
***
"Huh.. Naik nih bulu kuduk gue. Merinding. Pergi yuk guys!! " Sinis Nathan menatap remeh Gilang dengan ekor matanya. Segera Nathan berjalan pergi.
"Tunggu!! " kata Gilang menahan tangan Nathan.
"Apa? Belum pernah liat orang se kece gue? Iri?" Nathan Menoleh Ke belakang, menatap santai Gilang yang sudah terbakar.
"Diem deh lo! Gue jijik liat lo! " pekik kasar Gilang.
"Gue enggak pernah tuh Minta lo natap gue. Lo nya aja yang natap kan? " sahut Nathan santai, menaik turunkan alisnya. Menyulut emosi Gilang tentu nya.
"Heh, Gue mau nanya ke elo. Jika seandainya Sheryl ninggalin lo dan berpaling ke gue. Apa yang bakal lo lakuin" Sinis Gilang. Dari matanya Gilang dapat melihat rencana yang jahat di sana.
"Gue enggak lakuin apapun. Enggak usah berandai - andai, karna itu enggak pernah terjadi. Mimpi lo ketinggian! Jatuh sakit loh"
"gak masalah. Gue mimpi tinggi jatuh di antara bintang - bintang."
"Lo kata bintang se empuk kasur. Enggak pernah belajar Fisika? Bintang terbuat dari gas panas woi!! Ya udah sana lo jatuh di bintang, paling juga remuk tuh badan" sahut Nathan tertawa.
Gilang semakin emosi. Ia semakin merasa tersudut.
"Sher.. Lo tenang aja. Gue bakal bebasin lo dari orang Possesif ini" pesan Gilang menatap nanar Sheryl. Tatapan itu seperti nya memiliki begitu banyak makna.
"Gak papa dong gue possesif. Gue kan ganteng. Orang ganteng mah bebas. Yuk Shy" ajak Natha menarik tangan Sheryl meninggalkan Gilang Dan Kawan - kawan.
Gilang sudah menyumpahi Nathan yang menjadi saingan berat nya. Menatap Tajam Nathan, berharap Nathan mati dengan tatapan nya.
***
"Gol!!! " teriak Anak SMA merah Putih serentak. Bergemuruh hebat. Saat satu Gol di hadiahkan untuk mereka.
"Duh seneng nya gue. Hidup gini mah adem ayem mulu. Enak, cuka pebinor aja bertebaran " celetuk Nathan menatap Gadis mungil itu yang duduk di sebelah nya.
"Nat. Please.. Ini bukan tempat nya. " Keluh Sheryl merasa bahwa Nathan sedang siap - siap melayangkan gombalan nya.
"Lo kira gue gesrek sepenuh nya. Ya kali gue stress. Nih Rame Shy. Gue waras" sahut Nathan santai.
"Lah terus? Kenapa selama ini tingkah nya kayak orang sedeng bin sableng!!"
"Yah pura - pura lah. Biar elo ketawa pastinya. Lo inget deh, gimana Ekspresi lo waktu pertama kali masuk ke kelas kita"
Sheryl memejam kan matanya. Ia ingat sekali bagaimana Gadis mungil itu saat pertama kali masuk ke kelas legenda itu.
"Ih.. Apa sih Nat!! Rese.. Itu kan masa lalu" keluh Sheryl memukul pelan Nathan.
"Nah ingat juga, waktu lo Sering ribut sama Renata karna Andy" kata Nathan lagi, berharap Gadis nya mengambek pada nya.
"Ngomong sekali lagi, Gue tampol nih pake sepatu " Gerutu Sheryl sudah membuka salah satu sepatunya. Yang siap di layangkan pada Nathan.
"Dih, enggak malu tuh ngangkat sepatu. Bau nya nyengat woi" Canda Nathan menutup hidung nya.
Bukan malu dan memakai sepatu itu lagi. Sheryl malah dengan bahagia nya mendekatkan sepatu nya dengan hidung Nathan. Membuat Nathan mengelak pelan.
"Heyyy.. Abg yang baru pacaran. Bisa enggak sih sadar kondisi? Kita lagi nobar nih. Ingat tempat woi" peringat Agung yang merasa risih dengan tingkah Sahabat nya ini.
"Apa sih? Ganggu mulu! Rese! Bilang aja kalian iri kan? " Cibir Nathan merasa kesal. Bagaimana tidak kesal. Jika keromantisan nya di ganggu oleh tikus - tikus ini.
"Dih kita mah normal. Lo aja Gesrek gak sadar tempat" sambung Adrian menimpali.
"Hadehh.. Biasa mah gitu, kalo iri, ngomong nya gak sadar diri. Nyata nya kalian yang emosi sendiri, liat kita romantisan kayak gini. Udah yuk Shy pergi " Ajak Nathan menggandeng tangan mungil kekasih nya itu. Sheryl hanya bisa mengikuti alur Yang Nathan berikan.
Nathan sialan! Gue bakal habisin lo hari ini! Liat aja! Lo balik ke Rumah sakit. Atau balik ke sang pencipta nya!
Batin Gilang emosi. Melihat Kemesraan Nathan dan Sheryl dari ujung lapangan sana.
"Balik Nanti. Hubungi semua Anggota geng motor. Kita habisi Nathan Arkasa" titah Gilang menatap lurus punggung Nathan.
"Siap bos. Nathan Arkasa siap - siap aja! " sahut anggota nya, segera ia menelepon.
---
"Nat? Kita mau kemana? " tanya Sheryl yang berjalan sedari tadi mengikuti Nathan yang hanya berputar - putar di koridor sekolah.
"Nyari Pak Ghani yank. Mau izin ke KUA bentar. Kita nikah, terus balik ke sini. Eh gak balik juga gak apa - apa. Langsung bulan madu juga boleh" celetuk Nathan masih celingak - celinguk mencari sosok tegap pak Ghani.
Bukhhh!!
"Allah hu akbar Nathan!! Stress!! "
***
Sedikit tentang bintang yah.
Bahan Pembentuk Bintang Adalah Bahan Daur Ulang
Terbuat dari apakah bintang-bintang di alam semesta? Diketahui, bintang terbuat dari gas yang sangat panas. Gas ini sebagian besar terdiri dari hidrogen dan helium, yang merupakan dua elemen paling ringan. Bintang bersinar dengan membakar hidrogen menjadi helium di inti mereka seperti yang sudah dijabarkan pada fakta kedua di atas.
***
Salam manis Author Rini Ir
Jangan lupa Vote yah ^^