My Perfect Life

My Perfect Life
MPL 25



Aku meraihnya dan melihat terdapat 1 panggilan tidak terjawab dan 1 buah pesan yang belum terbuka. Aku membukanya dan tersentak dengan pesan Siska, apa mungkin Catherine melihat pesan ini? Saat aku bertanya-tanya Tomi membuka suara.


“Nona Catherine mengetahui masalah Nona Siska, saat datang Nona Catherine menyebut anda berselingkuh dengan Nona Siska.” 


Perkataan Tomi membenarkan pemikiranku bahwa Catherine membaca pesan itu. 


“Karena itu dengan berat hati saya menceritakan rencana kita dan alasan mengapa kita melakukan hal itu.” Ucap Tomi lirih.


Aku hanya bisa terdiam sambil memejamkan mata ku dan menengadahkan kepala ke arah langit-langit.


“Sudahlah, biarkan saja! Pekan depan semua selesai, Siska bersedia memeriksakan diri kerumah sakit.” 


“Syukurlah Siska sudah mau memeriksakan diri, saya sudah mengatur semuanya. Anda tinggal datang ke RS *** dan menemui Dr. Kevin disana.” Ujar Tomi bersemangat.


“Semoga semua berjalan lancar.” lirih ku.


🌷🌷🌷


Kediaman Jack Adinata 


Seusai dari kantor Jack, Catherine langsung menjemput Mia pulang sekolah. Dan kini ia sudah sampai di depan rumah Jack, disepanjang jalan Mia terus mengoceh masalah kesehariannya disekolah. 


“Tante, kita jalan-jalan yuk!” Ajak Mia. 


“Mia mau jalan kemana memangnya?” 


“Ga usah jauh-jauh deh, ke taman komplek juga tidak apa-apa.” Tawar Mia. 


“Kamu lucu kaya Mommy mu, mintanya tidak yang aneh-aneh. Emang buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.” Ucap Catherine gemas sambil mengacak rambut Mia.


“Duh Tante! Rambut aku acak-acakan neh.” Mia protes.


Catherine dan Mia memasuki rumah dan langsung menuju dapur mencari Maya. Maya sedang mengatur hidangan di meja makan.


“Iya Mommy.” Mia langsung berlari ke kamarnya untuk berganti baju setelah itu Mia beranjak ke dapur menghampiri ibunya.


“Mommy masak apa? Harum banget aku jadi lapar!” Mia memeluk Maya bergelayut manja. 


“Mommy masak kesukaan kalian donk, rendang daging sama sop ikan gurame.” Jawab Maya sambil mengajak duduk Mia.


“Wah, kakak emang The Best! Love you more.” Catherine mengerlingkan mata pada Maya dan segera duduk untuk menyantap makanan favorit nya rendang daging. Maya mengambilkan Mia dan Catherine nasi dan lauk pauk, mereka makan dengan lahap.


Disela-sela makan Maya menanyakan perihal ponsel Jack yang diantarkan Catherine.


“Bagaimana tadi di kantor? Kamu bertemu kakak mu?” Tanya Maya.


Catherine menghentikan suapannya. “Ya, sudah kak. Aman terkendali!” Catherine memberikan jempolnya ia sama sekali tidak ingin membahas apa yang terjadi di kantor atau apapun yang telah ia ketahui saat ini. 


“Syukurlah klo begitu, masalah kalian tadi pagi juga sudah selesai kan?!” Maya kembali bertanya. 


“Hm... masakan kakak benar-benar enak! Aku sampai kekenyangan.” Catherine mengalihkan pembicaraan lalu menoleh pada Mia yang sudah selesai makan.


“Ayo cepat selesaikan makan mu Mia! Kita ke taman makan ice cream.” Tawar Catherine. 


Tanpa banyak bicara Mia segera merapikan piringnya dan piring Catherine seusai makan lalu menaruhnya di wastafel. Mencuci tangan dan mulut, Mia segera berlari menghampiri Catherine. “Nice, c'mon kita berangkat!” Ajak Catherine yang beranjak dari kursi makan dan menggenggam tangan Mia. 


Maya hanya menghela nafas melihat Catherine yang mengalihkan pembicaraannya. “Kalian kan baru habis makan, ga takut sakit perut klo langsung makan ice cream?" Maya mengingatkan.


Catherine yang hendak pergi bersama Mia langsung menoleh pada Maya. “Kakak tenang saja, karena kami akan berjalan kaki menuju taman agar makanan yang tadi dimakan cepat terbakar. Jadi tidak akan sakit perut.” Jawab Catherine meyakinkan. “Kami pergi ya kak, nanti akan aku belikan juga untuk kakak.” Catherine pamit.


Please rate, vote dan likenya yach!!


Enjoy!