Mustika Dewi Kahyangan

Mustika Dewi Kahyangan
ch.6 Kesedihan Raja Palasraya dan Permaisuri Dewi Kanawa.



Setelah pertemuan diaula Istana sudah selesai rombongan Pangeran Jayarudra pamit untuk kembali ke kerajaan Tirta Yukti, pangeran Jayarudra ingin mempersiapkan diri untuk melawan Raja Iblis Sangkala Sura di Dunia bawah.


Dewi Sulasih kembali ke Istananya, di Kerajaan Batu Angin semua Putri memiliki Istana sendiri, sesampainya dikamar yang sangat luas dan mewah Dewi Sulasih merebahkan dirinya di atas tempat tidurnya.


pikirannya melayang memikirkan Pangeran Jayarudra dia sangat takut jika nanti sang Pangeran gagal memenuhi syarat tersebut.


Disaat Sang Dewi memikirkan nasib Pangeran Jayarudra tiba-tiba seorang pelayan datang ", Ampun Gusti Dewi diluar yang mulia Gusti Permaisuri dan para Putri ingin bertemu dengan Gusti Dewi", setelah Dayang itu selesai melapor Dewi Sulasih mengangguk tanpa bicara dan Dayang itupun keluar dari kamar Sang Dewi.


setelah memasuki kamar Dewi Sulasih Permaisuri Raja yang bernama Dewi Palmasari pun langsung menghampiri Dewi Sulasih.


", Anakku Dewi Sulasih, Bunda tahu kamu pasti sangat sedih, tapi takdir harus dijalani," Ucap sang Permaisuri dengan lembut sambil mengelus kepala Dewi Sulasih.


kemudian semua Putri bergantian memeluk Sang Dewi dan saling memberi semangat.


Dikerajaan Tirta Yukti Raja Dewa Sri Palasraya dan Permaisuri Dewi Kanawa marah dia tidak setuju jika putranya pergi ke Alam bawah untuk membunuh Sangkala Sura karena sang Raja tahu kekuatan Raja Iblis itu.


", Putraku urungkan niatmu untuk membunuh Sangkala Sura, dia bukanlah tandinganmu aku tidak mau kau hanya mengantarkan nyawa kesana," Prabu Palasraya berkata dengan nada tinggi berharap Putranya mau menuruti perkataannya.


", Putraku yang dikatakan Ramanda mu itu adalah benar, kami hanya punya kau kami tidak mau kehilangan dirimu ," ucap Permaisuri Dewi Kanawa dengan nada memelas.


", Ibunda, Ramanda sebagai seorang ksatria pantang untuk menelan ludahnya kembali, apapun yang terjadi ananda akan tetap pada pendirian Ananda, yang kuperlukan adalah doa restu dari Ibunda dan Ramanda," pangeran Jayarudra berbicara seperti itu agar kedua Orangtuanya mengerti.


Setelah berbicara Pangeran Jayarudra berlutut mencium kaki ibunya membuat hati mereka menjadi luluh Dewi Kanawa meneteskan airmata jatuh tepat ditelapak tangan Pangeran Jayarudra.


Pangeran Jayarudra mengalirkan kekuatan dari elemen es sehingga tetesan air mata itu membeku.Pangeran Jayarudra mendekati Ibunya dan berkata.


", Anakku belahan jiwaku sebelum engkau memasukkan airmata itu kedalam jiwamu,Ibunda akan memberikan setengah dari kekuatan bunda dan juga kekuatan doa dari bunda," setelah berkata Dewi Kanawa ingin meraih airmata membeku itu.


namun pangeran Jayarudra tidak mengizinkan dan berkata


", Ibunda aku tidak akan pernah membiarkan Ibunda melakukan itu, Ibunda harus ingat bahwa didalam tubuhku ini mengalir kekuatan Dewa Rudra, apakah Ibunda lupa dengan itu?


", Ibunda tidak akan lupa anakku, tapi bagaimanapun juga aku seorang Ibu bahkan meski nyawa Ibu taruhannya untuk menyelamatkanmu Ibu akan lakukan," Dewi Kanawa berkata sambil memegang pundak anaknya.


", Anakku jangan membantah Ibundamu," Prabu Palasraya berkata sambil mendekati putranya.


"Baiklah, lakukan Bunda apa yang ingin Ibunda lakukan,' setelah berkata seperti itu Pangeran menyerah buliran air mata kepada Ibunya, setelah Dewi Kanawa menerima buliran tiba-tiba dari mata Sang Dewi keluar dua buah sinar lurus berwarna merah menuju buliran airmata tersebut, setelah terkena sinar itu tiba-tiba buliran yang tadi berwarna putih es kini menjadi merah bening seperti kristal sangat indah.


", Anakku terimalah ini, kelak benda ini akan melindungimu dari bahaya apapun, sekarang lakukan kontrak darah dengannya."ucap sang ibu.


pangeran Jayarudra melakukan apa yang dikatakan oleh Ibunya, setelah itu dia memasukkannya kedalam jiwanya.


", Anakku pergilah doa restu Ramanda dan Ibundamu akan selalu menyertaimu," Ucap Sang Prabu dengan penuh kasih sayang kepada Putranya, kemudian Sang Prabu kembali berkata.


", ingatlah anakku, jika engkau gagal dan terjadi sesuatu yang buruk padamu maka prabu Gandara daksa harus bertanggung jawab."dengan nada bergetar sang prabu berkata kemudian memeluk putranya.


Bersambung


Author berharap Readers mau mendukung karya author baik melalui vote,komen ataupun koin.... terimakasih banyak.