
Keesokan harinya. Seorang pria terlihat menyeret tasnya dengan lesu dan ambruk di sofa. Melonggarkan dasi nya dan menatap langit langit ruangan dengan nanar. Seorang wanita paruh baya juga yang sedang merapikan bajunya keluar dari kamar. Terlihat terkejut ketika baru saja beberapa langkah menatap suaminya yang sudah datang.
"Pak? bapak sudah pulang," menyalimi tangan ayah Rena.
Bruk!
tangan yang tadinya sudah di angkat jatuh kembali dengan malas. Dirinya hanya bernafas panjang dengan menatap nanar ke depan.
"Ada masalah apa pak?" tanya Ibu Rena.
"Bagaimana proyek ini di batalkan Bu, kita sudah membuat keputusan." ucap nya setengah.
"Keputusan apa pak? bicara nya yang lengkap jangan di potong gitu! ibu gak ngerti." ucap istrinya itu.
Pria itu terlihat merapikan cara duduknya kemudian menatap istrinya dalam.
"Kita di tuduh melakukan pencurian sebesar 15miliar Bu. Kemarin pagi bapak benar benar terkejut ketika polisi datang di hotel tempat bapak menginap di Bali. Bapak gak bisa apa apa selain di tangkap polisi, baru tadi pagi bapak bisa di bebaskan subuh banget! katanya bapak sudah di bebaskan karena hanya kesalahpahaman Bu. Bapak ngerasa aneh dan gak jelas sama itu orang!" ucap nya dengan panjang.
"Astaghfirllah pak, kok bisa gitu sih! terus gimana pekerjaan bapak?" tanya istrinya itu.
"Yang di kantor bapak di pecat bu," ucap suaminya lirih.
"Astaghfirllah halazim, sabar pak. Ini ujian dari Tuhan untuk kita," ucap istrinya mengelus tangan suaminya.
"Iya buk! maafkan bapak yang belum bisa mencari nafkah banyak untuk ibu. Sementara ini dulu ya," ucap suaminya menyodorkan amplop coklat pada istrinya.
"Bapak dari mana uang ini?" tanya istrinya tanpa menyentuh amplop itu.
"Itu uang pasongan Bu, halal." ucap suaminya.
"Bukan gitu pak, ya sudah ibu terima ya." ucap istrinya itu dengan tersenyum. Melihat senyum istrinya yang tulus itu seketika saja dirinya merasa otaknya kembali fresh dsn membalas senyuman istrinya itu
"Tapi kemana Rena Bu? dia gak kelihatan," ucap suaminya.
"Dia ada di Amerika pak, kemarin malam banget hampir ketinggalan pesawat. Zeina temannya hilang disana," ucap ibunya lirih.
"Inalilahi, kok bisa?" tanya suaminya terkejut.
"Enggak tahu juga pak," ucap ibunya tersenyum kecut.
"Terus? kesana sendirian?" tanya suaminya.
Ibunya mengangguk. Tapi dia juga tersenyum aneh menurut pria itu. Setelah peka, baru lah pria itu terlihat menghela nafas sembari memijat pelipisnya.
"Ibu kok gak bilang sih! Rena itu anak baik-baik, Amerika itu.. kaya akan **** umum Bu! kalau ketularan perilaku orang Amerika sana gimana sih! Ya Allah, ibu si!!" ucap pria itu dengan kesal
"Ya gimana lagi, kalau ibu ikut bukannya rumah ini gak ada orang? penghuninya siapa? orang ibu baru tahu kalau bapak pulang lebih cepat dari biasanya," ucap ibunya menyindir.
"Iya sih," guman nya.
"Lagian juga akan ada seseorang yang menjaga Rena, ibu sudah mengurus anak itu!" ucap istrinya.
"Siapa Bu?" tanya suaminya.
"Bryant pak!" ucap ibunya.
"Loh, dia juga ada disana?"
"Iya, Bryant sama Zeina ceritanya itu lagi liburan anggap aja gitu pak. Terus entah gimana ceritanya Bryant lagi cari Zeina," ucap istrinya.
"Astaghfirllah, doa aja Bu! semoga Zeina ketemu, pantes kok gak ada kabar. Padahal dulu itu mereka suka kesini," ucap bapaknya.
"Iya pak,";
"Ya sudah, bapak ke kamar dulu capek! perjalannya dari sana kemari itu jauh." ucap suaminya kepada istrinya.
Ibu Rena mengangguk dan tersenyum, kemudian mengantar suaminya ke kamar.
****
Ga ada ide, males buat cerita:'). Segini dulu ya, yang penting up ya kan. Dadahh selamat malam guys😚
Informasi: silahkan mampir di akun pertama dan ketiga author ya. Nama nya yg pertama itu Bodo amat (Profil author, ketuk ikuti nanti ada nama nya) yang ketiga itu hayra Masandra (Sama) see you! silahkan mampir terima kasih banyakk~