Mustika Dewi Kahyangan

Mustika Dewi Kahyangan
Ch.38 Bertemu Dewi kutukan



Berita Kehancuran Kerajaan Pusarloka sudah tersebar keseluruh Kahyangan Sloka, Sangkala Sura menjadi momok yang menakutkan.


Semua Kerajaan kini melakukan siaga berbagai macam persiapan dilakukan termasuk memasang jebakan.


Sangkala Sura terus terbang melintasi Awan,


niatnya untuk mencari Permata Airmata dan Keduabelas Putri tidak bisa dihentikan meski harus membunuh para Dewa-Dewi yang tidak berdosa.


Sudah banyak Kota dan Desa yang menjadi korban, Semua penghuni Kahyangan Sloka bahkan tidak ada yang berani melakukan aktivitas apapun.


Sangkala Sura tiba disebuah wilayah yang berbukit-bukit bahkan ada sebuah Gunung yang melayang, Sangkala Sura sedang berada Dikerajaan Gunung Terbang. Dia terus melintas namun tiba-tiba Dia berhenti ketika melihat sosok Dewi yang sudah sangat Tua berlawanan arah dengannya.


Sangkala Sura memberhentikan Dewi Tua itu.


" Berhenti," Sangkala Sura menghadang wanita Tua itu.


Wanita itu langsung memperhatikan Sangkala Sura dengan seksama seolah-olah matanya sudah rabun.


" Hai, kau berani sekali menghentikanku, apakah kau sudah tidak waras menghentikan wanita Tua ini," Kata wanita Tua itu dengan gaya yang agak genit.


Sangkala Sura merasa risih, Dia hendak menghindar dan berlalu pergi namun wanita itu menghadangnya.


" Enak saja kamu mau menghindar dariku setelah kau menghalangi perjalananku," Kata Wanita Tua itu kini sambil mengedipkan sebelah matanya.


" Hai, nenek tua bangka, apa maumu, apakah kau tidak tahu siapa aku," Bentak Sangkala Sura.


" Hai, lelaki jelek, kau benar-benar tidak waras seharusnya aku yang bertanya malah kau yang menghina-hinaku, Dasar jelek," Kata wanita Tua itu dengan suara tuanya namun dibuat-buat muda.


" Kurang ajar, kau sepertinya sudah bosan hidup," Gertak Sangkala Sura menakuti wanita tua itu namun sepertinya wanita itu tidak terpengaruh.


" Hihihihihihihi ( cekikikan ) Kau berani menakuti aku, asal kau tahu aku dikenal di seluruh Kahyangan sebagai Dewi Kutukan, bahkan Dewa Indra sekalipun takut dengan kutukanku, apalagi kau yang hanya sebagai Dewa biasa, huhh," Sambil mendengus genit.


Sejenak Bala Kroda yang merasuki tubuh Sangkala Sura merasa kaget karena dia sering mendengar nama Dewi kutukan.


" Gawat, sepertinya aku harus mencari cara untuk bisa pergi dari sini, secepatnya," Bathin Sangkala Sura, sambil berpikir mencari cara karena mustahil baginya untuk melawan Dewi Kutukan takut dengan kutukannya.


Tiba-tiba Sangkala Sura tersenyum sepertinya Dia sudah memiliki ide.


Sangkala Sura yang licik tersenyum untuk membuat Dewi Kutukan menjadi luluh.


" Ampuni aku Sang Dewi Agung, aku yang bodoh ini ternyata tidak mengetahui tingginya Langit, sampai tidak bisa mengenali Sang Dewi yang tersohor," Ucap Sangkala Sura dengan lembut.


" Aku tahu kau merayuku agar terhindar dari kutukanku, bukan," Kata Dewi Kutukan sambil menyentuh dagu Sangkala Sura dengan lembut, mendapat perlakuan seperti itu Sangkala Sura hampir dibuatnya muntah namun ditahan-tahan.


" Katakan padaku, kau mau kemana Iblis, kau pikir dapat mengelabui wanita Tua ini, hihihihihihihi," mendengar perkataan Dewi Kutukan Sangkala Sura terkejut dan mundur beberapa lesatan, Dewi Kutukan mengetahui jatidiri Sangkala Sura karena pada saat menyentuh dagunya Dewi Kutukan dapat merasakan hawa Iblis.


" hahahaha, hebat,hebat, Kahyangan Sloka ini selalu memberikan aku kejutan, membuatku semakin berambisi untuk menguasai Negeri yang indah ini," Dewi Kutukan yang mendengar pernyataan Sangkala Sura menjadi geram.


" hihihihihihihi, tidak semudah itu, Iblis keparat," Usai berkata Dewi Kutukan langsung menerjang Sangkala Sura.


Sangkala Sura kaget mendapatkan serangan mendadak, Dia menangkis serangan dari Dewi Kutukan.


****** Bersambung......