
"Permisi, dengan Bu eka-?" tanya Rena didepan pintu lift menanyakan perihal Bu Eka terhadap salah satu orang disana.
"Betul, apakah anda karyawan baru-?" Tanya Bu Eka
"Benar, nama saya Rena. jurusan S2-" ucap Rena memperkenalkan diri.
"Wow, sudah S2 ya. Jika begitu.. Tepat Presdir membutuhkan sekertaris baru, apakah kau mau menjadi sekertaris nya-? Walaupun ini mendadak namun Presdir hanya menginginkan orang yang berada di posisi itu sekitar jurusan S2/S3-" jelas Bu Eka mencari alasan agar Rena mau bekerja sama dengannya.
"Tentu saja, kapan saya bisa bekerja-?" tanya Rena tanpa berpikir panjang.
"Mulai besok, hari ini awal masuk. Jadi saya minta kamu laporan dulu ke atasan, setelah Presdir menerima mu kau bisa pulang-" ucap Bu Eka menjelaskan.
"Baik, saya akan ke ruangan Presdir.. ehm tapi, lantai ruangan Presdir dimana ya-?" tanya Rena
"Berada di lantai 19 kau bisa kesana-" ucap Bu Eka
"Oh baik Bu, saya permisi-" ucap Rena hanya di angguki oleh Bu Eka.
Drett
Drett
Ponsel Bu Eka berdering.
"Halo tuan-? Benar, saya sudah melakukannya-"
"..."
"Berada didalam lift menuju anda untuk laporan-" ucap Bu Eka menatap pintu lift yang tertutup.
".."
"Baik-" ucap Bu Eka lalu mematikan teleponnya
"Entah lah apa ada yang spesial dari gadis itu, dilihat dari jurusannya emang dia berhak menempati posisi sekertaris. Namun biasanya Presdir menyuruh sekretarisnya melalui latihan dulu-" ucap Bu Eka sambil menggelengkan kepala nya.
***
Tok tok tok
Pintu di ketuk dari luar ruangan. setelah ada jawaban, Rena pun masuk menemui Presdir.
"Permisi, saya sekertaris anda yang baru. Nama saya Rena, semoga kita bisa menjalankan hubungan baik-" ucap Rena memperkenalkan diri terhadap Presdir dibalik kursi yang membelakangi nya.
"Tentu saja, semoga bisa bekerja sama. sekertaris, Rena-" ucap Andra memutar kursinya menatap Rena.
"Setelah saya laporan, saya akan mulai bekerja besok. Saya permisi-" ucap Rena singkat dan tidak mau berbasa basi.
"Baiklah-" ucap Andra
Rena mengundurkan diri lalu pergi dari ruangan itu, ketika menunggu lift tiba di lantai 19 ponsel nya berbunyi
"Apa-?" tanya Rena singkat
"Waduh, masih pagi Ren. Kenapa marah-? Kau mau datang bulan ya-?" tanya Bryant menebak.
"Apaan sih Lo, gak jelas tau gak. dah lah gue tutup teleponnya-" ucap Rena
"Eh Ren tunggu, gue tunggu di perpustakaan dekat sekolah. Lo harus kesini-" ucap Bryant lalu mematikan teleponnya.
***
"Lama lo-" gerutu Bryant menatap Rena yang langsung duduk di depannya.
"Perusahaan dari perpus juga gak Deket kali. Lo pikir gw bisa melayang-" ucap Rena
"Lo bekerja di perusahaan-? Perusahaan mana-?" tanya Bryant
"Ayah gue yang nyariin, Lo dah dapat belum-?" tanya Rena
"Belom sih, ah males gw kerja. Lo bawa apaan tuh-?" tanya Bryant
"Lo gimana sih, terus Lo makan gimana-?" tanya Rena
"Pake tangan, tangan gue ada enggak butung-" ucap Bryant
"Iiihhh, di seriusin malah bercanda. Yaudah ni, gw bawa satu lagi buat lo-" ucap Rena
"Huaa thanks ya Ren. gue laper banget beb-" ucap Bryant
Plak
"Wow, sakit Ren-" ucap Bryant
Rena menatap tajam Bryant, Bryant hanya Celengir lalu meminta Rena agar memakan makanannya. Disaat Bryant makan, ia melirik Rena yang hanya mengaduk bubur yang ia beli.
"Ren, makan atuh. Kenapa gak di makan woi-? Lo sakit entar-" ucap Bryant.
"Bry, Lo mau nikah pas umur berapa-?" tanya Rena menatap Bryant.
"Ya Allah, apa sambungannya makanan sama nikah atuh renn. Gue gak mau nikah, calon ajah belom. Boro boro nikah, pake miniatur kali ya-" ucap Bryant
"Ya gue cuman tanya, Lo mau nikah umur berapa. Kira kiraan Lo deh-" ucap Rena
"Gue mau nikah umur 27 ren, enak agak tua dikit. Di umur gue gini ya, gue manfaatin buat menghabiskan waktu buat kalian. Ya kan nikah harus membagi waktu Ren, kayak mengurus segala nya gitu. Apa lagi tugas perempuan banyak-" ucap Bryant
"Oh gitu ya-" ucap Rena merasa kurang puas dengan jawaban Bryant.
"Kok Lo tiba tiba ngomong tentang pernikahan sih Ren-? Lo mau nikah ya-?" tanya Bryant
Plak
"Jaga omongan Lo bambank-" ucap Rena menatap tajam Bryant karena takut ketahuan.
"Ya kali ajah.." ucap Bryant takut dengan Rena
"Dah ah, gue mau ke rumah. Capek gue-" ucap Rena membereskan makanannya.
"Ren, gue antar-?" tanya Bryant berdiri.
"Enggak usah, gue bisa pulang sendiri-" ucap Rena
"Oh okey-" ucap Bryant
Rena mengangguk kecil dan menatap Bryant. Setelahnya ia langsung pergi seperti hal nya ia lakukan kepada ayahnya
Sepanjang perjalanan ia terus melamun, memikirkan apa yang akan terjadi apa bila dirinya Menikah. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke rumah Ny.Alvin berbincang bincang urusan Nean dan asal usul keluarga itu.