
" Duuuaaarrrr,"
Suara ledakkan memekakkan telinga tampak asap tebal menjadi akhir dari ledakkan itu.
Terlihat Sangkala Sura berdiri ditengah-tengah ledakan itu, kemudian dia menghilang ternyata Dia terkena Ajiannya sendiri sementara Mahapatih dengan menggunakan Ajian Awan Maya kini sedang berdiri diatas Awan.
Diatas Awan Mahapatih terus memperhatikan gerak-gerik Sangkala Sura, Dia lalu berpikir untuk bisa mengalahkan Sangkala Sura yang
sangat kuat.
Matanya terus menatap kearah Sangkala Sura yang terus menyerang dengan api yang berkobar, namun tak lama Mahapatih tersenyum sepertinya dia menemukan apa yang dia inginkan.
Dengan mengendarai Awan Mahapatih langsung kearah barisan pemanah dia langsung mendekati pemimpin barisan.
Kedatangan Mahapatih membuat para pasukan sejenak menghentikan aksinya.
" Dewa Sulandra kau sebagai pemimpin pasukan gunakan panah esmu kepung dari berbagai arah," titah Sang Mahapatih.
Dewa Sulandra memberikan perintah kepada seluruh Pasukannya, maka segera panah es langsung siap ditembakkan kearah Sangkala Sura.
Sementara Mahapatih mendekati Sangkala Sura dengan tanpa rasa gentar meskipun beberapa kali sudah dikalahkan namun jiwa patriotnya mengalahkan ketakutannya.
Mahapatih langsung mengeluarkan Ajian Belenggu Sukma, seketika sepuluh jari Mahapatih mengeluarkan Rantai kuning sebesar lidi, Sangkala Sura menyadari hal itu langsung menggunakan Raga Geni maka seluruh api menyelimuti tubuh Sangkala Sura.
Sepuluh Rantai kuning menyerbu Sangkala Sura langsung berhenti dari jarak Limapuluh centimeter, Mahapatih mengangkat tangannya keatas dan serbuan Ribuan anak panah es langsung melesat cepat kearah Sangkala Sura.
Selain memadamkan kobaran Api, Ribuan panah es langsung menancap ditubuh Sangkala Sura.
Dengan tubuh yang dipenuhi panah es Sangkala Sura menjadi tidak leluasa bergerak apalagi Sangkala Sura merupakan Iblis api maka hawa es yang kini menjalar ditubuhnya semakin membuatnya melemah.
Mahapatih kembali menggerakkan Rantai- rantainya dan menancap ditubuh Sangkala Sura, Rantai itu mengeluarkan hawa dingin maka semakin melemahlah tubuh Sangkala dan akhirnya tubuh itu meledak dan hancur
suasana menjadi riuh ketika tubuh Sangkala Sura hancur para Dewa-Dewi berseru kegirangan.
" hahahaha," terdengar suara tertawa membuat para Dewa-Dewi menghentikan aksinya, tiba-tiba tanah bergetar dari bawah tanah muncul sebuah sosok yang memiliki aura jahat dia itu Sangkala Sura, ternyata tubuh yang diserang oleh Mahapatih adalah tubuh bayangan.
" Hai penghuni Kahyangan aku Sangkala Sura tidak memiliki urusan dengan kalian, katakan padaku dimana permata yang membungkus tubuh Pangeran Jayarudra, aku yakin kalian mengetahuinya karena dia bersembunyi Dikahyangan ini jika kalian tidak mengatakan nnya maka seluruh penghuni Kahyangan akan aku hancurkan," menggema suara Sangkala Sura semua tidak mengerti karena memang mereka tidak mengetahuinya.
" Jangan mengada-ada kamu Sangkala Sura, kami tahu itu hanya alasanmu saja, kamu dari dulu memang menginginkan Dunia Kahyangan yang indah ini," jawaban Mahapatih membuat Sangkala Sura semakin murka.
" hhhh," Sangkala Sura menggereng
" Jika kalian tidak percaya, maka hancurlah kalian, hahahaha," Sangkala Sura mengeluarkan aura hitamnya semua para Dewa-Dewi menjadi tertekan banyak yang tidak sadarkan diri bahkan Mahapatih sendiri merasa kesulitan bergerak.
Mahapatih mencoba mengalihkan perhatian Sangkala Sura, dengan cara berteriak kencang memanggil Dewi Durga.
" Terimalah sembah dan Bhaktiku wahai Dewi Durga yang Agung," seru Mahapatih membuat Sangkala Sura menjadi kaget dan takut, dengan ketakutannya itu maka aura Sangkala Sura yang menekan langsung lenyap.
Melihat hal itu Mahapatih mencoba kembali menyerang dengan cara tadi, dengan meningkatkan kekuatan tapi kali ini Sangkala Sura lebih cerdik dia merubah dirinya menjadi lebih kecil sekecil ibu jari tubuhnya meliuk-liuk bermanuver dengan lincah menghindari Rantai dari Mahapatih dan anak panah es.