My Perfect Life

My Perfect Life
MPL 18



Maya meremas sprai menahan nikmat hentakan yang aku berikan, entah kenapa aku tidak bisa menahan diri jika sudah di dekatnya. 


Desahan maya menjadi melodi indah di telingaku, membuatku tidak ingin mengakhiri permainan ini. Aku mempercepat ritme, menekan semakin dalam ke titik inti. Hingga hentakan keras terakhir.


“Aaakkhhh...” Desah kami bersama-sama.


Aku menyemburkan semua cairan kedalam rahim Maya. Berharap benih itu tumbuh dan menjadi makhluk mungil nan lucu dikemudian hari. Aku berguling kesamping agar tidak menindih Maya, dan mengecup keningnya. 


“Terima kasih Mommy.” 


Maya menganggukkan kepalanya sambil terpejam, dan tak lama terdengar dengkuran halus darinya. Maya tertidur, aku menyerangnya cukup lama. Dia pasti kelelahan.


“Apapun yang terjadi percayalah padaku, semua akan baik-baik saja.” Bisik ku lirih hingga kemudian aku pun ikut terlelap bersama Maya menyusuri dunia mimpi.


🌷🌷🌷


Kediaman Danu Permana 


Tampak Siska yang sudah terbangun padahal waktu masih menunjukkan pukul 03.00 pagi.


“Aku tidak bisa tidur semalaman, memikirkan pertemuan ku dengan Jack nanti siang, aduh kulitku bisa jelek jika kurang tidur!” Siska menggerutu kemudian turun dari ranjangnya. Dia kemudian berjalan mondar-mandir mengelilingi kamar.


“Gaun, ah aku belum membeli gaun baru. Knp bisa lupa?” Siska histeris sendiri dan kegaduhan itu terdengar hingga kamar Pak Danu Permana.


“Siska apa yang kau lakukan pagi-pagi buta? Mengganggu Ayah tidur saja!” Hardik Pak Danu.


“A-Ayah maafkan aku! Siang ini Jack mengajak ku bertemu, aku hanya gugup takut mengecewakannya nanti.” Jelas Siska sambil menunduk merasa bersalah.


Mendengar Siska ingin bertemu dengan Jack Pak Danu pun tersenyum licik. “Benarkah Jack mengajakmu bertemu? Apa dia bersedia menikahimu?” 


“Entahlah Ayah, Jack hanya bilang ingin membicarakan masalah kami lebih lanjut.” Terdengar suara Siska lirih menandakan dia pesimis Jack mau menikahinya.


“Hm... jangan menyerah! Bujuk dia! Jerat dia hingga tidak bisa berpaling darimu. Kau cantik Siska.” Pak Danu menyemangati. 


“Iya Ayah, karena aku mencintainya. Aku tidak akan menyerah.” Siska mendongakan wajahnya dan berkata dengan mantap.


“Itu baru anak Ayah! Ayah tidak sabar menjadi besan keluarga Adinata yang terhormat.” Pak Danu menyeringai dan pergi meninggalkan Siska.


 


🌷🌷🌷


Kediaman Jack Adinata


Tok, tok, tok


Maya langsung terperanjat dan gerakannya mengusik ku.


“Ya ampun, jam berapa ini?” Maya mengedarkan pandangan pada jam dinding.


“Ahh, sudah jam 9 pagi. Aduh Mommy kesiangan!” Maya panik sendiri padahal hari ini hari libur.


“Sttss, Mommy tenang. Hari ini kan hari libur!” aku mengingatkan maya sambil kembali menariknya ke ranjanh mengajaknya tidur.


“Mommy... Daddy ... buka pintunyaaa!” Kembali suara Mia terdengar dibalik pintu.


Maya langsung beranjak turun dari ranjang dan meraih jubah tidurnya sebelum berjalan kearah pintu untuk membukanya. 


“Aduh maaf ya Mia cantik, Mommy kesiangan.” Maya berkata dengan nada menyesal


“Aku tau pasti Daddy yang bikin Mommy kesiangan.” sarkas Mia sambil melirik ku yang sedang duduk menyender dikepala ranjang. 


Akupun terkekeh, kemudian bangkit dari ranjang Hanya menggunakan celana boxerku. Mia kaget dan langsung menutup matanya.


“Daddy malu, masa ga pakai baju!” 


Maya melongo melihatku yang mendekati Mia dengan bertelanjang dada.


“Daddy masih pakai celana sayang, ada apa pagi-pagi ganggu Mommy dan Daddy tidur?” Aku mengacak-acak rambutnya gemas.


Mia pun mengintip dibalik jarinya yang menutupi mata.


“Ihh, tetap adja malu. Emang Nya Daddy mau berenang pakai celana pendek ga pake baju?” Aku tergelak mendengar celoteh Mia.


“Daddy udah sana pakai kaosnya dulu, kalau tidak lebih baik sekalian mandi. Aku mau bikin sarapan.” Maya melerai dan menatap Mia. “Mia belum sarapan ya?” Maya memastikan Mia sudah makan atau belum.


“Udah Mommy tadi sarapan roti buatan Mba Darmi.” 


“Anak pintar, kalau Mommy blm masak langsung minta ke Mba Darmi aja ya! Kasihan Mommy kecapekan.” 


“Iya Daddy.” 


Maya langsung mendorong ku kearah kamar mandi “Udah, mandi dulu ya Daddy!” Aku menangkap pergelangan tangannya “Gak mau sekalian mandi bareng?” Tawarku dengan senyum menggoda.


Please rate, vote dan likenya yach... Enjoy!!!