
***
Sheryl semakin bergetar, air matanya semakin deras. Rasa hati nya semakin sakit, kebencian nya semakin besar pada pria yang duduk di sebelah nya ini, dengan wajah senyuman semringah. Ia merasa sangat puas akan kesakitan Nathan.
Bukhhhh
Tunjangan dan Pukulan mereka beberapa kali, sukses mejatuh kan Nathan dengan kedua mata nya yang membiru, wajah nya yang lebam. Kepala nya Bocor, mengucurkan banyak darah. Bibir dengan darah kering nya, dan Hidung nya yang masih setia mengalirkan darah nya.
Farhan berjalan ke arah Nathan. Dengan senyum puas tentu nya.
Krekkkk!!
Farhan dengan tawa keras nya memijak tangan Nathan yang bersentuhan dengan Nathan. Tak puas, Farhan juga memijak punggung Nathan, yang sudah berdarah karna sayatan pisau anggota nya.
"Ahhhhhhhhhmmmm!!!" Sheryl berteriak hebat. Entah apa yang gadis mungil itu teriakan.
"Hehe.. Gimana? Menarik kan main sama saya? Saya suka main" Kata Farhan menundukkan badan nya, berbisik. Bagai bisikan Iblis.
Pengeroyokan itu selesai dengan Nathan yang terluka parah. Dan dengan Para Pria tegap itu yang tersisa hanya Dua. Yang lain nya sudah mati karna Nathan.
"Saya Akui. Kemapuan kamu lumayan. Tapi sayang sekali, kamu mencintai Calon Istri saya. Saya paling tidak suka berbagi " Sinis Farhan, bernada seakan - akan ia merasa sangat bersalah.
"Bunuh dia!! " titah Farhan keras.
"Ehmmmm!! Ehbnggggg!! " Sheryl meronta hebat. Ia bahkan sampai membuat kursi nya bergoyang.
Para Pria tegap itu pun mengangkat tubuh Nathan. Guna di bunuh tentu nya.
Tingggggg!!
Sebuah Gelang putih perak, bercirikan huruf A. Jatuh ke lantai dari Baju Nathan.
Nathan sudah diam, dia sendiri sudah tak sadar kan diri lagi.
"Tunggu!! " pekik Farhan. Ia mengambil Gelang Putih yang terjatuh tadi. Membuat Langkah para Pria tegap itu terhenti seketika. Mereka tidak bernekat untuk melawan Titah nya Farhan.
"Tuan Muda.. Gelang itu? Bukan kah Gelang Nona Aisyah? " tanya Ken, ia ikut menatap intens Gelang yang Ada di tangan Tuan Muda nya saat ini.
"Benar, Aku pernah mengatakan nya pada Aisyah. Aku bisa melepaskan nyawa seseorang, jika dia memiliki Gelang ini. Aku selalu berpikir bahwa dia akan memberikan nya pada Rei, sangat tidak sangka. Ia melah menberikan nya pada bocah tengik ini" Ujar Farhan mengerti. Ia tersenyum Meremehkan ke arah Nathan yang sudah tak terkondisikan lagi.
"Jadi bagaimana Tuan? Kita tetap akan membunuh anak ini?? " tanya Ken.
"Tidak. Di dunia ini aku hanya mencintai Dua orang perempuan, satu nya adalah calon Istri ku Sheryl. Dan satu nya lagi adik manja ku Aisyah. Lepaskan bocah tengik itu, demi janjiku akan Aisyah"
"Baik Tuan Muda. Kalian lemparkan Bocah itu ke pinggir Jalan sepi" titah Ken.
Alat komunikasi Ken berbunyi. Pria Dingin itu melihat nya, yah dari bawahan nya yang berjaga di lantai bawah.
"Tuan Muda, ada penyusup " Lapor Ken, setelah ia menutup Telepon dari bawahan nya.
"Penyusup? Haha... Reihan Wijaya. Menarik.. " Gumam Farhan. Ia merasa puas.
Bukhhhh
Tukhhhhh
Dua kali tendangan dari Rei, sukses membuat dua pria tegap yang menyeret Nathan jatuh tersungkur.
"Baj*ngan!!! Sampah!! Lo gila Far!! Lo gila!! Berani nya lo Nyulik adek Gue!! " Teriak kasar Rei, ia sudah melotot tajam ke arah Farhan. Yang di tatap malah mengulum senyum menyeringai puas akan kemarahan Rei ini.
Rei sudah sangat emosi. Melihat adiknya yang tidak sadar kan diri yang di ikat dengan mulut di tutup, bersamaan dengan Air mata yang masih tersisa di wajah nya. Di tambah menatap adik Ipar idaman nya yang terbaring Kacau di sana. Dengan luka yang banyak sekali darah nya.
Rei bersiap menghajar Habis Farhan.
Ctakkkk
Farhan membunyikan suara melalui gesekan ibu jari nya dan jari tengah nya. Tampak sudah banyak pria berjas dan bertopi hitam dengan senapan yang terarah pada Rei.
"Kamu hanya cecunguk yang enggak lebih hebat dari bocah yang berbaring di lantai ini" cibir Farhan mengulum senyum menyeringai yang mengerikan.
Reihan menelan saliva nya payah. Bagaimana tidak, saat dirinya sendiri sudah di kelilingi dengan banyak nya senapan.
"Jatuh kan senjata kalian!!! " titah seseorang. Suara itu datang dari pintu, suara perempuan.
"Aisyah!! Jangan ke sini!! Pergi sekarang!! " Teriak Rei panik saat melihat istri kecil nya ada di sana. Di tengah pertarungan berdarah itu.
Aisyah sendiri hanya menatap nanar ke arah Rei. Namun menatap intens ke arah Farhan.
"Adik Kecil ku yang manis. Ingat pulang? " sahut Farhan santai, merentangkan tangan nya, bersiap untuk menerima pelukan adik kecil nya.
"Kakak suruh mereka jatuhin senjata nya, atau Aisyah akan bunuh diri! Kakak tau, Aisyah selalu megang kata - kata Aisyah" ancam Aisyah, gadis manis itu telah siap dengan pisau yang sudah menempel di pergelangan tangan nya.
***
Dua episode loh yah
Di tunggu Vote,like, dan komen nya.