
Maya mengantar Catherine dan Mia sampai teras rumah. “Hati-hat dijalan ya, klo ada apa-apa langsung telpon Kakak!” Maya khawatir.
Catherine terkekeh “Ya ampun, kita hanya ke taman.”
“Iya Mommy, kita cuma jalan-jalan ke taman komplek kok.” Seru Mia sudah tidak sabar. “Ayo Tante!!” Mia menarik tangan Catherine.
“Ok ok, bye kak!” Catherine melambaikan tangan sambil berlalu. Maya memasuki rumah ketika Catherine dan Mia sudah tidak terlihat dari pandangannya.
Baru Maya ingin menaiki tangga ke arah kamarnya, bel pintu utama terdengar. Siapa yang datang? Maya akhirnya mengurungkan niatnya untuk menaiki tangga, ia menghampiri pintu utama dan membukanya
Cklek
“Selamat siang, apa benar ini kediaman Jack Adinata?” Sapa seseorang kurir.
“Benar, ada apa ya?” Jelas Maya.
“Ada paket untuk Nyonya Maya Adinata.”
“Owh, kebetulan dengan saya sendiri,”
“Tolong minta tanda tangannya sebagai bukti penerimaan!” Pinta kurir.
Setelah tanda tangan, kurir tersebut langsung pergi. Padahal Maya belum sempat mengucapkan terima kasih. Kurir itu terlihat terburu-buru, Maya melihat paket yang ditujukan untuknya. Sebuah amplop kecil, apa isinya dia penasaran.
Maya pun memasuki rumah, setelah mengunci pintu ia beranjak menaiki tangga menuju kamarnya. Ia duduk ditepi ranjang, kemudian membuka amplop itu dengan perlahan terdapat beberapa foto disana.
Mata Maya membulat sempurna, ia terhenyak dengan gambar yang ada disana, foto Jack suaminya dengan seorang wanita. Tanpa terasa buliran sebening kristal mengalir membasahi pipinya, dengan tangan bergetar dia menutup mulut, menahan isak tangis agar tidak terdengar. Dia ingin terus percaya bahwa foto itu tidak benar atau hanya rekayasa. Hanya saja, foto-foto itu terlalu intim jika disebutkan ketidak sengajaan.
Foto yang memperlihatkan Jack yang berciuman dengan seorang wanita, dan yang paling membuat Maya sesak adalah wanita yang dicium Jack adalah Siska. Orang yang dia ajak makan siang bersama waktu itu, wanita yang sama sekali tidak terbersit dipikiran Maya akan menjadi orang ketiga antara dia dan suaminya.
"Apa yang kau lakukan Jack?" Ucapnya lirih. Maya tidak menyangka, bagaimana bisa Jack melakukan ini padanya. Apakah Jack mulai merasa bosan pada dirinya? Hingga mencari wanita lain.
“Kuatkan hatiku Tuhan...!” Do’a Maya sambil meremas dadanya nyeri seperti dihujam belati. Entah ia harus bagaimana sekarang, ia bingung apa dia bisa menatap suaminya sekarang.
🌷🌷🌷
Taman Komplek
“Mia..”
“Ya”
“Daddy pernah pulang telat ga?”
“Pernah ga pulang malah, 1 kali!” Celetuk Mia, Catherine pun mengeryit.
“Terus? Tidurnya dimana donk?”
“Kata Mommy Daddy nginep di kantor.” Jelas Mia sambil menyuap ice cream vanila yang tinggal sedikit. Catherine berfikir apa waktu itu kakak nya dijebak oleh Siska?
“Terus Mommy gimana waktu Daddy gak pulang?” Tanya Catherine kembali.
“Gak gimana-gimana, tapi shubuh-shubuh aku lihat Mommy kompres matanya.” Mia melahap suapan ice cream terakhirnya.
Pasti kak Maya nangis semalaman, dasar Jack ga tau diuntung. Udah punya istri manis,baik masih aja cari gara-gara. Kurang apa lagi coba Kakak Maya itu? Gumam Catherine mengutuk Jack sambil meremas ice cream cone ditangannya.
“Tante!! Ice creamnya hancur!” Mia berseru panik memecah lamunan Catherine.
“Ahh... jadi kotor deh, ya sudah kita langsung pulang adja. Gak apa-apa kan Mia?”
“Ok, Mia juga udah kenyang jadi ngantuk tante,” Ucap Mia riang membuat Catherine gemas, begitu sederhana ponakannya itu. Meminta jalan-jalan hanya ke taman komplek sambil makan ice cream, bukan ke Disneyland atau ke Dufan.
🌷🌷🌷
Kediaman Jack adinata
Saat Catherine dan Mia sampai rumah mereka tidak dapat masuk karena pintu rumah terkunci, hingga akhirnya Mia memasuki rumah lewat taman belakang.
“Mommy!” Mia berteriak mencari ibunya sedangkan Catherine ke pantry untuk meminum air putih, ia kehausan karena lelah berjalan kaki dari taman komplek menuju rumah.
Please rate, vote dan likenya yach!!!
Enjoy!