
***
"Apanya yang Farhan begitu mencintai Sheryl!! Pria itu Gila!! Gue lebih baik mati di banding harus menikah sama dia. Gue Sheryl Wijaya! Hanya mencintai Nathan Seumur Hidup Gue!! Teriak Sheryl sekuat tenaga. Berharap semua pelayan itu mendengar nya. Tapi para pelayan itu sudah menjauh, patuh akan titah Sheryl yang meminta mereka pergi Jauh.
"Gue Nathan Arkasa. Cowok dengan kegantengan nya yang melegenda Juga cuma cinta sama Sheryl Wijaya" Ucap seseorang, Sheryl menoleh ke asal sumber suara. Yah Balkon dari jendela. Tampak sosok bayangan hitam ada di sana.
Sheryl diam, ia mulai bertengkar akan kesadaran nya sendiri. Benarkah itu Nathan? Atau hanya sebatas ilusi?
"Nathan!" panggil Sheryl, Sudah beberapa menit, tapi tak ada jawaban. Membuat Sheryl kembali mempercayai, bahwa itu hanya ilusuli nya semata.
Gadis mungil itu terduduk lemas, kaki nya serasa tak mampu berdiri lagi.
"Oik, Cewek cantik! Udah noleh bukan di bukain nih pintu, malah duduk. Gak tau apa, gue kedinginan di luar. Angin malam gak bagus loh untuk kesehatan" celetuk Seseorang, dari asal sumber yang sama. Sheryl, mengenali suara itu.
Gadis mungil itu berlari ke asal suara. Kaki nya yang awal nya tak mampu berdiri, kini dengan cepat nya berlari. Yah itu semua tentu, karna Asal suara itu milik Nathan.
"Nathan!! " Teriak Sheryl memeluk erat tubuh tegap cowok tengil nya itu. Cowok tengil yang selalu ada di pikiran nya sejak tadi.
"Shyshy... " lirih Nathan mendekap tubuh mungil Gadis nya. Rasa nya sangat melegakan, saat Nathan memeluk Sheryl.
"Shy, jangan di luar. Ayo masuk, angin malam gak bagus bagi kesehatan tubuh. Khusus nya orang cantik dan ganteng kaya kita" Celetuk Nathan, menggiiring Sheryl masuk.
"Ngapain masuk? Kita kan mau kabur" Sanggah Sheryl.
"kabur lewat mana? Lompat dari Balkon Lantai dua? Udah enggak sayang nyawa? "
Sheryl keluar, ia berdiri Balkon. Menatap daratan dari ketinggian itu, membuat nyali gadis mungil itu menciut.
"Trus, lo kok bisa sampai ke sini?"
"Karna Elo lah. Yah kali gue iseng main manjat ke rumah orang."
"Gue juga tau soal itu. Maksud gue, Lo kan bisa naik. Ya udah ayok Turun, sebelum Pria Gila itu datang" Keras Sheryl. Ia yakin akan selamat jika berusaha turun dari Balkon. Dan akan mati jika lebih lama di rumah ini.
"Pernah denger Kucing Bisa naik, tapi enggak bisa turun? Nah kejadian kan di gue" sahut Nathan santai, ia celingukan kanan kiri. Entah apa di cari nya.
"Yang berlalu biarlah berlalu. Seandainya pun kita turun lewat Balkon, trus gue bisa Turun aman dan selamat, secara gue cowok yang hebat. Nah elo nya? Shy, jadi manusia realistis. Enggak usah ngehalu, yah kali gue terbang Nolongin lo yang jatuh, kayak super hero di Tv Tv ye kan? "
"Enggak usah ngeles Nat. Bilang aja Lo takut" Cibir halus Sheryl.
"Good Job. Gue bangga punya cewek yang pengertian " sahut Nathan memberikan jempol nya.
Sheryl menggeleng kan kepalanya pelan, setidak nya ia jauh merasa lebih lega dengan Adanya Nathan di sini.
"Shyshy.. Liat kaca enggak? Dari tadi gue nyari kaca kok enggak ada yah? Padahaln gue mau kacahan, liat mukak gue yang ganteng, Plus style rambut gue yang bergaya. Duh pasti udah hancur kena angin" Ucap Nathan, kembali menyisir rambut nya dengan gaya.
"Nat, ini suasana Genting. Becanda nya bisa di tunda dulu enggak? "
"Enggak bisa dong. Justru karna ini situasi genting, makanya bercanda biar lo gak tegang. Gue tau, selama ini lo ketakutan kan"
"Enggak usah bercanda Nat. Hadir nya elo di sini, temenin gue. Itu udah ngasih ketenangan yang besar buat Jiwa gue" ucap Sheryl, sembari berjalan ke titik Nathan berdiri. Memeluk Cowok tengil itu.
"Shy, Lain kali enggak usah gombalin gue yah. Gue nge fly nih. Tugas nya cowok tuh nggombal, Tugas nya cewek tuh Bahagia sama Gombalan cowok nya. Simpel kan?" Sahut Nathan, juga menyahuti pelukan Sheryl.
"Uhuk!! Uhuk!! "
"Yakin nih gue, lagi ada yang ngumpat plus maki gue nih!! " pekik Nathan, entah apa yang ada di pikiran cowok tengil itu, sehingga ia bisa berpikiran seperti itu.
"Bentar, gue ambilin minum" Kata Sheyl, ia mengambil Gelas yang berisi air putih di nakas nya.
DORRRRR!!
Tembakan dari pintu itu. Sukses mendarat kan peluru di Dada Nathan.
***
Up 3 kali sehari. Udah kayak Makan aja ye kan. '-'