
***
"Dia?? Maksud lo kak Aisyah Ryl!! " sambung Zizah antusias. Saat mendengar kriteria yang Sheryl ucapkan, hanya ada satu nama yang terpikirkan oleh Zizah. Yaitu, Aisyah Ardinanta. Tentu saja, juga karena hanya Aisyah Ardinanta lah yang di cintai Rei.
"Siapa itu Aisyah??!!" tanya mereka serentak.
"kak Aisyah itu kekasih sejak kecil nya kak Rei. Dulu gue inget tuh waktu mereka masih kecil, mereka sering banget berantem. Bahkan, itu membuat mereka jadi sering menaruh perhatian satu sama lain nya. Terus berjalan seperti itu, sampai keluarga kami bingung harus bagaimana cara nendamaikan mereka. Kak Rei yang angkuh dan arogan bersama kak Aisyah yang keras kepala. Dia antara mereka tak satu pun ada yang mau mengalah. Hingga suatu hari, kak Rei terkena suatu penyakit, dia butuh ginjal yang cocok untuk menyelamatkan hidup nya. Kak Aisyah, tanpa pikir panjang langsung bilang gantiin pake Ginjal dia aja. Gue waktu itu masih ingat, gimana dengan polosnya kak Aisyah bilang 'Aisyah punya ginjal dua, tapi Aisyah cuma punya temen berantem satu, dan itu cuma Rei, jadi Aisyah maun kasih Ginjal Aisyah ke Rei' gue dan kak Rei yang terbaring di dalam, mendengar suara polos kak Aisyah itu. Seketika kak Rei nangis, akhirnya kak Rei sembuh, meski gak pake ginjal kak Aisyah sih. Karna ada pendonor ginjal lain. Sejak saat itu semuanya berubah. Kak Aisyah yang masih polos merawat kak Rei dirumah sakit. Dan yang buat gue salut lagi. Kak Aisyah tau makanan apa yang boleh dan gak boleh kak Rei makan. Semuanya dia tahu. Mungkin karna dulu waktu mereka jadi musuh, saling cari tahu kelemahan masing - masing. Alhasil, jadi tau semuanya deh. Pokoknya sejak saat itu kak Rei udah sayang banget ke kak Aisyah" Cerita Sheryl panjang lebar. Yang lain nya ikut mendengarkan dengan seksama. Merasa, kisah ini sangat menarik. Siapa yang tahu Rei punya masa lalu seperti ini.
"oh gitu.. Jadi mereka dulu nya musuh? "
"Benci berujung cinta deh jadinya"
Ucap Klara dan Regata beruntun. Memang pasangan yang kompak, kalo udah denger sesuatu yang berkaitan dengan cinta, pasti langsung di dengerin sampai habis.
"gue gak tau tuh, ternyata Rei punya kisah cinta yang menarik juga. Gue kira kisah nya lurus aja" celetuk Nathan.
"Seru yah kalo kisah cinta nya udah di bangun dari kecil gitu. Mereka udah kenal sejak kecil, saling menguatkan dan berkorban sejak kecil. Pasti gak akan mudah kepisah" sambung Sheryl. Dalam pikiran nya berharap bahwa dia adalah gadis kecil yang dulu menemani Nathan sewaktu dia buta.
"pasti seru.. Kalo gue dan Nathan udah ketemu sejak kecil. Dan gue udah nemenin Nathan waktu dia buta.. Andai aja.. "
"kita juga punya kisah cinta waktu kecil Ryl, karna kisah singkat waktu itulah, yang buat gue sekarang ini memperjuangin elo. Gadis kecil Yang menuntun gue.. Sheryl Wijaya, itu elo! "
"Duh... Rindu banget nih gue sama kak Aisyah, Ryl, cari yuk" rengek Zizah, yah memang sejak kecil Aisyah, Sheryl dan Zizah sering bermain bersama.
"oh? Kayak nya kakak ada denger deh ada yang bilang Rindu kak Aisyah" sambung gadis itu masuk ke kelas XI IPA 5.
"Kak Aisyah!! " teriak Sheryl dan Zizah bersamaan memeluk Aisyah.
"heii lepas girls, gue sesak napas nih"
"Gue udah anter lo, gue balik ke kelas luan. Ntar lo nyusul yah~ " ucap Rei pergi melenggang begitu saja, meninggalkan satu kecupan lembut di kening Aisyah.
"pagi, calon kakak ipar. Gue--"
"elo Nathan? Calon adik ipar gue yang masih nunggu restu dari Rei?? "
Sapaan Nathan terpotong oleh ucapan Aisyah.
"Sheryl udah ceritain semua ke kakak"
"jadi kak Aisyah ini, dukung Nathan kan? "
"ingin nya sih gitu. Tapi, Gue ngikut Rei aja. hehe"
"Stop! Jangan bahas ini. Yang di bahas adalah sesi rindu kerinduan antara adik dan kakak nya " ucap Zizah bersikap manja pada Aisyah.
***
Aisyah segera melangkah kan kaki nya menuju kelas Rei. Pandangan nya jatuh pada pria dingin yang duduk elegan dengan gaya khas angkuh nya, dengan beberapa teman nya yang mengerubungi nya. Sekilas senyuman terlihat di bibir Rei, saat matanya mendapati gadis berbadan mungil, sumber kebahagiaan nya, cahaya nya, pelepas letih nya. Aisyah Ardinanta masuk kelasnya.
"Tema kita hari ini adalah.. Cuci tangan. Satu hal yeng kedengaran simple kan? Sangat sepele? Iyah kan? Tapi, tahu kah kalian bahaya akibat tidak mencuci tangan ini, berapa banyaknya virus yang terkandung di tangan kalian?? " tanya Aisyah, memulai penyuluhan nya. Dirinya dan tim nya sudah menjelaskan dengan sangat baik, akhirnya mereka selesai dalam satu kesimpulan 'cuci tangan itu penting'.
Lain dari yang di bahas, para perempuan di kelas itu masih membahas topik yang lagi hangat, apa lagi kalau bukan 'tuh, si cewek yang di gandeng Rei tadi pagi kan?? ' tatapan mata mereka sudah mewakili segalanya, Aisyah hanya menghela napas berat.
"Apa ada yang kurang paham? Boleh tanya kok" ujar Aisyah lembut seraya menatap seisi kelas. Terlihat satu orang cowok mengajukan tangan nya.
"iyah, kamu, mau nanya apa? " tanya Aisyah pada Devan, cowok yang baru aja angkat tangan.
"Kak, ntar ke kantin bareng saya yah. Saya mau makan, ajarin cuci tangan yang bener" goda Devan, yang langsung mendapat hujatan dari temen sekelas nya.
"dih modus lo"
"alay, norak"
Hujatan itu di hiraukan begitu saja oleh Devan, emang pada dasarnya muka Devan itu tebal amat.
"oh? Mau di temenin sama saya? Boleh, kalau dapat izin dari tunangan saya" jelas Aisyah, langsung mematahkan hati para cowok yang mengidam idam kan nya. Padahal Aisyah sudah menjadi bahan haluan para cowok ini. Sedang kan Rei, tersenyum puas atas jawaban Aisyah.
"cowok nya kan jauh, gpp. Lagian percaya sama gue, gue lebih menjamin dari cowok kakak. Soal apapun itu! Untuk sementara, gue jadi selingkuhan aja gpp kok" tukas Devan dengan pd nya.
"oh gitu?? Rei menurut lo gimana? Gue boleh selingkuh gak?? " celutuk Aisyah mengarah ke pada Rei yang sedari tadi menikmati permainan ini. Hampir seluruh murid di kelas itu melotot tak percaya. Devan sendiri melongo, matanya bahkan hampir hatuh menggelinding.
"kan udah gue bilang... Mau apa, buat apa. Apapun itu gue bakal kasih ke elo. Soal selingkuhan yah? Boleh aja sih. Dua detik setelah lo resmi selingkun, selingkuhan mu bakal pindah alam saat itu juga" sambung Rei terlihat tatapan matanya mengerikan. Membuat yang menatap begidik ngeri.
"Thanks Rei.. Rei emang yang terbaik. Tuan Devan yah? Gimana? Masih minat jadi selingkuhan saya?"
"nggak.. Ampun mbak, ampun yang mulia Rei.. Gye berani sumpah gak akan gangguin cewek lo lagi " ucap Devan berlutut memohon pada Rei, dia sangat gagu sangat berbeda dari beberapa detik sebelum nya.
Aisyah hanya tersenyum geli menatap tingkah Devan ini.
***
"Ada apa kakak ipar nyari aku? Suruh ke sini secara diam - diam?" tanya Nathan yang baru datang. Pandangan nya tertuju pada Aisyah yang tengah berdiri. Angin yang berhembus di atap mengibaskan seragam nya. Sekilas Aisyah terlihat berbeda.
"oh? Sudah datang?? " tanya Aisyah menoleh kan pandangan nya. "Nathan sangat tampan, Sheryl sangat beruntung yah"
"heh.. jangan bilang kakak ipar ingin bermain api di belakang Rei. Seperti kisah - kisah itu? "
"menarik.. Ingin mencoba?? "
***
Ayooo like, komen, and vote yah
Jangan lupa follow me yah.