
Permata Airmata terus melesat dengan cepat sudah beberapa Galaxy dilewati guna menghindari kejaran dari Sangkala Sura yang tidak pernah berhenti mengejar.
Didalam permata Pangeran Jayarudra masih belum sadarkan diri, Ajian meregenerasinya tidak mampu bekerja ketika Sang pemilik Ajian tidak sadarkan diri.
Ketika sampai pada Tumbuhan Perdu yang berduri, Permata Airmata mentransformasi menjadi Pohon Perdu,selain sebagai Perisai yang mumpuni kelebihan Permata Airmata juga dapat merubah wujud dalam bentuk apapun sesuai lingkungan sekitar.
Itulah sebabnya Sangkala Sura selalu dibuat terkecoh, sehingga dia merasa kesal, Sangkala Sura tiba dirimbunan Pohon Perdu, Dia sama sekali tidak curiga dengan Pohon Perdu yang ada disampingnya karena Permata Airmata mampu menyembunyikan kekuatannya.
Sangkala Sura terus berjalan sambil memperhatikan kanan-kiri berharap menemukan keberadaan Permata Airmata itu.
" Kurang ajar, ternyata Pangeran Jayarudra banyak memiliki Ilmu simpanan yang hebat, kalau aku bisa menemukannya akan ku jadikan Budakku," Sangkala Sura terus menggerutu sambil melangkah hingga keluar dari rimbunan pohon perdu.
Setelah Sangkala Sura jauh dari rimbunan Pohon Perdu, Permata Airmata seolah memiliki nyawa sendiri langsung berubah dan melesat terbang berlawanan arah dengan Sangkala Sura.
Namun naas bagi Permata Airmata lesatannya mengandung kekuatan dapat diketahui oleh Sangkala Sura dengan cepat Sangkala Sura berbalik arah terbang dengan kecepatan melebihi kecepatan suara mengejar Permata Airmata.
" Kali ini aku tidak akan membiarkanmu lolos Permata keparat," gerutu Sangkala Sura.
Semakin dekatnya jarak, membuat Permata Airmata menyadari bahwa Sangkala Sura mengetahui arah tujuannya.
Permata Airmata mempercepat terbangnya, namun karena semakin lama terbang Kekuatan Permata Airmata akhirnya melemah kecepatan terbangnya tidak secepat sebelumnya, sinar yang selalu menyelimuti pun semakin redup.
Akhirnya Sangkala Sura dapat mengejar Permata Airmata.
" Hahahaha, mau lari kemana lagi kamu, sekarang rasakan ini," Sangkala Sura mengarahkan telunjuknya dan seketika keluarlah jaring-jaring halus transparan mengejar Permata Airmata.
Permata Airmata menggunakan sisa kemampuannya untuk bermanuver demi menghindari jaring-jaring tersebut.
Keduanya saling meliuk-liuk menangkap dan menghindar, Sangkala Sura terus menambahkan kekuatannya pada jaringnya sehingga kecepatannya mampu membuat Permata Airmata kewalahan.
Permata Airmata tanpa memperhitungkan apapun untuk menghindari kejaran jaring-jaring itu hingga tanpa sadar jarak antara jaring dan Permata Airmata tinggal tiga centimeter.
Permata Airmata pasrah mungkin jika dia punya nyawa dan dapat berbicara maka dia akan mengumpat namun tak berdaya.
Tiba-tiba sebuah dorongan kuat yang entah darimana datangnya mendorong Permata Airmata kebawah karena didepannya ada sebuah Batu Meteor yang sebesar Gunung tiba-tiba meluncur keras.
Karena berasal dari kekuatan besar Jaring-jaring itu melesak masuk menembus Batu Meteor namun Batu Meteor itu tidak terbelah malah terus meluncur kearah Sangkala Sura.
Sangkala Sura begitu terkejut Dia langsung menghilang.
******
Dinegeri Kahyangan Sloka
Setelah mendapatkan Sabda dari Sanghyang Siwa, semua para Dewa-Dewi langsung membubarkan diri setelah selesai berpamitan dengan Sang Maharsi, mereka terbang kembali kekediaman masing-masing.
Hanya Duabelas Putri dan Permaisuri Dewi Palmasari serta Permaisuri Dewi Kanawa masih berada disitu menemani Maharsi Walamakya didepan Altar Arca Dewa Siwa, mereka nampaknya masih enggan meninggalkan tempat itu seperti ada sesuatu yang masih mengganjal pikiran mereka.
" Maharsi dari Sabda yang diturunkan oleh Sanghyang Siwa hamba masih belum puas karena sepertinya meski Sanghyang Siwa memberikan perlindungan tapi kenapa kekacauan itu tetap terjadi," Dewi Kanawa memulai pembicaraan yang dianggukkan oleh semua yang hadir.
Maharsi mengulas senyum lalu menjawab pertanyaan dari Dewi Kanawa
" Sanghyang Siwa yang maha Agung, Beliau selalu memberi jalan pada hal yang kita mengerti bahkan tidak mengerti sekalipun, untuk mencapai pembaharuan ada hal-hal yang hanya Beliau yang tahu, dan kita hanya perlu mengikhlaskan diri maka kita tidak akan terbebani," Maharsi Walamakya berusaha meyakinkan mereka semua, dan akhirnya semua dapat tersenyum.
" Maharsi yang Agung Hamba mengerti dan sekarang hati Hamba sudah lega," kata Permaisuri Dewi Kanawa.
" Kalau begitu mari kita tinggalkan tempat ini, Aku sudah lama meninggalkan tempat pertapaanku, aku akan kembali ke Goa Batu Ireng, jika kalian memerlukanku carilah aku disana," kata Maharsi dengan suara tuanya.
Sebelum semua pergi mereka satu persatu menyentuh kedua kaki Sang Maharsi untuk meminta berkah.
Namun saat mereka melakukan sujud secara bergantian tiba-tiba dari arah atas sebuah benda yang sebesar kepalan tangan jatuh dibelakang kaki Sang Maharsi dengan suara yang tidak begitu keras.
" Bukkkk,"
Semua para Dewi yang hadir terkejut dan menoleh kearah benda yang jatuh, apalagi Permaisuri Dewi Kanawa, Dialah yang paling terkejut
*** Bersambung