
Aku melajukan mobil dengan kecepatan sedang, tidak menunggu lama akupun sampai ke tempat tujuan. Jaraknya tidak begitu jauh dari kantor ku, aku melangkahkan kaki menuju kamar apartemen Siska.
Pintu apartemennya terbuka selang beberapa detik aku menekan bel, sosok Siska yang berantakan seperti habis menangis. Menyentil hati ku yang tiba-tiba merasa kasihan. Tapi aku berusaha menekannya, aku masih setia berdiri di depan pintu sampai Siska menyilahkan aku memasuki apartemennya.
“Masuklah Jack!” Siska menutup pintu setelah aku memasuki ruangan dan mengajak ku duduk di sofa ruangan itu. Apartemen yang cukup mewah, luas. Tanpa menunggu lama aku langsung memberikan nya pertanyaan pada Siska yang sedang menaruh minuman di meja.
“Kenapa kau ke rumah ku, sudah ku bilang tunggu aku menghubungi mu! Apa maksud mu mendekati istriku?” Mulutku sudah gatal ingin menanyakan hal ini dari tadi.
“Bukannya kau sudah dengar alasannya dari istrimu Jack, aku tidak sengaja melewati sekolah anakmu dan kami pun bertemu. Apa kau takut istrimu tau apa yang telah terjadi antara kita?” Mataku melotot mendengar perkataannya, Siska seolah memancing kemarahanku hingga membuatku mengertakkan gerahamku.
“Tidak ada yang terjadi kemarin malam, aku tau itu. Kau dan ayahmu menjebak ku, kenapa kau lakukan itu Siska?” Jawabku menahan marah sambil mengepalkan kedua tanganku.
“Menjebak?, apapun itu tidak menghilangkan kenyataan bahwa kita telah menghabiskan malam bersama Jack!!” Siska setengah histeris, aku terkejut melihat ekspresi Siska yang kacau.
“Semua salah mu, kau membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama. Aku terpesona oleh mu ditambah Sikapmu yang hangat dan selalu ramah menguatkan perasaanku, tapi semua sirna ketika aku tau kau sudah menikah,” Siska menunduk sambil terus mengeluarkan isi hatinya, aku hanya bisa diam mendengarkan.
“Awalnya aku menyerah, aku ingin mengubur rasa yang baru saja berkembang. Aku tidak mau menjadi orang ketiga, tapi peristiwa itu saat kau menolongku dari 2 pria asing membuat perasaan ku kembali muncul tak tertahankan. Aku mencintaimu Jack... tidak pantaskah aku dicintai oleh mu?” Pertanyaan Siska yang membuat kepalaku semakin pening, aku baru menyadari bahwa Siska seorang wanita yang haus kasih sayang.
Mungkin ini semua karena latar belakang keluarganya yang banyak orang tau tidak harmonis. Aku menekan amarahku berusaha bersabar sambil menghembuskan nafas pelan aku mendekat dan memegang kedua sisi bahunya.
“Tapi aku maunya kamu Jack, aku hanya mau kamu... aku tidak keberatan jika aku menjadi yang kedua” Tiba-tiba Siska mendekat mengikis jarak antara kami, dia menyentuh bibirku dan mengusapnya. “Dan malam itu, adalah malam terindah yang pernah aku alami. Merasakan kenikmatan bersamamu, merasakan bibirmu mencumbuku mesra.”
Cukup! Dengan keras aku menghempaskan tubuhnya hingga terjerembab ke lantai. Aku tidak pernah melakukan tindak kekerasan pada wanita, tapi kali ini rasanya aku ingin mencekiknya.
“Akhhh.... apa yang kau lakukan Jack?” Siska meringis ngilu merasakan tubuhnya yang sakit akibat hempasanku padanya.
“Kau gila! kau suruh aku mendua? Dan apa tadi kau bilang? Kau menyalahkan aku atas semua ini?!” Aku berdiri menjauhinya dengan mengurut pangkal hidungku dan kembali menatapnya tajam.
“Ya, harusnya sejak awal kita bertemu aku tidak menghiraukan mu. Ah tidak, harusnya kita tidak pernah bertemu. Dan aku menyesal telah menolongmu saat itu!!” Aku berbalik menuju pintu dan membantingnya dengan keras.
Brengsek!!!!
Please rate, vote dan likenya yach...!!!
Enjoy!