
***
Buk Vina yang berdiri di sana mengangguk pelan. Buk Vina selaku TU lah yang mengurus pasal Surat menyurat itu. Agak lama buk Vina pergi, buk vina telah kembali membawa surat beramplopkan coklat. Yah amplop yang sangat Nathan kenal. Tentu itu adalah Amplop Surat panggilan. Jangan tanya buk Vina kenapa kok cepet amat ngambil nya. Emang TU udah punya stok Khusus Surat SP buat Nathan. Mereka hanya perlu mengganti tulisan kelas nya saja.
"Selamat pagi buk Vina, yang kalau ketemu saya selalu bawa amplop coklat tua, yang isinya surat panggilan orang tua" Sapa Nathan mengangkat tangan hormat kepada buk Vina. Tak lupa senyum manis nya juga di berikan.
Shreyl yang sedari tadi tengah memperhatikan Kekasih nya dari sela - sela barisan murid, hanya bisa menghela napas berat.
"Pagi juga anak ibuk yang hobi nya dapat surat panggilan" sahut buk Vina.
"eitttss.. Ralat buk. Nih bukan hobi, tapi namanya Eh apa yah, habis kata-kata saya buk"
Buk Vina hanya menggelengkan kepala nya sembari menahan tawa nya. Pasal nya murid yang satu ini selalu membuat nya geli.
"Kamu tau ini amplop apa? " tanya Pak Ghani yang sudah mengangkat Amplop nya.
"Jangan kan saya pak, nih semua murid jugak pada tahu tuh Surat Panggilan orang tua. Emang bapak gak tau?? " tanya balik Nathan sok polos.
Semua murid yang berbaris benar - benar melongo tercengang karna ulah Nathan. Yah, hanya Nathan yang mampu berulah seperti ini.
"Eh.. Surat panggilan Orang tua?!! " pekik Nathan, gaya nya seakan - akan kaget karna sesuatu.
"Ha.. Baru kamu Takut kan?! "
"Bukan takut pak. Bapak ada apa nih, kok sering banget manggil mama saya. Pak, saya kasih tau. Papa saya dulu pernah ikut kejuaraan Silat pak. Di usia papa saya yang sekarang patah mematahkan kaki juga masih bisa. Mending bapak jauh - jauh dari mamah saya. Bahaya pak, ingat tulang" peringat Nathan memegang bahu pak Ghani.
"Nathan Arkasa!! Hormat bendera sampai jam istirahat! Bawa Amplop ini kasih ke papa kamu! Biar papa kamu yang Datang temuin saya!! "
"Siap pak, aman terkendali. Sebagai warga yang cinta bangsanya, dan sebagai manusia tertampan. Saya akan Hormat pak" sahut Nathan, mendadak gaya nya tegas, ia hormat menatap penuh makna bendera merah putih itu.
"Terus Seperti itu sampai Istirahat! "
"Siappp bos Ku! "
Pak Ghani melanjutkan lagi Pidato nya, dengan Nathan di samping nya menghormat bendera.
"Apa apaan kalian ini?! Dari kelas mana kalian?! Kenapa tidak punya sopan santun, menerobos dan memotong ucapan saya!! " pekik pak Ghani yang merasa terusik.
"Pak, kami anak kelas Sepuluh pak, beda kelas. Kami tadi abis di Hadang anak Sekolah Harapan pak! Mereka hadang kami, pukulin kami" sahut Dhika. Dia dan beberapa orang lain nya masih mencoba mengatur napas nya.
"Loh Dhik? Derry mana? " tanya Nathan. Ia masih menatap akurat bendera yang berkibar di sana. Nathan mengenal suara adik kelas nya itu. Dia adalah Dhika, satu tim basket sama Nathan.
"Itu dia masalah nya kak, Derry nyuruh kami pigi duluan, dia yang halangi Anak sekolah Harapan"
"Woik apaan tuh?! "
"Ngajak perang mereka!! "
"Beraninya sama anak Sekolah Merah putih!! "
Sorakan riuh ricuh hadir dari barisan itu. Mereka langsung tersulut emosi. Bagaimana tidak kedua sekolah ini memang selalu bersaing dalam hal apapun. Di hadang nya Adik kelas mereka menambah kemarahan mereka.
"Semua Tenang! kami sebagai Guru lah yang akan mengurus nya! Kami akan meminta pertanggung jawaban dengan Sekolah Harapan. Kalian jangan ada yang membuat kerusuhan" titah Pak Ghani. Tak dapat di pungkiri pak Ghani juga emosi saat murid - murid nya di hadang. Namun, dia adalah seorang guru, harus berpikir dan bertindak secara dewasa.
"Terus pak nasib nya Derry gimana?! " tanya Dhika.
"Pak! Biar kami yang nyelametin Derry!" Teriak Andri. Yah Andri memang cukup dekat dengan Derry.
"Udah lah biarin aja, palingan jugak Satu jam lagi Si Derry balik. Jangan lupa, Si Derry tuh calon Ketua OSIS dan Ketua Basket. Tau kan sejarah Ketua Basket?! " sahut Nathan, ia masih sangat setia menghormat bendera itu. Siapa yang tidak tau sejarah Ketua Basket. Terutama pada masa Rei dan Nathan.
"Udah pak santai aja, nggak usah di pikirin tuh si Derry. Sebenarnya dia tuh si Derry Adik sepupu jauh saya. Saya yakin dia aman. " ucap Nathan lagi, dengan santai tentu nya.
***
Ahhh tinggal kan jejak yah
Silah Vote