Mustika Dewi Kahyangan

Mustika Dewi Kahyangan
Ch.15 Pangeran Jayarudra terluka



Sosok tersebut jatuh di atas tumpukan reruntuhan Istana Raja Iblis.


" Gusti Pangeran,"


Terdengar sebuah suara yang memanggil, dan tak lama muncul bayangan melesat cepat menuju kearah sosok yang jatuh.


"Gusti Pangeran, Bangun Gusti Pangeran, Gusti Pangeran harus bisa bertahan, apa yang akan Paman katakan jika Gusti seperti ini kepada Gusti Prabu," Bayangan yang melesat menghampiri sosok yang jatuh itu ternyata Mahaguru Dewa Sujana yang ditugaskan oleh Prabu Palasraya untuk melindungi Pangeran Jayarudra dan sosok yang jatuh dari langit ternyata Pangeran Jayarudra.


Mahaguru Dewa Sujana terus membangunkan Sang Pangeran dengan menggoyang-goyangkan tubuh Sang Pangeran sambil menyebut-nyebut nama Pangeran Jayarudra, namun Sang Pangeran tak kunjung sadar.


Mahaguru Dewa Sujana kemudian memeriksa denyut nadi Sang Pangeran, baru setelah itu Mahaguru bisa tersenyum.


"Bertahanlah Gusti Pangeran," setelah berkata seperti itu Mahaguru menyalurkan Tenaga dalamnya kepada Pangeran Jayarudra, tak lama kemudian tubuh Sang Pangeran bergerak-gerak.


" Paman Mahaguru," Pangeran Jayarudra membuka matanya dan dia melihat Mahaguru Dewa Sujana berada disampingnya dengan tubuh yang berkeringat.


Didalam hati Pangeran Jayarudra berkata ", sepertinya Paman Mahaguru baru saja membantu mengobatiku."


' Akhirnya Gusti Pangeran siuman juga, maafkan hamba Gusti Pangeran, hamba sebagai Paman tidak bisa melindungi Gusti Pangeran," Kata Mahaguru Dewa Sujana dengan raut wajah menyesal.


Pangeran Jayarudra hanya diam mendengar Mahaguru berbicara.


Kemudian Mahaguru melanjutkan berbicara.


" Hamba memang ditugaskan oleh Gusti Prabu untuk melindungi Gusti Pangeran, namun ketika hamba hendak memasuki wilayah Alam bawah tiba-tiba, Kala Srenggi adik dari Sangkala Sura menghadang hamba, kami bertarung sangat lama meski akhirnya Kala Srenggi harus kalah dan melarikan diri, dan ketika hamba sampai hamba melihat tubuh Gusti Pangeran jatuh dari langit, namun hamba tidak melihat dimana Siraja Iblis itu," Mahaguru menceritakan tentang dirinya yang diutus oleh Prabu Palasraya untuk melindungi Pangeran Jayarudra.


Sambil bercerita Mahaguru memegangi dadanya yang sakit.


" Uhukk,"


" Uhukk,"


" Uhukk,"


Melihat hal itu Pangeran Jayarudra panik langsung bangkit dari tidurnya.


" Paman, sepertinya Paman terluka Paman, baiklah, Paman jangan bergerak biar aku obati paman," setelah berkata Sang Pangeran langsung mengambil posisi duduk dibelakang Mahaguru.


Mahaguru menoleh kebelakang dan menolak diobati Sang Pangeran, karena dia merasakan aura dari Sangkala Sura masih hidup dia takut kemunculan tiba-tiba Raja Iblis itu akan lebih membahayakan.


"Gusti Pangeran jangan lakukan itu, hamba sudah meminum pil sebelum sampai disini mungkin ini adalah efek dari pil tersebut," Ucap Mahaguru dengan ekspresi wajah lebih meyakinkan agar Sang Pangeran tidak keras kepala.


" Apa benar itu Paman, tapi lihatlah wajah paman yang semakin pucat," kata-kata Pangeran Jayarudra membuat Mahaguru terkejut,. namun Mahaguru adalah Dewa yang sudah sangat berpengalaman beliau mampu tersenyum dan memperlihatkan wajah cerianya meski agak dipaksakan.


" Gusti Pangeran jangan khawatir Paman tidak apa-apa, Paman masih sanggup ini hanya luka kecil sebentar lagi pasti sembuh," Mahaguru masih berdalih beliau sangat khawatir jika Sangkala Sura tiba-tiba muncul.


" Gusti Pangeran jangan khawatirkan aku, sebaiknya Gusti Pangeran memulihkan diri terlebih dahulu, dan ini adalah pil Urat langit, pemberian dari Dewa obat aswini, ambil dan telanlah pil ini," Mahaguru menyerahkan pil urat langit tersebut dan Pangeran Jayarudra mengambil pil tersebut kemudian menelannya.


Setelah menelan pil tersebut Pangeran Jayarudra langsung melakukan meditasi guna melakukan penyerapan khasiat dari pii tersebut.


Mahaguru juga melakukan hal yang sama namun lewat beberapa waktu tiba-tiba Mahaguru merasakan aura yang kuat datang menghampiri, Mahaguru langsung membuka matanya dan terkejut melihat siapa yang datang.


**** Bersambung....


"