Mustika Dewi Kahyangan

Mustika Dewi Kahyangan
Ch 30 Keduabelas Putri vs Sangkala Sura



" Hahahaha, calon-calon Ratuku marilah ikut aku ke Istanaku dan hidup bahagia bersamaku disana, bersama-sama kita kuasai Triloka, hahahaha," Sangkala Sura sambil mengulurkan tangannya kepada para Dewi, Dia sangat senang dan terus tertawa karena kali ini dia akan berhasil membawa para Dewi pergi meski secara paksa.


" Sangkala Sura, sungguh nista diri kami, jika kami menyerahkan hidup kami kepadamu," tegas Dewi Ambarwati sambil berludah didepan Sangkala Sura hingga membuat Sangkala Sura makin geram.


" Jangan sombong kalian para calon-calon Ratuku, kali ini aku tidak mempermasalahkan hinaan kalian tapi lihatlah nanti kehancuran Kahyangan Sloka, hanya Mahluk hina ini yang dapat menghancurkannya," Sangkala Sura kembali menjulurkan tangannya kearah para Dewi, para Dewi dibuat mundur beberapa langkah dari semula.


" Sangkala Sura, ingatlah dengan takdir dan karma, Karmamu bisa mengubah takdirmu," Dewi Sulasih menimpali, Sangkala Sura memicingkan matanya sebelah mendengar kata-kata Dewi Sulasih.


" Dengarkan kalian semua, Iblis tidak takut dengan adanya karma dan takdir, sejak Dewa Brahma menciptakan Mahluk Iblis dengan roh api para pendosa maka rasa takut ditiadakan meski itu terhadap karma dan takdir," Sangkala Sura berbicara dengan tekad yang kuat.


Keduabelas Putri mulai kasak-kusuk mendengar ucapan Sangkala Sura.


" Yunda, kita harus melakukan sesuatu agar kita terhindar dari Raja Iblis ini," kata Dewi Dambasari.


" Benar, mari kita pikirkan cara bagus," kata Dewi as Ambarwati sambil berbisik-bisik.


Setelah lama berpikir akhirnya Dewi Nawaratri angkat bicara.


" Bagaimana kalau kita memanggil seluruh Prajurit Istana untuk menyerang Sangkala Sura, lalu kita tinggalkan tempat ini," Dewi Nawaratri berbicara sambil menoleh keseluruh saudaranya untuk meminta persetujuan.


" Tapi aku tidak setuju Yunda, bagaimana kalau kita hadapi saja Sangkala Sura untuk menguras tenaga Sangkala Sura,lalu kita serahkan sama Prajurit, setelah itu kita bersembunyi," kata Dewi Sulasih.


Semua para Dewi sepertinya setuju dengan usulan dari Dewi Sulasih.


" Baiklah kalau kalian setuju dengan usulan dari Dinda Dewi Sulasih marilah.....," belum selesai Dewi Ambarwati melanjutkan kata-katanya, tiba-tiba Sangkala Sura maju hendak merangkul para Dewi.


Semua para Dewi berhamburan terbang untuk menghindar.


" hahahaha kalian jangan takut, aku menyayangi kalian semua hahahaha...," Sangkala Sura berbicara sambil tertawa keras, dia kembali menjulurkan tangannya kearah Dewi Sulasih yang berada diatas diantara Awan- awan.


Dengan kesaktiannya Sangkala Sura terus memanjangkan tangannya kearah Dewi Sulasih kali ini dengan kecepatan yang tinggi.


Melihat tangan terus menuju kearahnya Dewi Sulasih menyabetkan selendangnya kearah tangan Sangkala Sura, selendang itu seperti punya nyawa sendiri dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat dengan mata biasa, tiba-tiba selendang itu sudah melilit pergelangan tangan Sangkala Sura. namun sial bagi Dewi Sulasih lilitan selendangnya dijadikan kesempatan oleh Sangkala Sura, Sangkala Sura menarik tangannya yang dililit melihat hal itu Dewi Sulasih menarik kembali selendangnya, tarik menarik pun terjadi, Sangkala Sura tidak menyangka bahwa para Dewi memiliki kesaktian yang tidak mudah dikalahkan.


Para Dewi yang melihat adegan tarik-menarik itu pun tidak tinggal diam, mereka semua mendekati Sangkala Sura dan menyerang, maka terlihatlah sebelas Selendang berwarna-warni berhamburan sama-sama menyerang, Dewi Sulasih menambahkan kekuatannya dia bermaksud memotong tangan Sangkala Sura.


Sangkala Sura kini sibuk menghindari Selendang-selendang itu, meski Selendang tersebut tidak termasuk senjata tajam namun Selendang itu mampu memotong dan menghancurkan benda-benda yang diarahkan.


Dewi Sulasih melihat Sangkala Sura yang konsentrasinya terbagi, menciptakan pisau belati dengan energinya dan melemparkan ketangan Sangkala Sura.


" hiiiaaattt,"


" crasshh,"


Tangan Sangkala Sura terkena lemparan senjata belati Dewi Sulasih.


" Aaaaakkkkhhh," Sangkala Sura menjerit ketika tangannya terkena pisau belati tersebut dan mengeluarkan darah merah kehitam-hitaman.


****** Bersambung.....