
Ketika kedua kekuatan dua unsur yang berbeda itu bertemu, semua Prajurit yang ada disana terpaku seolah kesadaran mereka tersedot oleh kedua kekuatan besar itu, keduanya bertemu dan saling menguasai, kekuatan es milik Pangeran Jayarudra, bernama Ajian Tapak Es perlahan-lahan membekukan Lidah Api milik Sangkala Sura setelah Sang Pangeran menambah kekuatannya namun tidak lama es yang membekukan Lidah Api mencair dan menguap.
Akibat dari adu kesaktian itu hawa yang dihasilkan ditempat itu sebagian dingin sebagian lagi panas.
Pangeran Jayarudra membentuk Mudra Wisnu pertanda Sang Pangeran menggunakan Ajian Tapak Es tahap Sempurna, sementara Pedang Penebus Dosa melayang didepan Sang Pangeran menghadap ke depan, hawa yang ditimbulkan semakin dingin bahkan areal tersebut sekarang turun salju dan Ajian Tapak Es mampu mendorong Lidah Api dari Sangkala Sura.
Melihat Lidah Apinya dapat didorong Sangkala Sura pun menambahkan kekuatannya sehingga hawa yang ditimbulkannya semakin panas saking panasnya banyak benda-benda yang meleleh.
Akibat dari pertarungan kekuatan itu Prajurit yang memiliki kekuatan yang paling rendah banyak yang mati.
"Kurang ajar, ternyata Mahluk Kahyangan Sloka memiliki Dewa sekuat ini bahkan sepertinya masih sangat muda," Sangkala Sura terus membathin membuat dia agak lengah sehingga dia terdorong mundur setelapak kaki. Sangkala Sura kaget dan merasakan sakit didadanya namun Sangkala Sura bukanlah lemah dia kembali memposisikan dirinya dengan benar dan mengerahkan kekuatan lebih besar lagi.
Pangeran Jayarudra menyadari jika Sangkala Sura menambah kekuatannya dan Sang Pangeran juga melakukan hal yang sama.
" Pantas sekali dia menjadi Raja Iblis kekuatannya membuat seluruh alam ketakutan, aku harus berhati-hati," Pangeran Jayarudra membathin sambil mengagumi Sangkala Sura.
"Krrakkk",
"Krrakkk,"
"Krrakkk,"
Terdengar suara retakan dari Pedang Penebus Dosa semakin lama semakin keras dan akhirnya Pedang tersebut patah berkeping-keping karena tidak mampu menyerap kekuatan yang terlalu besar dari Sang Pangeran.
Sang Pangeran kaget ketika pedang kesayangannya patah, Pedang itu diperoleh dari Dewa Kartikeya, ketika Dewa Kartikeya berkunjung ke Negeri Kahyangan Tirta Yukti.
Patahnya Pedang Penebus Dosa membuat Lidah Api Sangkala Sura mampu menerobos mencairkan Es dari Pangeran Jayarudra.
"Duuuaarrr",
Sang Pangeran tidak dapat menghindari ketika Lidah Api mengenai dadanya Seketika Sang Pangeran terlempar jauh dan membentur sebuah Dinding Batu.
"uhukk,"
"uhukk,"
"uhukk,"
Sang Pangeran terbatuk-batuk pertanda dia mengalami luka yang parah, Dinding Batu yang dikenai Pangeran pun jebol.
Pangeran Jayarudra mencoba bangun sambil tangan kiri memegangi dadanya dan tangan kanan bertumpu pada Tanah agar dapat berdiri, bersusah-payah Sang Pangeran akhirnya mampu berdiri dihadapannya sudah berdiri Sangkala Sura.
Meskipun Sangkala Sura mampu melukai Pangeran Jayarudra namun dia sangat mengagumi kehebatan Sang Pangeran, karena dari dulu belum ada yang selamat dari Ajian Lidah Api Tahap Sempurna.
" Sayang sekali Dewa sehebat dirimu harus berakhir disini anak muda, jika aku boleh tahu siapakah dirimu mengapa kau menghancurkan Duniaku," Kata Sang Raja Iblis Sangkala Sura sambil tersenyum tipis.
" Baiklah aku tidak akan bertele-tele, karena kau membuat aku senang dengan kehebatan mu maka aku akan mengatakan siapa diriku? kata Pangeran Jayarudra dengan nafas tersendat-sendat dan sambil menahan sakit.
"Aku adalah Pangeran Jayarudra Putra dari Prabu Palasraya dari Kerajaan Tirta Yukti, aku ingin membawa kepalamu dihadapan Prabu Gandara Daksa agar aku bisa menikahi Keduabelas Putrinya,' lanjut Sang Pangeran Jayarudra.
" Ahahahahaha,"
"Mendengar pengakuan Pangeran Jayarudra Raja Iblis Sangkala Sura malah tertawa dengan keras apalagi Raja Iblis tertawa dengan menggunakan Tenaga dalamnya bahkan para Prajurit yang tersisa harus mengalirkan Tenaga dalamnya berpusat pada Telinga untuk bisa meredam gelombang supersonik dari Ketertawaan Sangkala Sura agar tidak sakit dan berakibat patal.
Kemudian Sangkala Sura melanjutkan berbicara setelah selesai tertawa.
***** author nyambungnya besok lagi ya Readers *****