My Special Class

My Special Class
(S2) Episode 15



Readers bilang : Lanjut Author semangat


Author bilang: Oke semangat!!


Yooo jadi Author akan up satu episode lagi yah.


Oh yah Vote nya dong. Yooo, ayoo Vote nya.


Kalau Vote banyak, Author pertimbangkan buat Up satu episode lagi hari ini. Hehe


***


Hari ini adalah hari pergi nya Nathan ke Medan.  Membuat gadis itu harus pergi ke sekolah sendirian.  Siapa gadis itu?  Tentu nya adalah Sheryl Wijaya.


"Mah, pak Aziz udah siap - siap belum? " tanya Sheryl menuruni tangga nya,  dengan jas abu - abu yang melekat di sana.


"Loh,  nggak pergi sama Nathan sayang? " sahut mama nya meletakkan roti di meja.


"Enggak mah.  Nathan pergi ke Medan,  seminggu mungkin"


"Oh gitu yah,  Yah udah mama bilang ke pak Aziz dulu kamu sarapan yah"


"Iyah mah"


***


" kuadrat sisi miring sama dengan Jumlah Kuadrat sisi siku - siku nya.  Nah ink lah yang di sebut Rumus phytagoras. Bla bla bla" jelas Pak Ghanii menerangkan di depan.


Mata Sheryl lekat akurat menatap angka - angka dan segitiga yang ada di papan tulis.  75 persen kefokusan nya ada di sana.  Dan 25 persen nya ada pada Nathan.


Sheryl menghela napas berat,  sesaat pak Ghani telah keluar dari kelas nya.  Tentu karna bel yang berbunyi.


"Shy,  Nathan ke mana? " tanya Zizah.


" Ke Medan katanya,  ada urusan penting " sahut Sheryl menutup buku nya.


"Berapa hari Sher? " sambar Andri.


"Seminggu sih katanya. Kantin yuk" ajak Sheryl,  ia merasa terlalu Lama di kantin akan menumpuk kan rasa kerinduan nya akan cowok berlambe turah itu.


Sheryl menatap sinis gadis yang akan berpapasan dengan nya,  yah dia adalah Lisa yang berjalan bersama teman - teman nya.


"Kalian luan,  Gue mau ngomong sama kak Sheryl" pinta Lisa,  teman - teman nya sangat heran.  tapi mereka hanya bisa mengikuti perintah Lisa,  yang memang Status orang tua Lisa lebih tinggi.


"Lis,  ingat.  Lo. Emang kaya,  bokap punya Deking.  Tapi ingat. Dia tuh Sheryl Wijaya, dari keluarga Wijaya" peringat salah satu teman nya sebelum meninggal kan Lisa.


"Kak Sheryl?! " seru Lisa,  Sheryl berhenti di tempat nya.  Tampak gadis berambut lurus itu datang menghampiri nya.


"Mau apa lo nyari Sheryl?! " pekik Klara menatap sinis Lisa dari atas ke bawah.


"Nggak kok kak,  aku cuma mau ngomong sama kak Sheryl.  Boleh yah kak Sher? " rengek Lisa bergelayut di lengan Sheryl.


Sheryl menghela napas panjang,  menatap gadis muda itu yang masih setia mengnggeam lengan nya.


"Kalian luan aja.  Ntar gue nyusul. Gue mau denger, adek kelas kita mau ngomong apa" ucap Sheryl.  Awalnya beberapa sahabat nya itu menyanggah,  namun dengan sekali senyuman dan anggukan Sheryl,  mereka mengikuti permintaan nya,  kekantin lebih dulu.


"Lo mau ngomong apa? "


"Gak di sini kak.  Ikut aku yuk"


Lisa sudah menarik tangan Sheryl menuju ke Atap sekolah,  hanya mereka berdua, di atas gedung sekolah yang tinggi itu.


"Mau ngomong apa?  Kenapa mesti di sini?! "


"Kak,  aku mau cerita sama kakak.  Dulu,  aku tuh gak kenal sama cinta,  dan anti banget sama cinta. Karna cinta mamah aku selingkuh sama pria lain.  Ninggalin aku dan papa aku. Makanya aku benci cinta" Cerita Lisa,  ia menatap Sendu ke arah langit yang sedikit mendung itu.


Sheryl menaikkan sebelah alisnya,  mencoba menerka permainan apa yang sedang gadis muda ini mainkan dengan nya.


"Tapi aku sadar kak.  Aku benci cinta karna aku gak sadar cinta itu apa.  Tapi,  sekarang beda kak,  aku sadar cinta itu apa. Itu semua karna kak Nathan.  Cinta itu gila kak,  gak perduli apapun yang kak Nathan lakukan dan ucapkan, Aku masih aja cinta sama dia.  Dan cinta itu tumbuh besar seiring berjalan nya waktu. Kak,  Kak Nathan adalah cahaya kehidupan aku. Jadi kak,  boleh gak kakak kasih kak Nathan ke aku? "


PLAKk!!


"Kayak nya tamparan gue kemaren masih kurang yah.  Sehingga otak lo masih berpikir kayak gini!  " Bentak Sheryl kasar,  gadis mungil ini tengah tersulut emosi.  bagaimana tidak,  jika cowok yang di cintai nya ingin di rebut.


"Kenapa sih kak?!  Kenapa gak bisa?!  Kakak ini cantik dan kaya!  Anak bungsu keluarga Wijaya! Banyak sekali cowok yang antri mau jadi suami kakak!  Kenapa lepasin kak Nathan aja gak bisa!  Kak,  kak Nathan segala nya buat aku.  Sejak pertama kali liat kak Nathan, Aku udah jatuh cinta sama dia!" sahut Lisa,  ia menatap tajam Sheryl,  namun mata yang tajam itu juga  mengalirkan air mata itu di sana.


"Kan udah gue bilang.  Lo sadar diri!  Harga diri perempuan itu mahal harga nya!! Jangan bodoh karna cinta deh!! Dan Nathan gak cinta sama lo!! " tambah Sheryl lagi,  kali ini ia merasa iba dengan Lisa yang sekarang sedang buta dalam cinta.


"Iyah!  Aku emang bodoh! Aku emang gila!  Aku gak masalah asal itu bisa buat kak Nathan cinta sama aku!! Intinya aku mau sekarang kakak nulis surat perjanjian bahwa kakak harus menjauh dari Nathan!! " peringat Lisa,  matanya melotot hampir keluar,  di padu dengan rambut nya yang acak. Dan urat - urat di pelipis nya yang terlihat karna kemarahan nya. Fix,  Lisa mirip monster Zombie.


"Jangan mimpi deh lo!  Gue udah bilang,  bahwa orang yang udah jadi milik gue,  gak bakal bisa jadi milik orang lain!!  Termasuk elo!! "  bentak Sheryl yang sudah kehabisan kesabaran,  namun Sheryl tetap menahan nya.  Dia sadar,  dia sedang berbicara dengan anak Broken home.


Anak broken home tidak boleh di marah atau di bentak.  Orang - orang seperti mereka harus di ajak bicara dengan lembut.


Batin Sheryl,  ia masih memikirkan Cara yang bagus menarik Lisa dari kegelapan nya sendiri.


"Oh?  Jadi Kakak gak mau kasih kak Nathan ke aku?!  Oke!  Aku bakal lompat dari atas atap gedung ini. Dan cuma Ada kakak di atas gedung ini,  dan siapa yang di tuduh sebagai pembunuh?!  Haha!  Tentu Kau SHERYL WIJAYA!!" ancam Lisa,  dirinya sudah bersiap untuk melompat dari atas atap gedung sekolah itu.


***