My Perfect Life

My Perfect Life
MPL 21



“Kak Maya, bisa usir orang ini dari sini? Kita bisa hidup hanya bertiga!” Rayu Catherine pada Maya.


“Kau yang harusnya pergi dan kembali ke habitatmu, di Paris!” Aku terpancing emosi. Enak saja mau memonopoli Maya. Maya hanya milikku!


“Ya sudah, Kakak Maya dan Mia ikut bersamaku! Lukisanku pasti laris manis kalau kak Maya menjadi modelnya.” Catherine tidak mau kalah.


“Jangan mimpi! Maya istriku. Hanya boleh tinggal denganku!" Aku berdecih mengejek "Kau bilang model? Hah gambar Mia lebih baik daripada lukisanmu!” 


Catherine melotot, tampak urat disepanjang lehernya menyembul. “Kakak Maya kakakku ya! Aku juga berhak atasnya. Menjauhkan dia dari pria aneh sepertimu!” 


Maya dan Mia hanya jadi penonton dari pertikaian kakak beradik yang terjadi di meja makan. 


“Kok jadi begini Mom, jalan-jalannya bagaimana?” Mia berbisik pada Maya.


“Nanti jalan-jalan sama Mommy, Ok!” Maya menghibur Mia dan Mia langsung berbinar riang. Mereka ber-tos ria kemudian melahap makan malam mereka tanpa memperdulikan 2 orang yang masih asik dengan pertikaiannya. 


🌷🌷🌷


Makan malam pun usai kini mereka sedang berkumpul diruang keluarga sambil menonton acara kesukaan Mia, tidak ada yang keberatan. Malah terhibur dengan celoteh yang selalu keluar dari Mia ketika berkomentar masalah yang ditayangkan. 


Drrttt... drrttt... 


Ponselku bergetar ada panggilan disana dan aku terkejut ketika tau siapa yang menelpon. Aku segera beranjak dari sofa menjauhi ruang keluarga, sikapku tidak luput dari pengawasan Catherine. Sedangkan Maya asik menemani Mia menonton TV.


“Ekspresi kakak aneh, gugup dan tidak biasanya menjauh ketika menerima telepon. Sepenting apa si penelepon itu?” Batin Catherine.


“Ada apa?” Tanyaku dingin pada seseorang di seberang sana.


“Aku, aku hanya Merindukanmu Jack.” 


“Bukankah sudah ku bilang jangan hubungi aku jika sedang ada dirumah! Jangan sampai Maya tau atau rencana kita batal!” Ancamku pada Siska membuatnya ciut.


“Ok, ok. Maafkan aku, aku hanya ingin mendengar suaramu sebelum aku tidur. Jangan marah ya!” Rayu Siska dengan suara lembut.


Aku menghela nafas kasar sampai kapan aku harus begini, belum satu hari bersandiwara rasanya sudah seperti berabad-abad lamanya.


Klik 


Aku mematikan sambungan teleponnya dan mengurut pangkal hidung, kelapaku akhir-akhir ini cepat pusing. Pusing menghadapi masalahnya yang belum kunjung usai. Ketika aku berbalik badan aku dikejutkan dengan keberadaan Catherine yang berdiri di belakang ku hingga ponselku terjatuh.


PRAK


“Catherine apa-apaan?! Kau mau buat aku mati berdiri!” Bentakku dan segera memungut ponsel yang terjatuh.


Catherine tidak bergeming ia kemudian menyilangkan tangan di bawah dadanya “Siapa tadi yang telepon?” Cecarnya.


Aku menatapnya dengan datar sambil melangkah meninggalkan Catherine aku berkata. “Bukan urusanmu!”


Saat aku sudah melewati Catherine 2 langkah Catherine berbalik dan mengancam. “Jika kau berani bermain gila di belakangnya, jangan harap kau bisa melihatnya lagi disini!” Suaranya mendesis penuh penekanan. Catherine pun pergi meninggalkan aku yang terkejut dengan ancamannya.


Maya yang mendengar keributan ruangan lain kemudian bermaksud menghampiri namun sudah dihadang Catherine yang berjalan kearahnya.


“Ada apa Catherine, aku dengar ribut-ribut tadi diruang tamu. Kau bertengkar lagi dengan kakak mu?” Maya bertanya pada Catherine yang tepat dihadapannya, terselip rasa khawatir disana.


Sempat terdiam sesaat, Catherine memandang Maya dengan tatapan yang sulit diartikan. “Tidak ada apa-apa kaka, hari ini kakak dan Mia tidur denganku ya, ayo!” 


Catherine menarik maya kemudian mengajak Mia ke kamarnya. “Mia ayo tidur dengan Tante dan Mommy malam ini!”


Mia yang mendengar itu langsung berbinar senang. “Yeay perempuan semua ya tante, asik!” Mia langsung berlari ke arah kamar Catherine. Sedangkan Maya agak keberatan,


“Tapi Cath, bagaimana dengan kakakmu Jack?” Maya menoleh ke belakang mencari keberadaan Jack yang ternyata masih berdiam diri di ruang tamu.


“Tenang saja, aku sudah meminta ijin padanya!” Jawab Catherine berbohong.


Please berikan rate, vote dan likenya yach!


Enjoy!