
Keempat Kerajaan besar Kahyangan Sloka mengirimkan sebagian pasukannya untuk membantu Kerajaan Batu Angin mengalahkan Sangkala Sura.
Dengan Terbang mereka sampai cepat ditempat Sangkala Sura melakukan kekacauan, kedatangan mereka yang jumlahnya puluhan ribu bagaikan gerombolan lebah yang mencari tempat bersarang.
Kedatangan mereka membawa harapan pasukan Kerajaan Batu Angin.
mereka langsung menyerang, melihat banyaknya pasukan yang datang para penduduk yang ikut berperang mengundurkan diri dari pertempuran mereka lebih menyelamatkan diri masing-masing.
Sangkala Sura sepertinya tidak perduli dengan hal itu , Dia masih percaya diri dengan kemampuannya. Mahapatih Tungku Geni segera mengumpulkan semua Mahapatih- Mahapatih dari Kerajaan lain.
" Terimakasih telah Sudi memberikan bantuan kepada Kerajaan kami, Sangkala Sura memiliki kesaktian yang banyak, sangat sulit dikalahkan mari kita berembug untuk membahas masalah ini," Mahapatih Dewa Sri Tungku Geni memulai percakapan.
" Tungku Geni, tentunya kau yang lebih tahu akan apa yang kami lakukan, bukankah kau sudah lama bertarung dengannya," ucap Mahapatih Dewa Sri Pratamaja yang merupakan Mahapatih dari Kerajaan Pusarloka.
" Memang benar, apa yang Kanda katakan, Sangkala Sura Iblis yang menguasai Api yang sangat kuat sangat sulit untuk dikalahkan," jelas Mahapatih Tungku Geni.
" Jika memang begitu aku rasa yang sanggup mengalahkannya adalah Mahapatih Dewa Sri Purwa Trenggana karena dia penguasa unsur es," kata Mahapatih Dewa Sri Pratamaja.
" Ya benar," semua menjawab serempak.
" Bagaimana Mahapatih Dewa Sri Purwa Trenggana," tanya Mahapatih Tungku Geni.
" Terus terang aku juga tidak yakin, sebab Gusti Pangeran Dewa Sri Jayarudra yang kesaktiannya lebih dari hamba pun tidak mampu mengalahkannya," kata Mahapatih Dewa Sri Purwa Trenggana.
" kita harus memikirkan bagaimana cara untuk mengalahkan Sangkala Sura," kata Mahapatih Dewa Sri Pratamaja.
Para Mahapatih segera menjalankan rencananya, Mahapatih Purwa Trenggana mulai memusatkan pikirannya Tangannya berada pas diulu hati saling bertumpu, tak lama tangan tersebut mengeluarkan sinar putih dan membentuk Teratai berwarna putih seperti es.
Sementara keempat Mahapatih menyerang Sangkala Sura secara bersamaan mereka menggunakan senjata masing-masing, Pedang Akar Langit digunakan oleh Mahapatih Pratamaja, Keris Bintang Merah digunakan oleh Mahapatih Tungku Geni, Pedang Naga takdir digunakan oleh Mahapatih Silasana dari Kerajaan Gunung Terbang, Tombak Sambernyawa digunakan oleh Mahapatih Taruna Wisesa dari Kerajaan Lawang Praja.
Diserang oleh Keempat Mahapatih, Sangkala Sura mengeluarkan senjata Trisulanya, kemudian digunakan untuk menangkis serangan dari Mahapatih Pratamaja yang menyerang lehernya, serangan cepat dari Mahapatih ditangkis dengan mudah oleh Sangkala Sura, namun dia tidak menyadari serangan mematikan dari belakang sebuah keris dengan cepat ingin menusuk punggung Sangkala Sura namun naas keris itu seperti membentur sebuah Dinding Batu tebal, Mahapatih Tungku Geni tidak menyerah dia ingin menghancurkan perisai itu
Adu kekuatan itu dimanfaatkan oleh kedua Mahapatih lainnya, Tombak mengarah ke jantung sedangkan pedang menyerang dari atas menusuk kepala namun semuanya seperti melawan sebuah Dinding Batu, mereka tidak mau menyerah, mereka ingin menghancurkan dinding itu.
Sementara itu Mahapatih Purwa Trenggana sudah selesai dengan Teratai esnya, Dia langsung melemparkan Teratai tersebut keatas kepala Sangkala Sura, setelah tepat berada di atas kepala Sangkala Sura Teratai tersebut langsung mengeluarkan sinar berhawa dingin kearah Sangkala Sura.
Sangkala Sura terkejut mendapatkan hal itu, Dia tidak menyangka kelemahannya sudah diketahui, dari sinar Teratai tersebut mengeluarkan es pembeku terus menerus mengenai tubuh Sangkala Sura, Sangkala Sura menambah kekuatan Apinya agar tubuhnya tidak membeku, tapi karena kekuatannya terbagi Api Sangkala Sura tidak bisa menetralisir es yang masuk kedalam tubuhnya.
Sangkala Sura kini merasakan kedinginan Dia tidak tahan dengan rasa dingin, akhirnya kekuatannya melemah perisai yang melindunginya pun semakin retak dan lenyap akhirnya keempat senjata itu mampu menembus pertahanan Sangkala Sura.
Keempat senjata sakti itu menusuk tubuh Sangkala Sura.
" Aaaaakkkkhhh," jerit Sangkala Sura
Darah muncrat keluar dari Tubuh Sangkala Sura kini tubuh tersebut berlumuran darah, Sangkala Sura akhirnya mati.
Namun sesuatu terjadi darah yang mengalir ketanah tiba-tiba bergerak kembali ketubuh Sangkala Sura, setelah semua darah menyatu lagi, tiba-tiba tubuh Sangkala Sura menjadi siluet dan lunak dan perlahan-lahan tubuh itu pergi.
****** Bersambung...