
“Apa tidak merepotkan mu Cath? kakak juga bisa mengantarnya, kakak hanya tidak ingin meninggalkan kamu sendiri dirumah. Apa kita berangkat berdua?” Tawar Maya.
“Ti-tidak usah! Aku, aku saja ya kakak!” Catherine bersikeras meskipun berkata dengan gugup.
“Baiklah, dan selesaikan lah masalah kalian tadi pagi. Aku tidak ingin ada masalah diantara kalian!” Maya meraih dan menggenggam tangan Catherine. Mata Catherine mendadak memanas dan Catherine membalas genggaman Maya.
“Kakak tenang saja, semua akan baik-baik saja. Aku akan menjaga kalian!”
Maya mengeryit mendengar akhir kata Catherine yang agak ambigu. Menjaga dari apa?
Catherine pun pamit untuk mengantarkan ponsel Jack ke kantornya. Catherine mengeratkan genggamannya pada kemudi mobil saat mengingat pesan apa yang ada di ponsel Jack dari seseorang yang bernama Siska. Dalam pesannya Siska mengajak Jack makan siang, sambil menyisipkan kata rindu di akhir pesannya.
Apa semua lelaki berengsek?? Termasuk kakak ku sendiri? Batin Catherine.
🌷🌷🌷
Adinata Group
Catherine sudah sampai diloby kantor Jack, dia sama sekali tidak memperhatikan penampilannya saat menuju kantor karena sudah di kuasai dengan emosi yang meluap-luap. Saat ini dia hanya memakai t-shirt agak ketat yang menampilkan lekuk indah tubuh bagian atasnya dengan celana jeans 3/4.
Banyak karyawan pria yang diam-diam menatap Catherine karena terpesona dengan kecantikannya, wajah Indonya dengan rambut coklat ikal bergelombang menambah nilai kecantikannya berkali-kali lipat. Catherine melangkahkan kaki menuju resepsionis.
“Saya ingin bertemu dengan Jack Adinata! Bilang saja dari Catherine.”
Salah satu karyawan resepsionis mendekat. “Apakah anda salah satu keluarga tuan Jack?” Tanya nya karena melihat wajah Catherine yang sekilas mirip Jack Bos-nya.
“Kau pintar, aku adiknya. Siapa nama mu, biar ku suruh kakak menaikan gajimu.” Catherine tersenyum menawan membuat sang pegawai bersemu merah padahal dia wanita.
“Terima kasih nona, nama saya Anna. Silahkan langsung ke lift khusus di sebelah sana, itu langsung ke ruangan Tuan Jack.” Jelas Anna tersenyum malu-malu.
“Ok! Anna terima kasih banyak, I remember you.” Ucap Catherine sambil berlalu menuju lift.
“Ya ampun Anna beruntung kamu, gaji langsung naik.” Salah satu karyawan menyenggol bahu Anna yang masih terpesona dengan kecantikan Catherine.
“Kamu liat kan tadi adiknya tuan Jack cantik parah, kaya aktris Hollywood!” Anna berseru.
“Awas kamu pindah haluan.”
“Mimpi!!” Serentak karyawan yang lain menyahut dan tergelak bersama melihat wajah Anna yang cemberut.
Ting
Lift pun terbuka, Catherine dengan langkah lebar memasuki ruangan Jack tanpa mengetuk pintu.
Brak
Catherine membuka pintu dengan keras hingga membuat Tomi yang sedang memegang berkas dibuat kaget dan berkas pun berserakan ke lantai. Catherine mengedarkan pandangan di setiap sudut ruangan mencari sosok Kakaknya yang ternyata tidak di tempat.
“Mana kakak?!” Ucap Catherine dingin.
Tomi yang melihat raut wajah Catherine yang memancarkan amarah meneguk salivanya pelan. Dia baru saja mendengar cerita Jack bahwa Catherine mencurigainya,
“Tuan Jack sedang ada pertemuan dengan klien nona Catherine.” Ucap Tomi setenang mungkin.
“Klien? Yakin klien? Bukan selingkuhan?” Sahut Catherine sontak membuat Tomi membelalakkan matanya.
“Kenapa kau kaget begitu? Atau kau jangan-jangan bersekongkol ya menutupi kebusukan bos mu?” Cecar Catherine penuh emosi.
“Nona Catherine salah paham, Tuan Jack benar-benar sedang bertemu dengan klien.” Tomi berusaha membela Tuannya.
“Apa klien itu bernama Siska?” Catherine berjalan mendekat dan menarik kerah kemeja Tomi dan menariknya.
“Jangan main-main denganku, katakan apa yang kau ketahui tentang mereka!” Bentak Catherine.
Tomi akhirnya pasrah, dia memilih menceritakan semua rencananya dengan sang Bos dibanding harus membuat Catherine salah paham dan memperkeruh keadaan.
“Jadi, kakak di jebak?” Catherine kembali meyakinkan. Tomi menganggukkan kepalanya.
Please rate, vote dan likenya yach!!!
Enjoy!