My Perfect Life

My Perfect Life
MPL 64



Kediaman Jack Adinata


Catherine dan Nyonya Caroline tampak sibuk menata ruang untuk menyambut kedatangan Maya dan Mia. Mereka sangat rindu pada dua orang tersebut, hampir 1bulan rumah terasa sepi tanpa kehadiran mereka.


"Cath, coklat untuk Mia kamu taruh mana?" Nyonya Caroline menengok ke kanan dan ke kiri mencari sesuatu.


"Aduh... coklatnya lupa beli Bu!" ucap Catherine heboh.


Nyonya Caroline menatap anak perempuannya dengan malas. "Masih muda kerjaannya lupa melulu, jangan-jangan kamu lupa nikah juga ya makanya sampai sekarang belum punya pacar."


Mata Catherine menajam, ia paling tidak suka bila sudah membahas masalah pernikahan. "Bu, aku gak suka ya Ibu bahas pernikahan sama aku!"


"Ya ampun Catherine! Mau sampai kapan kamu sendiri? Lupakan mantanmu yang brengsek itu, masih banyak pria baik di luar sana. Kamu harus move on!" Nyonya Caroline tidak menyangka bahwa Catherine masih trauma dengan yang namanya menjalin hubungan.


Semua karena Dave, mantan Catherine ketika kuliah di Paris. Itu terjadi 5 tahun yang lalu, 5 tahun pula Catherine menjaga jarak pada pria sejak itu. Catherine mendapati mantan pacarnya sedang asik bergumul dengan wanita lain di apartement miliknya.


Catherine tidak habis pikir, bagaimana bisa Dave menghianatinya hanya karena adat timur Catherine yang menjaga kesucian hingga menikah nanti. Dave mencintai Catherine, ia berdalih jika melakukan itu hanya sebatas menyalurkan hasrat. Tidak ada perasaan sama sekali.


🌷🌷🌷


Flashback On


"Sayang, maafkan aku... aku hanya mencintaimu. Kami tidak ada hubungan apa-apa. Hanya sebatas pembeli dan penjual," Dave berusaha mendekati Catherine yang masih berdiri mematung setelah memergoki kegiatan laknat di apartement Dave.


Semurah itukah cintanya? Kalah hanya oleh selangkang*n seorang j*lang? Aku mencintai pria bajing*n ini setulus hati.


Saat itu Catherine ingin memberi kejutan pada Dave yang berulang tahun. Ia berdandan secantik mungkin untuk mantannya sambil membawa Red Velvet kesukaan Dave. Tapi Catherine yang dikejutkan oleh Dave, Catherine melempar kue itu asal ketika Dave sedang asik mereguk nikmat di ranjang.


Tidak ada kekurangan pada Catherine, wanita cantik dengan tubuh sempurna. Mempunyai pemikiran cerdas dan memikat siapa saja yang melihatnya. Sungguh Dave pria bodoh menyia-nyiakan berlian untuk sebuah debu di jalan.


"Tidak Catherine!!!" Dave berusaha mengejar sambil membenarkan pakaiannya. Namun Catherine tidak menghiraukan teriakan mantan yang memanggil namanya.


"CATHERINEE!!!"


🌷🌷🌷


Flashback Of


"Catherine... Cath... Kau mendengar ibu?" Nyonya Caroline memanggil-manggil Catherine yang tiba-tiba terdiam.


Catherine tersadar dari lamunan yang masih membayanginya sampai saat ini. Bahkan suara desahan Dave bersama wanita j*lang itu masih ia ingat. Catherine menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Aku mau membeli coklat untuk Mia," Catherine beranjak pergi. Nyonya Caroline tau bahwa Catherine masih belum bisa lepas dari bayang-bayang masa lalu.


"Pasti dia memikirkan pecundang itu, bikin gemas saja!"


"Apanya yang gemas bu? Ayah juga gemas sama Ibu?" Tuan Adinata tiba-tiba muncul mengagetkan istrinya dengan senyum jenaka.


Nyonya Caroline menatap sinis pada suaminya yang tidak tau situasi dan kondisi. "Ya, ibu gemas sama Ayah" cubitan maut pun mendarat di perut Tuan adinata.


"Aduuuuhhh...!!!"


Please rate, vote dan likenya yach!!


Tinggalkan jejak mu dengan komentar agar aku lebih baik lagi, enjoy!!