My Parent'S

My Parent'S
Chapter68_Awal masalah



Didalam mobil semuanya sama-sama termenung dengan kondisi dan pikiran masing-masing.


Nean sibuk bagaimana Flower bisa kembali masuk kedalam kehidupannya setelah menghancurkan perasannya dulu. Hingga tak sadar bahwa arti semua itu adalah untuk Rena, ia tak sadar ia sedang kesal karena Rena.


Sedangkan Rena dirinya sedang berpikir bagaimana kalau Nean kembali dengan Flower apabila kekasihnya sudah kembali sedangkan nasib pernikahannya sedang diujung tanduk.


"Rena."


"Nean."


Mereka berdua tertegun dan saling mengalihkan pandangan ke arah lain.


"Ah kau dulu."


"Kau dulu,"


Rena mengigit bibir bawahnya dan menunduk, "K-kau dulu saja." ucap Nean.


Rena mengangguk. "Kau akan tinggal dimana?" tanya Rena.


Nean menggelengkan kepalanya, tapi ia punya rencana untuk tinggal di hotel setelah mengantarkan Rena pulang.


"Maafkan aku," Suara Rena tercekat ketika mendengar suara Nean yang meminta maaf. Ia menoleh, menatap Nean yang hanya menatap ke depan dengan sedu.


"Maaf untuk apa?" tanya Rena tidak mengerti kenapa tiba tiba pria disebelahnya ini meminta maaf.


"Kau akan menghadapi ujian lagi setelah ini karena flower datang dikehidupan kita, sayang. Padahal.. padahal pernikahan kita seminggu lagi." ucap Nean menundukkan pandangannya tidak kuasa melihat mata bulat wanita di sampingnya.


"Nean kau tidak bersalah, ingat bahwa aku adalah wanita yang kuat. Disaat saat seperti ini aku memang tidak bisa membuktikan ucapan ku sebagai wanita kuat, tapi aku juga sedang memikirkan strategi mengusir wanita itu." ucap Rena.


"Dan aku.. aku bisa untuk kedepannya menghadapi nya, sekalinya tanpa kau suruh aku akan menjaga Vano.. aku sudah menyayanginya. Aku menginginkan Vano, Nean. Aku akan merebut hak asuhnya," ucap Rena.


"Tapi aku takut Vano.."


Nean kembali menyalakan mobil. "Kita akan pulang," ucap Nean.


"Tapi kau bagaimana?" tanya Rena.


"Aku akan menginap di hotel, sayang." ucap Nean dengan tersenyum. Ia harus segera membawa Rena pulang karena ia tidak mau Rena tambah kepikiran dengan perkataannya.


Ingin sekali Rena mengatakan kalau dirinya ingin tinggal dirumah Nean. Tapi ia tau situasi dan feeling-nya terlalu kuat untuk itu. Ia tau, bahwa Nean akan menolaknya.


"Baiklah." ucap Rena tersenyum.


Nean membalas senyuman Rena dan menancap gas meninggalkan tempat penghentian tadi.


...****...


Dirumah, Vano terlihat termenung dikamarnya.


"Mommy... Dimana mommy ku???" Teriak Vano ketika tau bahwa dirinya adalah bukan anak kandung Nean dan hanya dititipkan saja.


"Mommy mu sudah tiada. Ia meninggalkan mu, Vano!" bentak Nean menatap Vano kecil yang berkaca-kaca.


"Tidak mungkin, Mommy menyayangi ku! Hiks, aku ingin Vano dimana Daddy ku!!" Isak Vano lemah menatap Nean.


"Kau harus ingat Vano, kau ku rawat sampai besar nanti. Mommy mu menyerahkan mu ditangan ku malam itu. Kau tidak bisa menyebutnya mommy lagi, kau harus ingat itu suatu saat apabila kau bertemu dengannya." ucap Nean yang memang sudah marah dan kecewa dengan Flower hingga menghasut anak Flower sendiri untuk menjauhi ibunya.


"Tidak dad, aku ingin mommy ku. Aku muak tinggal disini, aku tidak mau!" Teriak Vano yang hendak mengejar Nean yang meninggalkan rumah tapi dihentikan oleh Oma nya.


Dan Vano mengingat itu semua, pertengkarannya dengan Daddynya, dimana Daddynya selalu acuh tak acuh kepadanya, tidak pernah hadir dalam acara sekolah, dan tidak peduli dengannya sama sekali.


Dan itu semua sudah usai sejak bertemu dengan Rena, kasih sayang seorang ibu sudah kembali kepadanya walau bukan kandung. Saksi perjuangan hidup Nean berada di Vano sejak kepergian Flower.


Tapi kenapa Flower tiba tiba muncul dan ingin mengambilnya disaat ia sudah menerima kedua orang tua angkatnya itu. Tubuh kecilnya merosot dipojokan. Beringsut memanggil nama Rena untuk menolongnya dari kegalauan ini. Ia menangis seorang diri dikamar menutup telinga mendengar teriakan dari lantai bawah kamar nya.