My Perfect Mafia Daddy

My Perfect Mafia Daddy
Part 40: Tentang Cleo



"Apa kau masih marah?" tanya Aqila pada Frans yang tidur membelakanginya. Mereka masih berada di mansion Gevonac karena Frans yang masih kurang enak badan.


"Frans, jangan diamkan aku seperti ini." ujar Aqila sambil menggoyangkan lengan sang suami.


Frans tak menggubrisnya sang istri, karena kesal Aqila pun mencubit keras lengan kekar Frans hingga timbul pekikan dari sang korban.


"ARGHH!"


"Rasain! aku bukan cewek sinetron yang kalau di cuekin nangis, masih untuk bukan bulu mataku yang ku tarik," kesal Aqila.


Frans pun kini telah duduk, dia mengusap lengan yang di cubit oleh istrinya. Dengan bibir yang mengerucut kesal, Frans menatap istrinya yang menatapnya tak bersalah.


"KDRT kamu Love," ujar Frans.


"Laporin sana, laporin! biar aku bilang juga kalau suamiku cemburu," ujar Aqila.


Pipi Frans tiba-tiba memanas saat Aqila berkata bahwa dirinya cemburu, Aqila yang menyadari hal itu segera menyentuh pelan pipi Frans.


"Perasaan malam ini dingin deh, kok wajah kamu malah merah?" ledek Aqila.


"Jangan meledekku!" ujar Frans.


Aqila tertawa, menurutnya Frans sangat lucu ketika malu. Di tambah kini wajah sangar pria itu tak terlihat akibat kemerahan yang ada di pipinya.


Netra Frans menatap tawa Aqila, semenjak kejadian itu dia tak pernah melihat Aqila tertawa bahagia lagi seperti itu. Apakah Aqila sudah menerimanya kembali? apakah cinta Aqila sudah kembali untuknya?


"Ada apa? mengapa kau melihatku seperti itu?" heran Aqila.


"Tidak, baru kali ini aku melihatmu tertawa lepas semenjak kejadian ... malam itu," ujar Frans dan melirihkan suaranya di akhir ucapannya.


Seketika Aqila pun terdiam, bagaimana bisa dirinya berasa kembali seperti sebelum terkena kesalahan itu? padahal dirinya tahu bahwa pria di depannya lah yang merenggut masa depannya.


"Maaf, seharusnya aku tak membahas hal itu," ucap Frans yang merasa perubahan ekspresi Aqila.


Aqila tersadar, dia menggeleng dan merebahkan tubuhnya. Frans pun ikut seperti apa yang di lakukan sang istri, tapi netranya tak lepas dari wajah istrinya itu.


"Apa aku boleh menyapa anak kita?" tanya Frans.


Dengan ragu, Aqila pun mengangguk. Frans menyibak selimut Aqila, dia menatap perut Aqila yang buncit, tangan besarnya dia arahkan menyentuh perut tempat dimana sang anak tumbuh.


"Halo anak appa, apakah kau sudah tidur? jangan tidur dulu okay, appa ingin bercerita padamu," ujar Frans sambil mengelus perut Aqila.


Hati Aqila menghangat, Frans berusaha untuk menjadi seorang ayah yang baik walau pada awalnya pria itu tak mengharapkan anaknya.


"Apa kau tahu, appa sangat menyayangimu. Sangat, sangat ... cepatlah keluar agar kita main bersama," ujar kembali Frans.


"Kenapa appa? kenapa tidak daddy atau ayah saja?" bingung Aqila.


"Biar gak pasaran," ujar Frans.


Aqila mengangguk, terserah suaminya karema bagaimana pun juga Frans berhak menentukan panggilan untuk dirinya.


Tak lama Aqila pun menguap, dia sangat mengantuk. Dirinya pun tertidur, sementara Frans masih sibuk berbincang dengan sang anak.


"Aqila sudah malam, sebaiknya kau ti ... eh, sudah tidur?" ujar Frans dan terkejut ketika mendapati Aqila yang ternyata sudah tertidur.


Frans dengan iseng menyingkap baju tidur Aqila, dia mencium singkat perut Aqila dan kembali menutupnya lagi.


"Night kiss anak appa. Gak papa kan yah, orang cium bini sendiri bukan bini tetangga," bisik Frans.


Frans pun membenarkan posisi tidur Aqila, dia menyelipkan tangannya pada lengan Aqila dan menyampingkan tidur istrinya itu. Setelah nya Frans mengambil bantal kecik dan dan menaruhnya di belakang perut Aqila.


"Kayak gini kan yah, liat di tutorial video sih begini caranya agar bumil tidurnya nyenyak," gumam Frans.


Frans menidurkan dirinya, dia menarik selimut untuk menutupi mereka berdua. Setelahnya Frans pun tertidur tanpa memeluk Aqila.


***


"Maaf tuan, ada wanita gila yang memaksa nerobos masuk. Bahkan dia mengacak tempat resepsionis tuan," ujar salah satu pegawai Frans.


Frans dan Aqila yang sedang makan siang pun terpaksa harus menghentikan kegiatan mereka.


"Siapa?" heran Frans.


"Wanita yang beberapa hari laku anda usir tuan," ujar pegawainya.


Sesampainya di lantai bawah, sudah tampak ramai para karyawan yang melihat kejadian itu. Aqila yang penasaran pun menerobos masuk.


"HENTIKAN INI CLEO! APA KAU SUDAH GILA MEMBUAT KEKACAUAN DI KANTORKU HAH?!"


Wanita bernama Cleo itu mendekati Frans, dia menarik jas Frans dan menatap Frans dengan tatapan aneh.


"Yah ... aku gila kalau kau lupa," ujar Cleo.


Frans pun menghempaskan. tangan Cleo dari jasnya, dia menatap tajam wanita yang ada di depannya ini.


"Kenapa kau bisa kabur dari ruang isolasi? bisa-bisanya mereka mengeluarkanmu dalam keadaan gangguan jiwa seperti ini?!" sinis Frans.


"Karena aku mencintaimu hahaha, setelah ku menyingkirkan kakakku dan sekarang sahabatku malah yang mendapatkanmu. Jika begitu aku harus menyingkirkannya juga!" ujar Cleo dengan netra yang menatap Frans tajam.


Frans menggeleng, seketika dirinya terkejut saat Cleo mencium pipinya. Aqila yang melihat hal itu segera mendekati Frans dan menarik Cleo.


PLAK!


"Lancang kamu mencium suami saya! gak punya harga diri kamu!"


Wajah Cleo tertoleh ke samping, bahkan kini pipinya menjiplak tangan Aqila karena sangking kerasnya tamparan itu.


"Sayang kenapa kau ...,"


"DIAM!" tunjuk Aqila tepat di depan wajah Frans.


Frans oun kembali menutup mulutnya, dia tahu jika emosi Aqila sedang tidak bisa di kontrol akibat sahabatnya yang sudah lancang terhadap Frans.


Aqila kembali menatap wanita di depannya yang sudah mengangkat wajahnya, dengan netra yang menatap tajam Aqila pun memberanikan diri untuk kembali berbicara.


"Kau itu sahabat ku, aku sering bercerita tentang Frans padamu ketika kita masih kuliah dulu, dan ternyata? ternyata kau malah mencintai suamiku? SEJAK KAPAN?! JAWAB AKU!"


"Hahaha, Aqila ... kau tahu, Frans adalah tunangan kakakku. Hal yang membuat dirinya menjauhimu karena dia mencintai kakakku! kakak kandungku!" sentak Cleo.


Aqila tersenyum sinis, dia mendekati dirinya lebih dekat dengan Cleo. Sambil berbisik, Aqila mengangkat satu sudut bibirnya.


"Aku tahu itu, bahkan aku tahu kakakmu. Maka itu aku mendekatinya agar lebih mudah merebut calon kakak iparmu itu, tapi sayang sekali ... kau malah membuat rencanaku semakin berjalan mulus," ujar Aqila karena tak ingin kalah dengan Cleo dia memakai cara itu agar Cleo semakin marah.


Cleo semakin panas, dia menatap Aqila dengan kilat kemarahan. Frans tak mengerti apa yang di ucapkan istrinya sehingga bisa membuat Cleo begitu marah.


"KAU PEMBUNUH!" teriak Cleo sambil menunjuk Aqila.


"Why, Why are you angry?" ujar Aqila dengan nada rendah.


"Kau membunuhnya dengan tanganmu sendiri, sedangkan aku ... aku hanya fokus pada tujuanku. Kau di beri akal gunakanlah untuk berpikir, oh iya aku lupa ... kau kan gila," lanjut Aqila.


Emosi Cleo semakin terpancing, Cleo mengangkat tangannya dan akan menampar Aqila. Namun, Frans dengan sigap menahan lengan Cleo agar tak menyentuh pipi sang istri.


"Don't touch my wife!" geram Frans.


"Frans, dia telah ...,"


"Di depan mataku sendiri kau menusuknya dengan senjata milikmu, jika kakakmu tidak memberi pesan padaku sebelum dirinya meninggal agar tidak memasukkanmu ke dalam penjara ... sudah ku pastikan saat itu kau membusuk di penjara! dan beruntung lah kamu memiliki gangguan mental hingga kau harus di hukum di balik ruangan putih yang sama dengan penjara!" sela Frans dan menghempaskan tangan Cleo.


Cleo terkejut, dia akan menjawab apa yang Frans ucapkan. Namun, tangannya di tahan oleh petugas rumah sakit jiwa yang tadinya Frans telpon.


"FRANS! KENAPA KAU MALAH MEMANGGIL MEREKA! AKU TAK MENERIMA INI FRANS!"


Frans menghiraukan teriakan Cleo, dia membubarkan kerumunan dan mendekati istrinya yang tengah menatap Cleo.


"Sudahlah, kau sudah tahu bukan?" ujar Frans sambil menyentuh pundak sang istri.


Aqila menghempaskan tangan Frans, dia menatap Frans dengan sinis sembari bersedekap dada.


"Kau satu untuk selamanya, kau satu untuk selamanya ...siapa itu yang pernah bicara seperti itu padaku? kau atau kuyang?" sinis Aqila.


"Kenapa gak sekalian ambil adiknya? biar PUAS!" kesal Aqila dan membiarkan Frans yang menatapnya heran.


__________


Btw, senin nih. Bagi kalian yang masih memiliki Vote, bantu vote karya author yah😍😍😍 terima kasih🤗🤗🤗