My Parent'S

My Parent'S
Chapter55_SosokNeyna



Gadis itu baru saja pulang dari rumah sakit namun sudah di sambut ramah oleh beberapa pria di mensionnya. Ya, pekerjaan gadis itu ialah menjadi budak n*fsu para lelaki dingin di dalam sana. Beberapa diantaranya sudah mengatur jadwal bagi Neyna yang merupakan sosok wanita berharga.


Neyna mendekat, ia tersenyum tipis menatap ke lima pria itu di hadapannya. "Habis dari mana?" tanya nya. Neyna menoleh ke arah satu di antara lima pria.


"Dari rumah sakit, bukannya kamu menyuruh ku memeriksa alat *******?" ucap Neyna.


"Bagus. Sekarang masuklah, bersiap lah untuk nanti." ucapnya dengan seringaian.


Neyna mengangguk. Ia masuk tanpa harus di ikuti lagi oleh lima orang pria itu. Sekitar pukul 9 malam Neyna bangun dari tidurnya dan menoleh ke samping. Menyalakan lampu yang berada di atas nakas dan mengusap wajahnya.


Ia haus. Ia ingin turun namun lelaki itu memeluknya erat. Hingga terpaksa ia sedikit membangunkan tuk minta izin. Setelahnya ia pun keluar dengan waktu sedikit yang diberikan pria itu. Membawa gelas dan turun ke dapur. Menoleh ke arah beberapa orang pria yang sedang bekerja di ruang tamu.


"Kalian belum tidur?" ucap Neyna.


"Belum. Kau mau kemana?" tanya pria 1.


"Mengambil air." ucap Neyna dengan cuek berjalan melewati mereka.


Lelaki itu saling meneguk ludah menatap kelenjar *us* yang menempel jelas. Neyna sengaja tidak memasang bra nya karena bisa saja sewaktu-waktu pria pria itu datang dan bermain. Akan ribet urusannya apabila mereka tidak bisa bermain.


"Sabar. Bukan waktunya," Pria paling muda namun pemikirannya sudah tua. Bramantya namanya. Ia masih berumur 22 tahun, sedangkan yang lain. Sudah menjadi duda dan ada yang perjaka tua. Tapi hilang sudah keperjakaan itu karena bermain dengan Neyna.


Neyna kembali bangun dan seperti biasa. Tak ada orang disampingnya karena mereka berangkat bekerja. Neyna pun memutuskan untuk mandi, namun ketika ia sedang meneguk air di sampingnya tangannya bergerak menyentuh laci dan membukanya. Sosok anak kecil berumur 1 tahunan didalam gendongan nya dengan seorang pria yang ia lubangi wajahnya. Ia mengelus bingkai foto tersebut dan berusaha tegar.


"Kita akan segera bertemu, sayang." Neyna memeluk foto tersebut di dadanya dengan penuh perasaan.


Dengan flashback ia berjalan ke kamar mandi. Dahulu, tepat ketika Neyna sedang berjalan dengan seorang pria di sekitar rumah sakit. Ia mendapatkan kabar bahwa suaminya telah hilang di pesawat yang terjatuh. Kemungkinan besar meninggal dan kemungkinan besar hilang. Neyna sungguh syok waktu itu, tepat ketika umur Vano masih 7 bulan Neyna sudah melupakannya dan menangis terus berdoa kepada Tuhan agar suaminya cepat ditemukan. Namun, hasil test keluar ketika dalam pemeriksaan. Zeydan Jonika Stevia ditemukan dalam keadaan meninggal dengan wajah yang rusak parah.


Bruk!


Neyna pingsan tepat ketika ada Nean disampingnya. Nean memutuskan untuk membawa Neyna ke rumah sakit untuk diberikan pengobatan. Hingga sehari dalam masa pingsan Neyna bangun dan langsung terisak-isak ketika mendapatkan kabar bahwa suaminya tiada. Ia bangun dan bercerita kepada Nean sekilas dan merasa tak sanggup apabila harus mengurus sekecil Vano. Ia takut akan membawa beban bagi anak kecil itu, hingga dirinya terpaksa menyerahkan Vano yang sudah ke 1 tahun tepat dihari ulang tahunnya. Menitipkan beberapa surat yang sudah dibaca oleh Vano bertahun-tahun setiap ulang tahunnya. Tanpa diduga Vano menyimpan semua gerakan tangan ibunya secara diam-diam.


Neyna bangun dari bath up dan mengguyur tubuhnya dengan air shower. Memberikan pewangian kepada tubuhnya. Hingga hari itu, Neyna yang sudah resign dari pekerjaannya hampir jatuh miskin karena terlalu sering ke club' malam dengan bermain-main saja. Tanpa diduga ketika ia sedang merenung di kamar, ia mendapatkan transfer an uang dari seseorang. Ia mengerut dan akhirnya mengerti siapa gerangan orang yang mampu membiayai hidupnya kembali..


Bramantya Saputra.


****


Maaf telat... Author akan up apabila pekerjaan author udah selesai^^ terima kasih...