My Special Class

My Special Class
EPILOG



***


"Klar,  tolong dong.  Dokumen Buat rapat entar di cek lagi" pinta gadis itu,  Yah dia adalah Sheryl Wijaya. Lima tahun telah berlalu,  dan usia gadis mungil itu sudah bertambah menjadi 22 tahun.


Saat ini,  Sheryl Wijaya tentu bekerja di Perusahaan Milik Keluarga nya, berpangkatkan General Manager,  dengan Klara sebagai Sekretaris nya.


"Sipp buk bos,  otw" sahut Klara,  yang memang sering menggunakan bahasa Frontal saat hanya berdua dengan Sheryl.


"Klar,  sebelum itu minta OB anterin Kopi deh.  Gue ngantuk banget nih" kata Sheryl menoleh,  sayang sekali Klara sudah tidak ada. Membuat gadis itu mendengus kasar.


Lelah rasa berdiri,  gadis mungil itu duduk Di Kursi kehormatan nya,  menatap Sore nya langit dari ruangan nya.


Cessssss


Tiba - tiba Sheryl merasa ada sesuatu yang dingin yang menempel di  wajah nya.


"Es dingin,  buat cewek yang lagi gerah" celetuk Pria itu,  yang sengaja menempel kan Cup Es di pipi kiri Sheryl. Dengan cepat Sheryl mengambil es nya, lalu menyeruput habis.  Soal nya gadis mungil itu emang lagi gerah.


"Nathan!!  Lo kok di sini?! Kita kan ada Rapat!" Pekik Sheryl,  melotot tak percaya,  pasalnya klien dan cowok nya ada di sebelah nya sekarang. Yang harus nya akan rapat dengan nya.


"Ngajak lo rapat lah,  yuk" sahut Nathan santai,  menarik lembut tangan Sheryl. Sheryl bingung sendiri,  namun dengan santai nya juga mengikuti langkah jenjang Nathan.


Mereka berdua masuk ke ruangan Rapat.  Ada Rei yang sudah menunggu mereka.


bukan kah rapat nya jam Lima?  Lalu kenapa Jam Empat mereka semua sudah di sini. Apa ini?


Batin Sheryl,  bingung sendiri.


"Shyshy sayang,  Kamu terlambat " Sinis Rei,  menatap santai Sheryl.


"Bukan nya Rapat nya Jam Lima? Ini masih Jam Empat kak"


"Sepertinya Nona muda salah,  kita rapat Jam Empat,  ini sudah sesuai Jadwal" Sambar Sekretaris Rei,  Evan.


"kak,  tapi Sheryl yakin rapat Jam Lima kok" yakin Sheryl. Dia mulai gemetar, entah lah rasa gugup nya semakin besar.


"apa ini?  Anda seorang GM,  kenapa tidak lebih teliti lagi? " Sinis Devan lagi.


"Tapi,  Sheryl... "


"Shy,  Emang Jam Lima. Mereka nya budeg. Gue kasih tau ke elo yah. Nah mereka mau nge prank lo. Ngajakin gue biar marah - marah dan bentak lo sampai nangis,  gue mah sebagai calon suami yang baik iyain.  Eh pas elo nya gagu gemetar barusan gue gak tahan buat ungkapin.  Sorry yah,  buat kakak ipar dan Rekan - rekan,  sudah menggagalkam acara Nge Prank nya calon binik saya. Habis nya saya enggak tega dia nangis" Kata Nathan santai,  ia membuka Jas nya dan meletakkan nya di bahu Gadis kesayangan nya.


"Bodoh!!! " Pekik Rei kasar,  menatap Puas ke arah Nathan.  Entah lah,  Rei sendiri juga merasa puas akam tindakan Nathan.


"Di Usia lo yang ke 22 tahun.  Will you merry me? "


Nathan Arkasa,  sang Presdir yang paling di takutkan,  karna sikap Dingin dan Tegas nya.  Kini sedang berlutut di depan Putri Bungsu Keluarga Wijaya,  sembari membuka kan Kotak,  berisikan Cincin berlian yang indah.  Dan dapat di pastikan itu satu - satunya di Dunia ini.


"Yes, yah aku mau Nat" sahut Sheryl , di tengah Ke terharuan nya. Tanpa Aba - aba Nathan langsung memakaikan Cincin nya,  memeluk erat tubuh gadis nya itu.


Banyak sekali tepukan tangan dan ucapan selamat di berikan pada mereka.


***


"Shy?  Nih tamu undangan Masih banyak enggak? " Geruru Nathan yang duduk di pelaminan, bersama Sheryl tercinta nya.


"Kenapa Nat?  Ada masalah kah? " tanya Sheryl bingung.


"Dari tadi salaman mulu,  kapan selesai nya. Kalau enggak selesai,  kapan malam pertama nya." sahut Nathan santai.


"Untung banyak kamera Nat.  Kalo enggak,  sepatu gue udah melayang akurat nih di jidat elo"


"Halah,  Nanti aja Yank.. Ini bukan tempat nya" goda Nathan menatap genit ke arah Istri sah nya ini.


Sheryl melirik tajam ke arah Nathan, yang di sambut baik dengan Nathan yang memberikan ciuman di kening Sheryl.


"Makan yang banyak,  biar badan nya agak gembul.  Enggak kurusan amat" Protes canda Nathan menatap manis ke arah Istrinya.


"Sabar Shy,  ingat banyak kamera.  Jangan menuai sensasi " Ucap Sheryl berbicara sendiri, kelakuan Sheryl yang aneh ini,  sukses mengundang tawa bahagia Nathan.


***


Dua Tahun kemudian,  di Rumah Sakit milik keluarga Arkasa. Tampak Keluarga Wijaya dan Keluarga Arkasa sedang di luar ruang operasi.  Ada juga Aisyah yang tengah menggendong Putri sulung nya. Yah,  siapa yang mereka tunggu?  Tentu Saja Sheryl yang dalam Proses melahir kan. Dengan Nathan ada di dalam sana,  peraturan melarang.  Tapi Siapa yang berani melawan Titah Nathan?


"Owekkkkk!! "


Suara tangisan bayi terdengar dari dalam sana, mengundang senyuman bahagia kedua keluarga besar itu.


"Namanya,  Arfenik Arkasa gimana? " tanya Nathan menatap manis buah hati nya di gendongan nya saat ini.


***


Masih ada dua Ekstra Part lagi loh yah.  Hehe