Mustika Dewi Kahyangan

Mustika Dewi Kahyangan
ch.9 kematian Ratu Iblis Durgayama



Ratu Iblis berteriak kencang sehingga seluruh pasukan yang bertempur berhenti sejenak, semuanya pada kaget melihat perubahan pada Ratu Iblis tidak terkecuali pasukan Iblis, karena ajian tentakel Sewu geni belum pernah digunakan, suasana kini mencekam oleh aura gelap yang berasal dari tubuh Ratu Iblis, dari tubuh Ratu Iblis muncul ribuan tentakel memenuhi tubuh Sang Ratu dari kepala hingga kaki hanya wajahnya saja yang tidak ditumbuhi tentakel, namun wajahnya berubah lebih menyeramkan dari sebelumnya.


Kini tubuh Sang Ratu terangkat keatas oleh tentakel yang tumbuh dikakinya, Sang Ratu menyeringai memandang ke Pangeran Jayarudra tiba-tiba tentakel-tentakel tersebut mengeluarkan api.


", hihihihihihihi,ini adalah ajian tentakel Sewu geni, anak muda kau telah memaksa ku untuk menggunakan ajian ini, maka jangan salahkan aku jika kamu hari ini akan binasa, hihihihihihihi," ucap Ratu Iblis.


", Ratu Iblis jangan sombong dengan ajian kacangan seperti itu, aku ingin lihat apakah ajianmu itu mampu membunuh ku," ucapan Sang Pangeran membuat Ratu Iblis makin murka dia menambahkan aura gelapnya sehingga banyak para pasukan merasa tertekan tidak bisa bergerak, bahkan dari auranya banyak bangunan, batu-batuan yang hancur.


Ratu Durgayama menggerakkan seluruh tentakel-tentakelnya kearah Pangeran Jayarudra, dengan ajian langkah seribu bayangan Pangeran Jayarudra berkelit kesana kemari dengan lincah, akibat gagalnya serangan-serangan dari tentakel-tentakel tersebut maka banyak bangunan yang menjadi sasaran bahkan para prajurit Iblis maupun Kahyangan banyak yang jadi korban.


Pangeran Jayarudra melihat hal itu menjadi berpikir untuk segera menghentikan Ratu Iblis.


", Benar-benar ajian yang mengerikan, pantas saja ribuan tahun lalu dia bisa memporak-porandakan Kahyangan meskipun bisa dihentikan, aku harus segera menghentikan Ratu Iblis ini, karena tujuanku bukan dia," batin Sang Pangeran menyeringai.


tiba-tiba satu tentakel api menyerang, Sang Pangeran menggunakan ajian langkah seribu bayangan hingga dia selamat, namun baru saja menghindar datang lagi sepuluh tentakel dari berbagai arah dan akhirnya Sang Pangeran harus mengaduh kesakitan karena terkena salah satu dari tentakel tersebut pada bagian pahanya, hingga dia harus terjungkal.


tentakel-tentakel itu terus menyerang tanpa henti, tiba-tiba Sang Pangeran menghilang sehingga Ratu Iblis harus kehilangan sasarannya.


Ratu Iblis memasang kewaspadaan takut Sang Pangeran menyerang dari arah yang tidak terduga.


", heeehhhhhh, Pangeran keparat ternyata dia sangat kuat,aku sudah mengeluarkan ajian Pamungkas ku tpi hanya satu saja yang mengenainya, ternyata Kahyangan selalu saja melahirkan dewa-dewa yang berbakat,aku harus berhati-hati," Sang Ratu Iblis bergumam.


Baru saja Sang Ratu bergumam tiba-tiba selarik sinar biru dari samping kiri menyerang Sang Ratu agak terkesiap namun dia dengan cepat mengerahkan tentakel-tentakel nya menghadang sinar tersebut, tpi naas bagi Sang Ratu sebuah serangan dari atas tidak disadari hingga Sang Pangeran dengan mudah menyentuh kepala Ratu Iblis sambil menggunakan ajian Waringin Sungsang tahap tiga yaitu tahap sempurna.


Dengan ajian Waringin Sungsang tubuh Sang Ratu seperti tersengat listrik Sang Ratu tidak sempat lagi menggerakkan tentakel-tentakel nya karena tenaga sang Ratu semakin lemah bahkan banyak tentakel-tentakel nya mulai menghilang Sang Ratu menjerit kesakitan.


", aaaaakkkkhhh, sakiiiittt, tolong hentikan, hentikan, aku tidak tahan,"Ratu Iblis terus menjerit kesakitan, Banyak para petinggi dari kerajaan Iblis ingin menolong namun tidak bisa karena belum sampai sudah terhempas.


Pangeran Jayarudra Jayarudra terus mengerahkan kekuatan nya hingga kini kekuatan Sang Ratu telah musnah disedot oleh Pangeran Jayarudra tubuhnya pun semakin menyeramkan dan akhirnya Sang Ratu mati.




",Wahai kalian pasukan Iblis karena kalian menyerah maka aku mengampuni kalian, namun sekarang kalian ada dalam kendaliku siapa yang berkhianat maka dia tidak mendapatkan pengampunan dariku, mengerti," Pangeran Jayarudra berkata sambil menggunakan aura Dewanya hingga semua pasukan Iblis merasa terintimidasi.



Kita tinggalkan dulu Pangeran Jayarudra dengan kemenangannya melawan Ratu Iblis, kini kita kembali ke kahyangan.



Di aula pertemuan Agung istana Batu Angin ternyata terjadi perdebatan panjang antara Prabu Gandara Daksa dan Prabu Palasraya.


Ternyata Prabu Palasraya tetap pada pendiriannya ingin berperang meskipun berbagai penjelasan dari Prabu Gandara Daksa.


", kau ternyata sangat licik Gandara Daksa disaat seperti ini kau sengaja berdalih, namun kemarin-kemarin kau selalu mengumumkan sayembara perjodohan putri-putri mu, kau ingin mengorbankan Dewa-dewa lain demi untuk menyelamatkan dirimu, aku tidak menyangka kau sekeji itu," Ucapan pedas Prabu Palasraya membuat Prabu Gandara Daksa meradang.



", Kanda Prabu Palasraya, aku sudah menjelaskan tanpa ada yang ditutup-tutupi namun kau masih bersikeras, tapi jika suatu saat Raja Iblis Sangkala Sura menyelesaikan tapa Seribu tahun, maka hanya para Dewa surga yang mampu melawannya dan kita akan menjadi budak Iblis, namun perkataan mu sudah melampaui batas, sebagai ksatria tidak baik untuk tidak meladeni Dewa yang sudah dikuasai oleh musuh dalam dirinya," ucap Sang Prabu Gandara Daksa dengan nada bijak namun terdapat kemarahan dan penyesalan.



",kalau begitu aku tunggu kau di bukit Mahayoni,"Prabu Palasraya, setelah melaksanakan sembah beliau dan beberapa punggawanya melesat pergi menuju Bukit Mahayoni.


Bukit Mahayoni merupakan bukit yang berada dikawasan pinggir selatan negeri Kahyangan Batu Angin lokasinya sangat cocok digunakan untuk pertempuran maka sengaja tempat itu dipilih oleh Prabu Palasraya.


Bersambung......