My Perfect Life

My Perfect Life
MPL 08



Bugh, bugh, bugh


Siska terkejut dengan kedatangan seorang pria yang tiba-tiba memukul 2 pria jahat itu hingga tumbang, Siska menoleh memastikan siapa yang menolongnya. 


“Kamu gpp?? Ada yang luka??” 


Oh Tuhan, bagaimana siska bisa melupakan mu Jack. Jika kamu yang jadi penyelamat hidupnya?? 


Siska langsung menghambur memeluk Jack. Kebetulan Jack melewati jalan itu untuk menjemput Mia pulang sekolah. Jack terkejut mendapatkan respon Siska yang memeluknya tiba-tiba. 


“Siska, sudah tidak apa-apa. Aku akan melaporkan mereka ke polisi.” Jack berusaha menenangkan sambil menepuk-nepuk punggung Siska. Siska mengurai pelukannya dan matanya membelalak kaget melihat darah segar mengalir dari tangan kanan Jack. 


“Jack, tanganmu berdarah!” 


“Oh, ini hanya tergores.” 


“Tidak, kau begini karena aku. Kita kedokter ya!” Siska memaksa Jack untuk ke dokter.


“Tidak perlu, lukanya tak dalam. Kita ke mini market saja membeli obat disana. Kebetulan aku ingin menjemput anakku, aku takut dia menunggu lama jika harus ke dokter dahulu. Biar Kuantar kau pulang, mobilmu mogok kan??” 


Siska tertegun, betapa baiknya pria ini. Hatinya yang berusaha untuk merelakan kini kembali memberontak.


Salahkah bila ia menginginkan milik orang lain?? 


🌷🌷🌷


Kediaman Jack Adinata


“Mommy, tadi Daddy melawan penjahat lho. Sampe tangannya luka, 2 lawan 1!” Mia bercerita dengan antusias, tadi aku menceritakan yang terjadi di sepanjang jalan pulang mengantar Siska kemudian pulang ke rumah. 


“Daddy, lain kali lebih hati-hati lagi ya. Terus bagaimana dengan teman Daddy? Baik-baik aja kan??” Maya mencecar pertanyaan padaku sambil mengganti perban dengan yang baru. 


“Dia baik-baik adja, sedikit syok karena ini yang pertama baginya mendapatkan tindak kriminal.” 


“Mommy juga akan syok klo di posisinya, mainannya pisau lho!” Maya menyetujui pendapatku. 


“Mommy udah biasa liat wanita cantik mengelilingi Daddy, karena bagaimanapun cinta daddy hanya untuk Mommy.” ucap Maya penuh percaya diri dan itu pengakuan yang membuat ku tenang. Dia selalu mempercayaiku. 


“Betul sekali, Daddy hanya cinta mati sama Mommy.” aku meraih Maya kedalam rangkulanku. Dan mengecup pelipisnya mesra. 


“Ish... iya deh. Yang bucin!” Kami berdua membulatkan mata menanggapi ucapan Mia.


“Mia tau dari mana istilah-istilah itu??” Tanya Maya dengan penasaran. 


“Aku tuh udah 9 tahun Mommy, tau mana yang ganteng sama yang cantik” jawab Mia sok dewasa. “Hmm... aku tau dari film mermaid” tambahnya. 


“Besok TV kabelnya Daddy copot!” Bawa pengaruh buruk tontonan zaman sekarang, anak bisa dewasa sebelum waktunya.


“Itu bukan TV kabel Daddy, itu ada di saluran lokal SC**” 


“Besok Daddy telp pihak TV-nya biar dicabut penayangannya!” Ucapku tidak mau kalah.


“Emang Daddy bisa? Emang Daddy presiden?” Maya tergelak dengan jawaban polos Mia yang di luar dugaan itu sedangkan aku hanya bisa menepuk jidat melihat tingkah anak semata wayangku ini. 


🌷🌷🌷


Apartemen Siska


Siska terus berguling kesana kemari diatas ranjangnya. Lalu kemudian duduk, dan kembali berguling2. Entah kenapa ia menjadi tidak dapat memejamkan matanya. Setelah Jack mengantarkannya pulang jantungnya terus berdetak dengan tidak karuan.


Di sepanjang jalan Siska menatap Jack melihat interaksi dengan anaknya yang begitu harmonis, Jack benar-benar sosok pria sempurna yang baru pertama kali Siska temui. Betapa bahagianya dia yang menjadi istrinya, betapa beruntungnya wanita itu.


Siska sungguh iri, timbul rasa penasaran seperti apa istri seorang Jack. Apakah sangat cantik hingga mampu menaklukkan jack, andai ia yang menjadi istrinya. Pasti hidupnya akan sangat bahagia. Jack... Jack ... nama itu terus terngiang dibenak Siska.


Please rate vote dan likenya yach...!


Enjoy!