
"Apa yang mau kau tanyakan, nak-?" tanya nyonya Alvin menatap Rena di depannya
"Ny. Bisa kah saya membatalkan acara pernikahan ini-?" tanya Rena
"Kenapa-? apa kau punya alasannya-?" tanya Ny.Alvin
"Saya .. Saya masih harus fokus dengan keluarga saya, saya tidak mau menikah-" ucap Rena
"Berikan saya uang senilai 4M -" ucap Ny.Alvin
"Apakah saya harus memberikannya-? Atas dasar apa-?" tanya Rena menatap wanita yang didepannya.
Kesalahan terbesarnya adalah datang sesuai undangan Vano.
"Saya sudah memberikan uang di tempat terapi dulu, untuk membiayai biaya terapi ibu mu selama 2 tahun. Nilai nya 4M, bisakah kau memberikan nya-?" tanya Ny.Alvin
"Bagaimana anda bisa melakukan hal itu terhadap saya, sedangkan saya tidak meminta nya-!" ucap Rena
"Walaupun engkau tidak meminta nya, naluri hati ku lah yang meminta nya Rena. Saya mohon, jika kau keberatan dengan pernikahan ini..Saya tidak bisa apa apa untuk menjaga anak anak saya. Saya mohon, bekerja sama lah dalam melindungi Vano dan Nean. Saya kasihan dengan vano-" ucap Ny.Alvin
"Vano bukan anak saya Nyonya. Dimana ibu vano-? Bagaimana saya bisa menganggap Vano adalah anak saya-?" tanya Rena menatap sendu wanita didepannya.
"Ibu vano menghilang 12 tahun yang lalu, setelah melahirkan Vano ia hilang tanpa jejak. Kondisi Nean semakin hari semakin buruk, jika dia tidak cepat cepat di nikahkan ia akan alergi terhadap wanita. Saya mohon, jika engkau keberatan dengan keputusan ini saya bisa memajukan jadwal nya-" ucap Ny.Alvin
"Walau ini terdengar tidak masuk akal, tapi hanya ini yang bisa saya ucapkan-" ucap Ny.Alvin
"Baiklah, jika ini memang keputusan anda. Lantas, apa jaminan ketika saya menerima pernikahan ini-" ucap Rena
"Apapun, kau bisa meminta apapun kepada kami. Yang penting kau bisa membuat keluarga ini bahagia-" ucap Ny.Alvin
"Kau setuju.." ucap Ny.Alvin terkejut.
"Ya, tolong. Undang orang antara keluarga ini dan keluarga saya. Selain itu, saya tidak mau mengadakan resepsi pernikahan ramai ramai-" ucap Rena
"Baiklah, kau bisa menginap di sini-?" tanya Ny.Alvin
"Saya tidak akan kabur dari pernikahan ini Nyonya, untuk apa saya menginap di sini-" ucap Rena
"Walaupun aku tau kau akan bertanggung jawab atas ucapan mu, untuk memudahkan memahami keluarga ini kau harus tinggal di sini-" ucap Nyonya Alvin.
Rena tidak menjawab, pikirannya masih kosong. bahkan ia tidak tau, ini yang terbaik atau tidak.
"Kamar mu berada di sebelah kamar Vano, kau bisa tinggal disana hingga besok-" ucap Ny.Alvin
"Pak-! Antarkan nona muda ke kamar sebelah kamar Vano ya-" ucap Nyonya Alvin agak berteriak.
"Oh baik nyonya, ayo nona-" ucap kepala pelayan tersebut menatap nona mudanya.
Rena hanya melirik nyonya Alvin sekilas, lalu mengikuti langkahan kepala pelayan tersebut.
"Maafkan aku, jika aku tidak mengancam mu aku tidak bisa menikahkan mu-" ucap nyonya Alvin
Seharusnya Nyonya Alvin tau, siapa Rena sebenarnya. Ia adalah perempuan yang sangat baik hati dan tidak bertele-tele dengan segala apapun. Walau, setiap menyelesaikan masalah tidak selalu baik. Tapi ia yakin, apa yang di lakukan Rena didukung oleh malaikat kebaikan.
Bahkan, Rena mengambil keputusan yang benar. Ia berjanji akan membahagiakan Rena seperti anak nya sendiri. Seperti alasan sebelumnya, ia hanya mengikuti kata hati nya saja.