
Tanpa terasa berjam-jam menemani Vano di rumah Nean. Gadis itu tertidur dengan majalah di perutnya, Menutup mata, Vano memandang dinding besar yang memutar di rumahnya. Kemudian menatap ke arah Rena.
"Ini masih sore kenapa ibu tertidur?" gumam nya. Ia pikir ia akan membangunkan ibunya setelah pekerjaan rumahnya selesai nanti. Namun ternyata salah, Nean langsung turun dari atas tanpa diduga nya.
Ia melirik ke arah Rena yang tertidur, menggeliat kecil dan mencari tempat nyaman. Rena sedikit membuka matanya dan tanpa sadar tangannya menarik tangan Nean yang ada di sebelahnya untuk ia peluk. Menyandarkan kepalanya di paha Nean dan tertidur pulas.
Vano tertawa kecil menatap ibunya. Sekaligus menertawakan ekspresi Nean yang terlihat kebingungan.
"Ayah tenang saja disitu, ibu lelah dari perjalanan lama." ucap Vano dengan gaya meledek. Nean terlihat kesal, namun yang dikatakan Vano benar apa adanya. Seharusnya dia tidak mengajak Rena di rumahnya. Lain kali ia akan mengingatkan Rena nanti.
"Vano, bisakah kau mengambil bantal dan selimut?" tanya Nean menganggu Vano sekilas.
Vano mengangguk tanpa ekspresi karena ia sedang fokus. Kemudian kakinya berjalan ke kamar tuk mengambil selimut dan bantal. Menyerahkannya kepada Nean dan menatap pergerakan Nean yang perlahan mulai mengangkat tubuhnya dari kepala Rena.
"Ayah menganggu,ibu?" ucap Vano. Padahal dirinya mau menyaksikan kedekatan ayah nya dan ibunya.
"Tidak, Vano. Ayah melakukan ini karena kami masih belum ada hubungan." ucap Nean sembari mengganti pahanya dengan bantal.
Kringg kringggg
Nean menoleh, kemudian melirik ke arah Vano untuk kontak mata. Seolah bertanya, siapa yang akan menjawab jika Nean seperti itu?
"Ehm..." Rena menggeliat dan sedikit membuka matanya tersadar karena suara telepon rumah berbunyi. Ia melotot di kala Nean membungkuk dengan tatapan terkejutnya kearah dirinya. Ia pun langsung bangun dan..
Cup
"Ehp.." Karena spontan atau tidak ada dugaan dari Rena untuk bangun, bibir mereka berdua saling menyentuh sekilas.
"Ekhem.. Vano tinggal dulu.." ucap nya kemudian berlari meninggalkan mereka berdua.
"M-maaf tuan Nean, apa kau tidak papa?"
Sial, bibirnya manis sekali. ucap Nean dalam hati.
"Jiakhh, bikin anak nggih." ucap suami tuan Alvin memanas-manasi keadaan.
"Papa! tidak seperti yang kalian pikirkan, Nean hanya mau menghangatkan Rena." ucap Nean kesal.
Mereka berdua saling pandang, kemudian tertawa. Sedangkan Rena melotot ke arah Nean dengan merona, bisa-bisanya.. Nean yang langsung tersadar pun mencengkram kuat selimut yang dibawa Vano untuk Rena seolah menahan malu. Kemudian ia pergi meninggalkan mereka dengan kesal.
dengan tersenyum, nyonya Alvin mendekat. Ia duduk dan sedikit membereskan buku-buku Vano dengan rapi. Sembari berbicara.
"Kamu pasti capek kan? pergilah membersihkan diri kemudian ikut makan malam bersama kami." ucap nya menawarkan.
"Ah.. apakah aku tidur terlalu lama?" ucap Rena menatap jam dinding dengan khawatir.
Ny.Alvin mengelus rambut Rena lembut. "Ini sudah malam, menginap lah disini sehari saja. Rena, kau lelah kan dari perjalanan luar negeri? Besok kau bisa berangkat bekerja dengan Nean." ucap Ny.Alvin.
"Ehm. Tidak Bu, apa kata orang nanti ketika aku menaiki kendaraan CEO perusahaan?" ucap Rena tak enak hati.
"Apa yang perlu dikhawatirkan? semua orang tau kau memiliki hubungan dengan Nean." ucap Ny.Alvin.
"Ah, iya kah? aku benar benar tidak tahu kabar beredar di kantor..." ucap Rena mengusap pelipisnya.
"Bergegaslah mandi dan makan bersama kami, kami menunggu mu." ucap Ny.Alvin.
"Baik.." ucap Rena dengan tersenyum tipis.
Kemudian wanita berkepala 5 itu menyuruh seseorang untuk mengantarkan Rena ke kamarnya. Rena terkejut ketika menatap kamar itu. Kamar yang dulu ia tempati. Ketika ia pertama kali disana dan terpaksa menginap, kondisi bahkan aroma nya pun sama. Dengan bergegas ia langsung membuka pakaiannya dan membersihkan diri karena tahu semua setiap sudut. Hanya tinggal membersihkan diri kemudian makan malam dengan keluarga Alvin.
****
Maaf telat update π saya yang masih menduduki bangku sekolah menengah memanfaatkan kegiatan untuk ikut kegiatan GSMB. Apa GSMB? yakni singkatan Gerakan Sekolah Menulis Buku di sekolahan. Untuk sementara ini, mungkin perubahan waktu update akan sedikit terlambat π Terima kasih atas perhatiannya^^