
Catherine menuju mobilnya tanpa memperhatikan jalan hingga tidak sengaja menabrak seseorang.
Bruk
Catherine terhuyung hampir terjatuh jika orang itu tidak memegang pinggangnya, ia mencoba melihat siapa yang menolongnya.
"Nona Catherine baik-baik saja?"
Catherine masih terdiam menatap yang menolongnya, jarak wajah mereka sangat dekat hingga hembusan nafas orang itu menerpa wajah Catherine.
Deg
Deg
Deg
Jantung Catherine berdebar, perasaan yang sudah lama tidak ia rasakan. Wajah Catherine memanas, mengirimkan ngenyar aneh seperti sengatan listrik yang menyengat di tubuhnya. Kenapa bisa begini? Padahal sebelumnya biasa saja ketika bertemu orang ini.
"Nona? Mau saya antar ke dokter?"
Catherine terkesiap oleh tingkah anehnya sendiri, ia segera membetulkan posisi dan menjauhi orang itu.
"Ak-aku baik-baik saja, maaf aku sedang tidak fokus!" Catherine menyugar rambutnya berusaha menghilangkan gugup.
Sedangkan orang itu terpesona dengan apa yang Catherine lakukan. Rambut panjang yang tergerai itu terbawa angin hingga membuat Catherine semakin memukau berkali-kali lipat.
"Wow" gumamnya.
"Ada apa Tomi?" Catherine sempat mendengar gumaman Tomi tapi tidak jelas. Ya orang itu adalah Tomi, pria yang sempat ia buat malu karena kebohongannya yang tidak mengenal Tomi.
"Tidak apa-apa, Nona selalu bersinar." Tomi berkata malu-malu membuat Catherine tersenyum simpul. Ia senang Tomi bisa membuyarkan pikirannya yang tadi semrawut.
"Well, ada apa kau kesini?"
"Tuan Jack memberitahukan saya jika beliau pulang hari ini, saya ingin bertemu dengan Nyonya Maya," Tomi menundukkan kepalanya. "Saya ingin meminta maaf, karena ide saya lah Tuan hampir kehilangan Nyonya Maya."
Catherine tidak bisa menghilangkan senyum di wajahnya, ternyata pria di depannya ini cukup bertanggung jawab. Bagaimana pun juga seburuk-buruk ide Tomi, karena idenya lah Jack bisa terlepas dari jerat Siska.
"Ambil positif, setidaknya Kakakku tidak berakhir dalam pernikahan palsu," Catherine mengedipkan matanya membuat Tomi membeku karena jantungnya berhenti mendadak untuk sesaat.
"Maaf karena aku sempat kasar padamu, terima kasih untuk selalu menjaga Kakakku." Catherine meninggalkan Tomi, ia berseru sebelum memasuki mobil. "Masuklah, tunggu Kakakku di dalam rumah!"
Tomi mengerjapkan matanya tidak percaya dengan apa yang telah terjadi. Catherine menggodanya, membuat ia hampir mati mendadak. Ia menaruh tangan di depan dadanya.
Bisa mati muda aku kalau begini setiap hari, bathin Tomi.
🌷🌷🌷
Mungkin ini ujian pernikahan kami, seberapa kuat kami bertahan dan menjalaninya.
KLAP
Suara bantingan pintu mobil membuyarkan atensi ku, ternyata Mia pelakunya. Ia langsung berlari menuju rumah, sambil bersenandung.
"Daddy ayo turun!" Maya menggoyangkan tangannya yang aku genggam. Aku memandang Maya dengan seringai, Maya salah tingkah.
"Kenapa buru-buru? Hem?" Aku membelai pipi Maya.
"Daddy, nanti ada yang lihat!" Maya panik sambil menengok kanan kiri.
"Kita belum pernah coba disini Mommy..."
"Coba apa?" ucap Maya Polos.
Aku tidak menjawab, aku langsung membungkam bibir Maya dengan bibirku. Mencium dengan lembut, aku menikmati manisnya bibir Maya bagai candu. Mencecap dan menghisap menyalurkan cintaku yang terlalu.
Maya yang sempat terkejut akhirnya mengikuti permainanku. Ia meremas bajuku, membuatku semakin hilang akal. Aku hendak menekan tuas kursi mobil agar lebih nyaman sampai...
Tok tok tok
"Mommy... Daddy!!!"
Maya terkesiap, ia langsung bangkit hingga membenturkan keningnya pada hidungku.
Bruk
"AAAWWW!!"
"Aduh!" Maya mengusap-usap keningnya, sedangkan wajahku membiru menahan nyeri ngilu.
"Dad-Daddy!! Maaf, aduh hidungnya sampai berdarah gitu. Copot tidak hidungnya? Tidak mancung lagi donk?" Maya heboh, aku mendelik tajam ketika Maya lebih memikirkan hidungku dari pada aku.
"Kenapa kalo Daddy tidak mancung lagi?"
"Mau cari Daddy baru yang hidungnya mancung!!" sahut Mia membuatku melotot. Aku segera turun dari mobil dan mengejar Mia yang berlari tunggang langgang sambil cekikikan.
Maya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya dengan sikap Mia yang jahil.
Maaf telat up karena lagi dirumah mertua, sinyalnya ga bersahabat juga.
Please rate, vote, likenya yach!!!
Tinggalkan jejak mu dengan komentar agar aku lebih baik lagi. Enjoy!!