak terhenti.
"Neng, maafin atuh pacar nya. Kasian, nih dia lagi kecelakaan loh. Kan dia udah bilang maaf. Neng maafin lah. Yah namanya juga pacaran kan neng, ada naik turun nya" sambar seorang bapak yang agak tua.
"Iyah mbak. Maafin, kasian pacar nya " sahut yang lain nya.
Gilang tersenyum menyeringai puas, rencana memanfaat kan empati masyarakat itu sangat sukses berjalan.
"Maafin gue Sher. Gue jatuh kayak gini karna gue mikirin elo. Lo nggak ada kabar dua hari. Gue khawatir banget sama elo" sahut Gilang, seakan - akan dia lah korban nya.
Bisikan masyarakat itu terlalu memekikkan telinga Sheryl. Hingga membuat gadis mungil itu menghentikan langkah nya, memutar badan nya dan memapah Gilang yang terluka ke mobil nya.
Pak Damar yang melihat itu juga ikut membantu memapah Gilang.
"Gitu atuh neng, semoga langgeng yah sampai pelaminan" ucap bapak yang tadi.
"Amiin, makasih yah pak Doa nya " sahut Gilang puas, sembari jalan terpincang.
***
Ahhh, Nathan di mana kamu? Kami Rindu'-'😂