My Parent'S

My Parent'S
Chapter 21_ANAK CEO!!!



Setelah bersiap - siap, Rena menggandeng tangan Vano untuk ikut bersama nya. setelah menitipkan ibunya kepada mbak Ima yang bertugas menjaga wanita yang sudah tua itu. Ia berjalan tak jauh dari rumah nya ke sebuah halte bus, sesekali vano melepaskan gandengan tangan itu lalu memakan cemilan yang ia bawa. Rena tak tau itu, ia tak memperhatikan kantong kresek yang di bawa Vano.


Krauk krauk


Suara itu berhasil lolos di telinga Rena, membuat Rena memalingkan muka ke arah bocah itu. Vano melihat sekeliling sambil memakan Snack rasa BBQ POTATO, tanpa ada rasa bersalah. Bocah itu membalikkan Snack itu, lalu mendengus. Sudah habis batinnya, tau kebersihan. Vano melipat rapi kemasan Snack itu, di letakan di dalam kantong plastik lalu mengambil Snack rasa ketela Dan kembali memakannya.


"Van, kau memakan banyak makanan.. apa ayah mu tidak akan marah?" tanya Rena dengan bingung ke bocah itu.


"Bu, ayah kan tidak tau. Kenapa ibu selalu melibatkan ayah sih," Dengus nya dengan kesal. Ia sudah benci terhadap ayah nya, bahkan baru pertama kali nya ia di ajak seseorang ke halte bus.


"Ya kan kamu anak ayah, Vano.." lirih nya sambil merapikan rambut Vano


"Aku juga punya ibu, aku juga anak ibu. Berhenti membawa ayah lagi, malas aku mengobrol soal ayah. Dimana ibu bekerja?" mengalihkan pembicaraan sambil memasuki bus. Ia langsung melongos tanpa membayar bus terlebih dahulu.


"Biar saya yang bayar pak, saya.. saya ibu nya.. " rasa mustahil mengatakan bahwa dia seorang ibu. Tapi ya... Apa daya, bocah itu memanggil nya ibu.


"Baiklah, pakai go-pay saja ya, silahkan di scan." ucap nya menunjuk layar untuk scan uang


"Terima kasih pak," Rena bersikap sopan lalu melangkah ke kursi di sebelah Vano. Ia duduk di sana, melihat Vano yang memalingkan muka dari nya terus memakan Snack nya.


"Berhenti memakan ini vano!" tegas nya menyita Snack itu dengan kasar. Ia sudah tak tahan lagi akan suara krauk krauk itu.


"Kenapa? Berikan cemilan itu kepada ku, ayah tidak pernah membiarkan aku kelaparan Bu." ucap Vano berusaha mengambil cemilan itu. Namun Rena meninggikannya membuat Vano tak bergeming.


"Ini ibu mu, bukan ayah mu! Duduk," perintah nya dengan tegas.


Vano mendengus, ia pun langsung duduk dan mengambil minuman cincau di dalam tas. Lalu meminum nya.


krauk


Rena memakannya satu gigitan, suara itu..


Vano melirik ibunya yang memakan cemilan itu dengan bermain hape. Ia pun menghela nafas dengan kasar, terserah apa mau mu deh Bu.


*******


Berhenti di halte bus yang ke 2 dari tempat tadi, membuat Rena turun di pintu keluar. Ia kembali menggandeng tangan Vano lalu menuju perusahaan nya. Satpam yang bertugas ke sana saat melihat Vano langsung terkejut, Vano yang melihat itu hanya tersenyum tipis lalu mengatakan jari telunjuk ke bibirnya. Supaya satpam itu diam.


Satpam itu hormat ke padanya diam diam, lalu mengangguk supaya mulut nya diam. Vano tetap mengikuti langkahan kaki Rena dengan menempelkan jari telunjuk ke bibirnya. Saat Rena berhenti di resepsionis Vano langsung terkesiap saat ia sadar Rena menatap nya.


"A-Apa?" tanya Vano gugup.


"Bibir mu sakit? Kenapa kau menempelkan jemari mu di mulut mu?" tanya Rena.


"Ya enggak apa apa, seperti nya nyamuk mengigit bibir ku.. " ucap Vano salah tingkah mengusap rambutnya sendiri.


"Ohh, m—bak?"


"Tuan muda !!!" Histsrius resepsionis itu melihat Vano.


"Hadueh.. " Vano menepuk jidat nya.


"Tuan muda? Mana?" Tanya Rena menatap sekitar.


"i—Tu..tuan muda.."


"Ehm, Bu..Aku mau ke toilet sebentar.. " ucap Vano mencari alasan.


"IBU?!!!" Teriak nya dengan menempelkan telapak tangan ke dagu nya dengan terkejut


"Enggak apa apa, aku bisa sendiri kok.. " ucap Vano


Sebelum ia meninggalkan Rena, ia menatap tajam ke resepsionis itu seraya menyuruh nya diam. Yang di tatap tajam hanya bisa menunduk, ia takut akan pekerjaannya yang terancam.


"Nyonya, apa anda butuh sesuatu?" tanya nya.


Sepertinya dia istri nya CEO, bagaimana aku bisa mengatakannya.. aku harus menghormati nya..


"Hem, aku..akan menunggu Vano saja. Oh ya, tolong jangan panggil aku nyonya," ucap Rena merasa tak enak.


"Maaf nyonya, kami sebagai karyawan hanya bisa menuruti perintah tuan muda." ucap nya dengan hormat


"Aku memerintah kan kalian bekerja dan tidak berbasa basi, kau sedang berbicara dengan karyawan baru heh?" tiba tiba suasana menjadi tegang. Rena melirik ke sumber suara, yang nyata nya adalah tuan muda Nean. Memakai Toxedo dengan jaket yang berbulu tebal, cuaca di luar agak dingin. Wajar, memasuki cuaca musim dingin/Hujan.


Ia berdiri 15m dari posisi Rena berdiri, gadis itu tak bergeming.


"P-Presdir..saya.." ucap nya ketakutan akan amarah bosnya itu.


Presdir?


"Mulai hari ini, kamu saya pecat! ambil sisa gaji kamu di HRD sekarang jugaa.. " ucap Nean lalu berlalu meninggalkan nya


"Tunggu," ucap Rena.


"N-Nyonya.. selamat kan saya," ucap nya sambil berbisik.


"Asalkan kamu tidak memanggil saya nyonya," ucap Rena tersenyum smirk ke arah resepsionis itu.


"B-Baik nona.." ucapnya takut takut.


Sedangkan Nean, ia berbalik badan. menatap Rena dengan datar dan kesal, berani nya dia..


"Apa salah nya karyawan sesama karyawan mengobrol? Apa itu di larang?" tanya Rena.


"Haha, bahkan seorang calon karyawan rendahan seperti mu memiliki nyali sebesar kacang. Apa kau sadar akan status mu?" tanya Nean.


"Apa salah nya? Aku sudah datang untuk melapor tentang pekerjaan ku, aku di terima. Kenapa kau yang repot? Kau juga karyawan kan?" ucap Rena dengan mengerutkan keningnya sambil berkacak pinggang.


"Ya ampun! Wanita itu terlalu berani bagi Presdir!"


"Malang sudah nasib nya, dia pasti akan di keluarkan."


"Tuan muda kecil memanggil wanita itu ibu, apa mereka mempunyai hubungan?"


"Entah lah, tapi sikap mereka yang seperti ini.. rasanya mustahil mengatakan bahwa mereka berpasangan.. "


"Tuan, dia sudah datang untuk melapor kepada saya waktu itu.. " bisik Andra.


Nean melirik pelan, sedikit memindahkan posisi kepala nya. Lalu menatap Rena yang langsung mengangkat wajahnya menantang Nean.


******


Tebak deh apa yang akan terjadi selanjutnya hehe~


Author mau pergi masak duluu~~