
Pertarungan sengit tak dapat dihindarkan, dengan lincah Dewi kutukan memberikan serangan-serangan yang mematikan, namun dengan gesit Sangkala Sura menghindari serangan Dewi Kutukan.
Dewi Kutukan tidak memberikan satu kesempatan pun pada Sangkala Sura untuk menyerang.
Sangkala Sura dibuat kesal dengan serangan beruntun Dewi Kutukan, karena terlalu sering berpikir untuk mengalahkan Dewi Kutukan, akhirnya Dewi Kutukan mendapatkan sedikit celah.
" Heatt,"
Dengan sangat sigap Dewi Kutukan menendang kepala bagian kiri Sangkala Sura, Sangkala Sura yang mendapatkan tendangan bertenaga dalam tinggi itu terkesiap tidak dapat menghindar, tubuhnya terjungkal kemudian terseret hingga menabrak badan Gunung yang melayang.
" aaaaakkkkhhh,"
" Hoekkkk,"
Darah kental keluar dari mulut Sangkala Sura, kepalanya terasa sakit berdenyut-denyut, Sangkala Sura bangkit, namun Dia tersenyum licik seperti ada sesuatu yang membuatnya senang.
Dewi Kutukan melihat Sangkala Sura bangkit, dia langsung mengeluarkan Ajian saktinya yang bernama Rambut Naga, seketika Rambut Dewi Kutukan seperti punya nyawa langsung melepaskan sanggul Dewi Kutukan dan tergerai melambai-lambai, Dewi Kutukan terlihat lebih anggun seperti Dewi Samudera ditengah-tengah ombak, kemudian Rambut Dewi Kutukan bergulung menjadi satu gulungan, setelah menjadi satu gulungan, ujung Rambut itu membentuk seperti kepala Naga, kemudian mencari sasaran langsung menuju ketempat Sangkala Sura.
Sangkala Sura yang sudah siap dengan serangan Dewi Kutukan langsung membelah diri menjadi empat, Ketiga sosok yang lainnya menyerang Dewi Kutukan sedangkan satu sosok tetap berdiri menunggu Rambut Naga yang melesat kearahnya.
Sangkala Sura langsung mengarahkan tinjunya yang dialiri tenaga dalam tinggi, ketika Rambut Naga sudah berada didepannya Sangkala Sura mengarahkan tinjunya kearah Rambut Naga.
"Jduaarr,"
Ledakan dahsyat pun terjadi asap tebal efek dari benturan tenaga sakti itu.
" Uhukkk, uhukkk, uhukkk,"
Suara batuk terdengar beberapa kali, tubuh Sangkala Sura yang hanya merupakan sebuah bayangan pun lenyap, Dewi Kutukan akibat beradu kesaktian harus menjadi bulan-bulanan dari ketiga kembaran Sangkala Sura karena melemahnya kekuata Dewi Kutukan.
" aaaaakkkkhhh,"
Dewi Kutukan kini tergeletak tak berdaya Dia tidak menyangka akan terkena tipuan Sangkala Sura, darah menetes dari sudut Bibirnya.
" Hahahaha, nenek genit kau pikir semudah itu mengalahkanku, aku Sangkala Sura masih mau berbaik hati kepadamu, tidak akan membunuhmu asalkan kau beritahu dimana Permata Airmata bersembunyi," Sangkala Sura berkata sambil berjongkok mendekati tubuh Dewi Kutukan setelah Dia menyatukan tiga kembarannya kembali.
Dewi Kutukan memandang kearah Sangkala Sura dengan senyum manisnya membuat Sangkala Sura menjadi bertanya-tanya namun bergidik ngeri.
" Sangkala Sura, jangan bangga dengan kekuatan yang kau miliki, karena kekuatan yang kau miliki juga bisa membunuhmu jika kau salah menggunakannya," Dengan memaksakan diri berbicara, dengan suara berat dan tuanya Dewi Kutukan memberi peringatan kepada Sangkala Sura.
" hahahaha, nenek tua yang genit, aku percaya dengan kekuatan yang aku miliki akan bisa melakukan apa saja yang aku inginkan, termasuk menghancurkan Kahyangan Sloka, bahkan jika aku bisa menembus Tapa Seribu Tahun, bahkan Alam Surga dan Neraka akan aku kuasai," kata Sangkala Sura dengan menekankan suaranya agar bisa menakuti Dewi Kutukan sambil mencengkram lengan kiri Dewi Kutukan dengan kuat.
" Hihihihihihihi," Dewi Kutukan tertawa memaksa karena menahan sakit disekujur tubuhnya, begitu mendengar pernyataan Sangkala Sura yang begitu percaya diri.
" Apakah kau lupa Sangkala Sura kini berhadapan dengan siapa, kau memang kuat tapi tidak bisa mengubah takdir, sekarang aku benar-benar yakin untuk mengutukmu hari ini, saat ini kau memang bisa menghancurkan Kahyangan Sloka, tapi ingat salah satu keturunan dari Kahyangan Sloka yang akan membunuhmu, dan ambisimu untuk bertapa seribu tahun tidak akan pernah terselesaikan," Dewi Kutukan ketika mengucapkan kutukannya maka seluruh langit menjadi gelap dan suara gemuruh Guntur dan Petir seakan menjadi saksi bahwa kutukan dari Dewi Kutukan mendapatkan restu dari para Dewa-Dewi.
Sangkala Sura terpental mundur ketika salah satu petir menyambar tangannya.
" aaaaakkkkhhh, kutu kumpret, Dewa petir suatu saat akan aku balas perbuatanmu," maki Sangkala Sura.
" Kau jangan menyalahkan siapapun Sangkala Sura tapi takdir telah merestui kutukan ku, hihihihihihihi," Kata Dewi Kutukan dengan tertawa khasnya.
Sangkala Sura yang sudah memulihkan tangannya yang terbakar langsung memandang dengan marah kepada Dewi Kutukan yang tertawa bahagia.
Sangkala Sura mendekati Dewi Kutukan, kemudian membuka mulutnya lebar-lebar, seketika Dewi Kutukan merasa ada yang tersedot dalam dirinya, Sangkala Sura menyedot hawa kehidupan Dewi Kutukan.
Dewi Kutukan berteriak kesakitan ketika hawa kehidupannya dihisap dengan paksa, Dewi Kutukan ingin melawan tapi tidak bisa, Dia hanya pasrah sambil menggeliat-geliatkan tubuhnya, akhirnya setelah berlalu beberapa saat Dewi Kutukan diam tak bernyawa.
****** Bersambung....