
Setelah membersihkan dirinya, ia baru sadar bahwa pakaiannya basah. Ia pun bingung sendiri, bagaimana ia bisa keluar hanya dengan modal handuk? terlebih lagi keluarga itu menunggunya tuk makan malam dibawah. Ia mendesah frustasi. Tidak ada orang satupun di kamar tersebut. Hingga bermenit-menit kemudian, Rena pun akhirnya memeriksa lemari ganti dengan hanya modal handuk. Namun siapa sangka Nean ternyata masuk dan melotot menatap pemandangan didepannya.
"Kyaaaaaa!!!!!" Teriak Rena dengan suara keras membuat Nean langsung berbalik badan dan bergegas keluar.
"Maaf aku tidak sengaja masuk! kau lama banget, segeralah turun!" ucap Nean dari luar dan bergegas turun dengan wajah yang memerah.
"Pria mesum.." ucap Rena dengan dada yang berdebar memasuki ruangan ganti itu. Untung disana ada beberapa dress yang bisa ia pakai. Kemudian ia mengerut menatap dress yang hanya se lutut. Bagaimana ia bisa keluar dengan menggunakan dress itu? Hey! tolong etika nya, orang dewasa seperti Rena sudah tahu soal aturan pakaian. Kenapa keluarga ini seolah sengaja mempersiapkan pakaian dress pendek ini kepadanya?
"Bunda, apa lagi cobaan anak mu itu. Tolonglah saya tuhan, apa saya akan menjadi pusat perhatian dibawah ketika sampai di ruang makan?" ucap Rena dengan mengutuk dirinya sendiri karena malu.
Tok Tok tok
Rena menoleh ke arah pintu, kemudian ketika ia berjalan menuju pintu terpaksa ia memperhatikan jalannya dan mendengarkan dengan seksama suara itu..
"Permisi, nona muda. Tuan muda menyuruh saya membawakan makanan untuk anda," ucap nya dengan izin.
Rena pun membuka pintu, menatap seorang gadis dengan wajah baby face menatapnya dengan sopan.
"Masuklah," ucap Rena kepadanya.
"Baik, saya taruh makananya disini ya nona muda. silahkan di nikmati, saya akan kembali lagi untuk mengambil nampannya 20 menit lagi." ucapnya.
"Terima kasih." ucapnya dengan tertawa lembut.
Gadis itu mengangguk, menundukkan kepala dan menutup pintu pelan tanpa suara. Kemudian berjalan menjauh dari kamar Rena.
"Aku akan minta maaf nanti. Aku tidak bisa keluar dengan menggunakan dress ini. Aku malu." ucap Rena dengan memukul dadanya pelan menghilangkan perasaan dag dig dug nya.
Kemudian ia menatap makanan itu. Show potato? Makanan ini kan....
"Biasakan diri mu dengan makanan orang kaya, Rena." ucap nya dengan menggeleng. Ia pun memakan kentang rebus itu dengan lahap.
Selain kentang rebus itu, disampingnya terdapat spaghetti dengan susu putih di sampingnya. Dengan hidangan penutup yakni salad buah dengan mangkuk kecil. Ia menghabiskan semuanya dengan beberapa menit saja. Kemudian ia pun bernafas lega ketika ia sudah menghabiskan semuanya.
Tok tok tok
Rena menoleh, ia berdebar. apa sudah 20 menit? lebih baik membukanya dulu. Apa bila itu benar ia akan mengambil nampan itu dan memberikannya kepada gadis pelayan tadi. Namun ia dibuat melongo menatap Nean yang menatapnya.
"Ekhem..." Berusaha menghilangkan canggung.
Rena menggeleng. "Kau mau turun?" tanya Nean.
"Apa boleh saya disini saja?? saya malu.." ucap Rena kepada Nean.
"Hm? malu? kenapa?" tanya Nean aneh.
"Ehm.. s-saya disini saja tuan Nean." ucap Rena dengan canggung
"Baiklah kalau kau tidak mau. Beristirahat lah, sebisa mungkin kami tak akan menganggu mu." ucap Nean.
"Terima kasih.. tapi.. apa boleh saya sedikit merepotkan Anda?" tanya Rena menatap Nean
"Apa? kau butuh sesuatu?" tanya Nean.
Rena mengangguk. "Saya mencari pakaian panjang di lemari, tapi nihil. Semuanya dress, jadi-"
"Kau mau memakai pakaian tutup?" ucap Nean menebak. Rena mengangguk.
"Maaf kalau aku selalu merepotkan mu, tuan Nean..saya benar benar minta maaf..." ucap Rena dengan mengatupkan kedua tangannya.
"Oke, it's okey tidak masalah. Tapi tunggulah pakaiannya beberapa menit," ucap Nean.
Rena mengangguk. "Setelah itu saya akan kebawah.." janji Rena.
"Oke, saya tunggu." ucap Nean dengan mengangguk. Kemudian dirinya pun melangkah meninggalkan kamar Rena.
"Permisi nona, apa anda sudah menghabiskan makanan anda?" Gadis itu datang.
"Ah, sudah. sebentar," ucap Rena mengambil nampan itu dan memberikannya kepada nya.
"Saya permisi dulu," ucap nya.
Rena mengangguk dan mengucapkan terima kasih dengan perlahan. Kemudian menutup pintu dan istighfar berusaha menghilangkan malu dan harga dirinya..
Ponselnya berdering.. terdapat nama ibu nya disana..
***