My Perfect Life

My Perfect Life
MPL 32



Siska mendekatkan diri pada perawat itu dan berbisik. "Lain kali, jaga matamu ketika melihat, atau hari ini akan menjadi hari terakhirmu bertugas disini." Perawat itu bergetar sambil meremas tangannya gugup, Siska tersenyum sinis dan meninggalkan perawat itu memasuki ruangan Dr. Kevin.


Perawat itu tau jika Jack Adinata adalah CEO Adinata Group dari Dr. Kevin tadi pagi. Dan dia menyesali sikapnya yang tidak sopan tadi karena sempat terpesona dengan paras rupawan CEO itu. 


Aku kira seorang CEO pastilah sosok tua renta tidak menarik sama sekali, tapi nyatanya dia titisan malaikat. Tampan sekali... Sangat disayangkan wanitanya sama sekali tidak cocok. Sombong dan arogan, semoga aku tidak dipecat hari ini.


Perawat itu segera kembali ke tempatnya semula. Sambil merapalkan do'a agar karirnya tidak berhenti sampai hari ini saja. 


🌷🌷🌷


Dr. Kevin menyambutku dan Siska dengan ramah. Dokter itu terlihat lebih muda dariku, mungkin seumuran dengan Catherine.


"Selamat Siang Tuan!" Sapa Dr. Kevin sambil mengulurkan tangan dan aku menyambutnya. 


"Siang Dok!"


Dr. Kevin menatap Siska disampingku dan mengulurkan tangannya.


"Anda pasti nona Siska," Siska terheran-heran karena Dokter tersebut telah mengenalnya, sambil tersenyum kikuk Siska menyambutnya. "Iya Dok, saya Siska,"


Siska menatapku mencoba meminta penjelasan, aku hanya tersenyum kecil menanggapinya.


"Tenang nona saya mengetahui nama anda dari Tuan Jack, beliau bilang anda ingin melakukan cek kesehatan pasca menikah." Dr. Kevin menjelaskan dengan panjang lebar, Mengetahui hal itu siskapun bernafas lega.


"Baik, mari kita mulai sekarang!" Dr. Kevin menginterupsi meminta Siska untuk berbaring di atas tempat tidur. Tampak Dr. Kevin menyiapkan suntikan dan Siska mengeryit menatapnya.


"Suntikan apa itu dok?" Siska bertanya dengan nada khawatir.


"Ini hanya suntikan vitamin nona, jangan tegang santai saja." Dr. Kevin mendekati Siska dan menyuntiknya. Selang beberapa menit Siska merasa pusing dan mengantuk. 


Dr. Kevin menganggukkan kepalanya memberi kode padaku agar keluar ruangan bersamanya. 


"Tunggu selama 1jam Tuan, hasilnya akan segera ditangan anda," Jelas Dr. Kevin padaku saat kami sudah ada diluar ruangannya.


"Terima kasih atas bantuannya Dokter!" Aku berucap dengan tulus, semoga hasilnya sesuai perkiraanku. Dan sandiwara ini akan berakhir.  


🌷🌷🌷


Tidak pernah aku selega ini sepanjang hidupku.


Terima kasih Tuhan!


Hasil pemeriksaan Siska telah keluar dan sudah ada ditanganku saat ini. Hasilnya sesuai perkiraanku, Siska benar-benar menjebakku malam itu dan sama sekali tidak terjadi apa-apa. Karena kenyataannya Siska masih perawan!


Aku melipat hasil pemeriksaan itu dan menaruhnya kembali kedalam amplop, namun beberapa saat kemudian seseorang mengambil amplop itu dengan paksa dari belakang hingga aku terkejut dan berbalik badan hendak mengambilnya kembali. Tanganku terhenti ketika mengetahui siapa orang yang mengambil amplop tersebut 'Catherine'


Bagaimana bisa dia disini?, Apa dia membuntutiku?


Catherine tampak membaca hasil itu dengan seksama dan melipatnya kembali sambil menyodorkannya padaku. "Jadi kamu benar-benar dijebak!!" Nada suara Catherine meninggi. "Mana wanita sialan itu?!" Catherine menoleh kesana kemari sambil mengepalkan tangannya. 


Aku memegang bahunya menghadapku "Tenang Catherine, selama bukti ini ditanganku semua sudah kembali seperti semula. Biarkan aku yang menyelesaikannya!"


Catherine menatapku dengan mata yang memerah, hingga kemudian dia memelukku dan menangis terisak dengan tubuh bergetar. "Maaf, maaf aku sudah meragukanmu... aku... aku sungguh tidak tega bila kau benar-benar bermain di belakang Kakak Maya... karena rasanya sangat sakit... sakit sekali... aku tidak mau Kak Maya merasakan itu!" 


Sesak.. tentu saja aku pun tidak mau sampai wanita yang sangat aku cintai merasakan sakit hati, apalagi karena ulahku. Aku mengusap rambut panjang Catherine dengan lembut, berusaha menenangkannya karena aku tau Catherine pernah merasakan sakit itu hingga membuatnya menjadi pribadi dingin terhadap lelaki hingga saat ini.