My Perfect Life

My Perfect Life
MPL 15



Brengsek!!!!


Kenapa semua jadi kacau, salahkah aku bersikap ramah? Aku tidak pernah menyangka sikap ku pada Siska menjadi bumerang dikemudian hari, sungguh lucu. Jadi harusnya aku memarahinya awal bertemu, memberikan wajah dingin dan bersikap kasar padanya.


Akkhhhh....!!!


Aku memukul-mukul kemudi melampiaskan kekesalanku. Aku mengumpat memaki hingga aku menundukkan kepalaku, menangis... akhirnya aku menitikkan air mata. Nafas ku tertahan diiringi nyeri menyeruak tak tertahankan, aku meremas kemeja di dadaku membayangkan bagaimana perasaan Maya jika tau aku telah menghianatinya. Menghianati dengan hal yang sama sekali aku tidak merasa melakukannya.


Ya Tuhan aku harus bagaimana??


🌷🌷🌷


Kediaman Jack Adinata


Hari ini aku berangkat pagi-pagi sekali, bahkan Mia belum bangun saat aku akan beranjak pergi. 


“Pagi sekali Daddy, lg banyak kerjaan ya?”


“Iya Mommy, pekerjaan menumpuk karena bulan ini Daddy banyak ambil cuti.” Jelasku pada Maya yang tanpa aku sadari ucapanku membuatnya tidak enak.


“Daddy banyak cuti karena Mommy, maafin Mommy ya merepotkan Daddy.” Dia menundukkan wajahnya muram.


“Eh, tidak. Bukan karena Mommy, Daddy memang ingin banyak waktu dirumah bersamamu dan anak kita. Jangan bersedih ya, berikan aku senyum manismu!” Ku tarik dagunya menghadapku memindai wajah yang selalu ada direnung hati ini. 


“Berikan aku senyumanmu yang selalu menjadi semangat ku, jangan pernah bersedih karena itu menyakitiku.” Aku menangkupkan kedua pipinya agar ia bisa melihat sorot mata penuh cintaku padanya. 


“Ya Daddy, aku akan selalu tersenyum untukmu.” Senyuman indah terukir di wajahnya. Menenangkan hatiku, ku kecupi seluruh wajahnya dan ******* dalam bibirnya. 


“Hmmmpp... “ Maya menepuk-nepuk punggungku karena kehabisan nafas. Kemudian aku lepaskan ciuman itu.


“Aku kehabisan nafas Daddy!” Maya mencubit perutku protes. Aku hanya meringis menahan perih cubitannya. 


“Baiklah, Daddy berangkat. Maaf hari ini Mommy yang antar jemput Mia, makan siang nanti aku juga ada meeting dengan klien. Yakin tidak apa-apa? Atau mau Daddy suruh  Pak Hasan mengantar Mommy?” Tawarku memberikan solusi karena jujur aku sedikit khawatir Maya pergi sendiri. 


“Uh, perhatian banget. Suami siapa seh?” Maya menggoda ku sambil mengusap-usap dadaku pelan. Aku menangkap kedua pergelangan tangannya dan memajukan wajahku. 


“Daddy tidak keberatan kalau hari ini telat berangkat kantor.” Ucapku setengah berbisik membuat maya bergidik ngeri.


Aku tersenyum kecil dan mencium keningnya. “Ya sudah, kabari Daddy klo Mommy ada perlu apa-apa, OK?!”


“Siap!” Maya memberi hormat. 


Akupun melangkah pergi setelah mengacak-acak rambutnya gemas, hari ini aku akan mencari bukti penjebakanku tempo hari. Tidak ada waktu lagi, semakin cepat semakin baik. 


🌷🌷🌷


Adinata Group


“Sepertinya memang tuan Danu berniat untuk menjebak anda tuan, terlihat dari rekaman yang hilang. Padahal itu salah satu bukti kuat.” Tomi menjelaskan hasil dari pencariannya kemarin di club ***.


Aku menjambak kasar rambutku, rasanya kepala ku mau pecah. 


“Adakah solusi yang bisa kamu berikan padaku Tomi?” 


“Setau saya jika tuan sampai tidak merasakan apapun berarti anda dibius, dan biasanya adik kecil tidak akan ereksi bila orang yang bersangkutan tidak sadarkan diri.” Tomi berkata dengan serius.


“Tau dari mana kamu hal semacam itu?” 


“Dari Mbah Google tuan.” Tomi tersenyum jenaka membuat tangan ku gatal ingin melempar berkas ke wajahnya. 


“Lalu, bagaimana membuktikan aku tidak melakukan apapun dengan kenyataan aku yang tidak ereksi? Karena tidak ada buktinya.” 


“Apa tuan melihat bercak darah di sprei waktu itu?” 


“Maksudmu? Seingat ku tidak ada.” Aku semakin gemas dengan perkataan Tomi yang berputar-putar.


“Jika memang dia melakukannya malam itu pasti ada bercak darah akibat selaput dara yang robek. Maksud saya, bagaimana kalau kita mengujinya dengan tes keperawanan!” sontak aku menoleh dan menatap Tomi yang bisa berfikir kearah sana. 


Benar juga!


Please rate, vote dan likenya yach ...!!!


Enjoy!!