My Parent'S

My Parent'S
Chapter66_MenujuSAH



2 Minggu keluarga Alvin dengan Rena beradu argumen mengenai kondisi rumah dengan ide supaya megah. Rena dan Nean melakukan fitting baju pengantin di sebuah butik tak jauh dari rumah Rena. Sedang Vano, suasana hatinya sangat baik semenjak wanita kesayangannya akan menjadi mommy aslinya. Walau hanya sebatas ibu tiri, namun Vano bisa mengerti dengan keadaan. Lagipula, wanita kandungnya akan menampakan kakinya di acara pernikahan ibu dan ayahnya nanti. Tinggal 1 Minggu lagi, ia bisa menentukan apakah ia akan tinggal disini dengan kedua pengantin baru atau dengan mommy kandungnya.


"Ah ini tidak nyaman..." ujar Rena dengan protes sebab dirinya tidak bisa menaikkan resleting bahunya. Dibantu dengan kedua pelayan, namun ia usir karena malu.


Tok Tok Tok


"Cepatlah keluar berapa lama lagi kau disana?” ucap Nean dengan gusar.


"Iya sebentar!!" Rena terlihat kebingungan dan akhirnya ia bisa menarik resleting punggungnya.


Ia pun keluar dan seketika itu Nean berbalik menatapnya. Ia terlihat tegang melihat wajah Rena yang dekat dengannya.


"B-bagaimana?" tanyanya.


Nean mengangguk. "Cantik." ujar nya.


"Tapi ini tidak sesuai dengan badan ku, sakit.." ucap Rena dengan gerakan gelisah di punggung. Ia resah mengenai kondisi kulit nya sebab ketat di badan.


"Kalau gitu pakai yang lain saja," ucap Nean.


Rena mengangguk. Dirinya kembali mencoba 2 pakaian yang telah dipilih berdua dengan Nean. Sementara Rena berganti pakaian, Nean menelepon seseorang.


"Iya halo Nean, bagaimana? apa kalian sudah selesai?" ucap Nyonya Alvin.


"Belum, Bu. Apa disana baik-baik saja?" tanya Nean.


"Iya iya kami baik-baik saja dan cepatlah pulang, kamu membutuhkan ide kalian." ujar nya.


"Iya 2 jam lagi," ucap Nean.


"Hem Baiklah,"


Tut


Klek


"Kenapa kau keluar dengan pakaian formal mu?" ucap Nean.


"Aku sudah menentukan pakaian mana yang aku pakai ketika resepsi nanti. Lagipula kau akan menyukainya, ayo." ucap Rena.


"Kemana?" tanya Nean.


"Sebaiknya kamu pulang saja, biar aku yang tangani." ujar Nean.


"Tidak..."


"Sudahlah aku tidak mau kau kecapekan, segera lah pulang dan tunggu pakaian keluarga mu datang. Oke?" ucap Nean dengan tersenyum.


Rena pun mengangguk. Ia sudah lelah mengurusi resepsi pernikahannya dengan Nean beberapa Minggu ini. Ia membutuhkan istirahat untuk acara 1 ke depan.


Nean pun mengantarkan Rena pergi dari butik ke rumahnya. Mengantar nya sampai depan rumah lalu pergi ke rumah asalnya untuk menjalankan tugasnya.


Ruangan yang tidak terlalu mencolok namun megah, warna silver dan emas memengaruhi mata membuat yang memandangnya akan merasa nyaman.


Banyak pelayan yang disewa 3× lipat dari biasanya keliling dengan membawa karangan bunga dan hiasan lainnya. Dari tangga hingga sudut-sudut. Foto pasangan yang telah diambil seminggu yang lalu pun dipajang. Hiasan nama Rena dan Nean diawal sebagai nama pengantin yang akan menikah.


Namun di sisi lain...


Seorang wanita terlihat memegang kartu undangan yang menunjukkan senyuman kedua orang masa lalunya. Ia mengelus wajah seorang pria di foto itu. Dan seorang anak kecil di pigora.


Dalam kegelapan dan hanya ditemani kesunyian. Ia tersenyum samar dan menatap wajah Nean dan Vano.


"Sebentar lagi sayang, mama akan menjemput mu."


****


tak terasa hari resepsi pernikahan mereka pun terlaksanakan dengan baik bahkan banyak tamu undangan yang hadir dari rekan bisnis dan keluarga masing-masing.


Mengucapkan selamat atas keberhasilan mencapai jodoh kepada Elvan dan Rena. Sedangkan Vano ia juga mendapatkan pujian dari ibu gurunya yang datang bersama wali teman-temannya karena ayahnya berhasil memilih calon istri yang baik dan cantik, ramah pula. Seolah itu dukungan untuknya dan bangun dari keterpurukan trauma waktu tinggal di hutan.


Vano tetap tersenyum dan menanggapi mereka dengan baik serta perkataan yang halus nan ramah. Ia sibuk bermain dengan kedua sahabat lelaki nya. Dari mana mereka ada? karena mereka adalah murid pindahan baru dari sekolah swasta negeri lain.


Mereka baru bergaul semenjak seminggu lalu dan sifat mereka berbanding balik satu sama lain. Dekil, cerewet dan sedikit centil terhadap teman cewek lainnya. Itu lah Devaro.


Sedangkan Nasa. Ia mempunyai sifat santai dan suka kedamaian serta kesunyian. Tidak begitu pendiam dan baik juga dengan Vano. Devaro dan Nasa adalah sepupu yang disatukan satu sama lain sebab orang tua Devaro yang sudah tiada sejak 2 tahun yang lalu.


Ia di ambil oleh adik ayahnya untuk dirawat dan dianut. Karena orang tua Nasa ada keperluan di Indonesia, mereka berdua pun diputuskan untuk pindah sekolah dari negeri sebrang.


***


Maaf lama update, alasannya karna saya tidak bisa memikirkan Ide baru dan memutuskan pergi ke lapak sebelah. Maaf ya hehehehe