
Sangkala Sura tambah bingung ketika ada suara tertawa yang menggema, yang membikin Sangkala Sura bingung suara itu terasa dekat tapi tidak terlihat pemilik suara tua itu.
Sangkala Sura yang gampang tersulut emosi, langsung melakukan serangan membabi-buta, Ajian-ajian saktinya dikeluarkan namun yang ada hanya kehancuran dari Bangunan-bangunan Istana Lawang Praja.
Suara-suara tawa itu semakin menjadi sepertinya ingin mengerjai Raja Iblis tersebut.
" Dasar bodoh, aku heran mahluk seperti ini bisa menjadi Raja Iblis, apakah para Iblis sudah kehilangan Iblis-iblis sakti, sehingga memiliki Raja bodoh dan lemah seperti ini," lagi-lagi suara tersebut membikin Sangkala Sura makin melunjak emosinya.
" Hahahaha," Kembali suara tawa itu terdengar lagi.
" Sangkala Sura, emosimu boleh juga sebagai Bangsa Iblis, tapi sayang hanya itu saja kekuatan terbesarmu, hahahaha lemah," Sangkala Sura sudah tidak bisa menahan kekesalannya Dia kembali mengamuk, membabi-buta agar sipemilik suara yang bersembunyi terkena amukan dan keluar menampakkan diri.
Suara tawa makin keras malah membuat kepala Sangkala Sura jadi pusing.
" Hai, Bangkot Tua keluar kau jangan bersembunyi seperti pengecut kita adu jiwa disini," Teriak Sangkala Sura kepada Sang pemilik suara.
Setelah ditantang oleh Sangkala Sura bukannya menampakkan diri, Sang pemilik suara malah tertawa semakin keras hingga membuat kepala Sangkala Sura semakin pusing dan sakit.
Semakin keras suara itu makin sakit kepala Sangkala Sura hingga Dia merasa tersiksa, Sangkala Sura memegangi kepalanya dengan kedua tangannya, namun sakit yang dirasa bukannya menghilang malah semakin menjadi, hingga tanduk di kepalanya muncul dan taring digiginya juga muncul, kulitnya berwarna kemerah-merahan, Sangkala Sura menampakkan wujud aslinya.
" Hahahaha, hahahaha, aku lebih suka dengan wujudmu yang seperti ini," Si pemilik suara itu semakin mengencangkan tawanya tanda dia sangat senang.
Berbeda dengan Sangkala Sura yang menderita kesakitan saking tidak tahan dengan rasa sakit darah dari sudut bibirnya keluar dan dia harus berguling-guling, Dia tidak perduli bahwa dia sudah banyak menabrak Bangunan-bangunan meski tidak roboh.
Sipemilik suara akhirnya berhenti tertawa kemudian Dia berkata:
" Sangkala Sura hentikan kekonyolanmu yang membuat aku muak, aku adalah serpihan dari kekuatan Dewa Iblis Bala Kroda, aku sekarang ini sedang berada di Alam pikiranmu, dengan bersamaku kau akan menjadi lebih kuat, tidak terkalahkan oleh siapapun bahkan beberapa Dewa-Dewi Disurga akan takut terhadapmu.
Sangkala Sura yang mendengar hal itu mulai mencerna kata-kata sipemilik suara yang tak lain adalah Dewa Iblis Bala Kroda, kemudian Dia bangun dan menampakkan senyum tipis kemudian tertawa terbahak-bahak.
" Benarkah kau Dewa Iblis Bala Kroda," Tanya Sangkala Sura dengan rasa yang tak percaya.
" Aku sebenarnya paling tidak suka tidak dipercayai, tapi kali ini adalah pengecualian, aku memang Dewa Iblis Bala Kroda," Kata Bala Kroda dengan nada meyakinkan.
" Kalau kau memang Dewa Iblis Bala Kroda coba tunjukkan buktinya," Ucap Sangkala Sura dengan nada menyelidik.
" Baiklah, lalu apa yang kamu ketahui tentang diriku," Kata Dewa Iblis Bala Kroda dengan suara Tuanya.
Sangkala Sura tanpa berpikir langsung meminta menunjukkan sesuatu karena memang Dewa Iblis Bala Kroda adalah salah satu junjungan para Iblis.
" Aku ingin kau menunjukkan Pedang Naga cahaya Hitam yang kau gunakan waktu mengobrak-abrik Istana Dewa Indra," Pinta Sangkala Sura yang memang sejak lama mengagumi senjata pedang tersebut.
" Dasar bodoh, apakah kau tidak tahu senjata tersebut sudah disita oleh Dewi Durga dan tidak akan kembali kecuali aku bisa menyelesaikan Catur Brata yoga secara sempurna selama Ribuan tahun sebagai hukuman terhadap diriku," Bala Kroda bercerita sedikit tentang dirinya.
" Itu artinya kau tidak bisa membuktikan kebenaran tentang dirimu, Percuma kau bersemayam di Alam pikiranku mending kamu pergi saja," Ancam Sangkala Sura terhadap Bala Kroda yang membuat Dewa Iblis itu sedikit terkesiap.
" Kurang ajar, kamu berani mengancam dan meremehkan ku, ingat aku bisa membuatmu ditakuti semua mahluk," Kata Dewa Iblis Bala Kroda dengan nada marah.
" Hai, pemilik suara tua, tanpamu aku bisa melakukan yang aku mau, kau lihatlah apa yang sudah aku lakukan,"Sangkala Sura berkata dengan menyombongkan diri.
" Hahahaha, hahahaha ternyata mulutmu memang besar, namun tidak seperti kekuatanmu yang hanya sebesar biji kacang, aku beritahu kau Raja Iblis lemah, kalau kau memang kuat kenapa kau tidak bisa mengalahkan Sang Maharsi Walamakya, jika tidak aku segera menolongmu maka kau hanya tinggal nama" Ejek Dewa Iblis Bala Kroda Sambil tertawa terpingkal-pingkal.
Dewa Iblis Bala Kroda tiba-tiba keluar dari Alam pikiran Sangkala Sura, Dia menjadi Asap hitam yang membentuk sesosok mahluk menyeramkan.
" Hai kau Sangkala Sura jika dirimu tidak aku butuhkan maka dengan Asap breracunku akan aku bunuh kau sekarang juga, tapi karena kau sangat aku butuhkan maka aku mengampuni mu," Dewa Iblis Bala Kroda memang benar-benar marah, Dia mengeluarkan aura kekuatan hitamnya kepada Sangkala Sura.
Sangkala Sura merasa mendapatkan tekanan langsung mengeluarkan aura hitamnya juga, namun Sangkala Sura tidak dapat mengimbangi tekanan dari Dewa Iblis Bala Kroda.
Sangkala Sura mencoba melawan tekanan tersebut tapi tidak bisa, tubuhnya terasa berat seperti ditindih lima ekor gajah, Dia tidak kuat lagi berdiri dan akhirnya Dia berlutut, nafasnya terengah-engah, keringat bercucuran, dari hidungnya mengeluarkan darah.
Akhirnya karena tidak tahan Sangkala Sura pingsan.
Bala Kroda akhirnya menarik kembali aura hitamnya, kemudian dia bergerak menghampiri tubuh Sangkala Sura yang tergeletak, Bala Kroda menyentuh tubuh Sangkala Sura dan akhirnya Sangkala Sura sadar dari pingsannya.
Sangkala Sura membuka matanya dan Dia masih melihat sosok Asap hitam berada tepat dihadapannya, kemudian Dia bangkit berdiri.
" Jadi kau benar merupakan salah satu percikan kekuatan Dewa Iblis Bala Kroda?," Tanya Sangkala Sura yang akhirnya menyerah percaya.
" Kau pikir aku bodoh seperti dirimu, aku bisa membacanya pikiranmu, kau masih saja meragukanku hhhh, " Bala Kroda berbicara dengan mendengus panjang.
Sangkala Sura terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Bala Kroda, pasalnya meskipun Dia Raja Iblis yang paling sakti diantara para Iblis, namun untuk bisa membaca pikiran Sangkala Sura belum mampu.
Bahkan para Dewa-Dewi Dikahyangan Sloka belum ada yang bisa membaca pikiran.
" Dia bisa membaca pikiranku," Bathin Sangkala Sura.
" Hahahaha, tentu saja aku bisa membaca pikiranmu," sahut Bala Kroda yang disambut dengan keterkejutan dari Sangkala Sura.
Sangkala Sura membulatkan matanya dan mulutnya ternganga.
" Jadi Dia benar-benar Dewa Iblis Bala Kroda, kalau begitu ini suatu keberuntungan bagiku, aku akan lebih sakti tak terkalahkan, hahahaha," Bathin Sangkala Sura namun Bala Kroda nampaknya tersenyum meremehkan.
" jadi sekarang kau baru percaya padaku Raja bodoh, tapi jangan bangga karena aku bukan budakmu, aku hanya membantu jika kau sudah benar-benar terdesak," Bala Kroda sehabis berkata langsung mengeluarkan sebuah cincin dan menyerahkan kepada Sangkala Sura.
" Sangkala Sura ini adalah cincin Serat Jiwa, sebagai bukti bahwa aku adalah Dewa Iblis Bala Kroda," Bala Kroda menyerahkan cincin Serat Jiwa kepada Sangkala Sura maka dengan senang hati Sangkala Sura menerimanya.
" Terimakasih Dewa Iblis Bala Kroda junjungan Hamba, Hamba sangat senang mendapatkan keberuntungan ini," Sangkala Sura kemudian bersujud sembah kepada Dewa Iblis Bala Kroda.
" Jangan biasakan untuk melakukan sujud sembah seperti ini kepada siapapun, aku tidak suka melihatnya," gertak Bala Kroda yang memang tidak menyukai peradaban sopan-santun karena itu bukan sifat Dewa Iblis.
" Sekarang aku ingin kembali ke Alam pikiranmu, aku tidak mau kehadiranku diketahui oleh para Dewa-Dewi Disurga," Sangkala Sura menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Dewa Iblis Bala Kroda.
Bala Kroda kemudian masuk kedalam Alam pikiran Sangkala Sura.
Setelah Dewa Iblis Bala Kroda masuk kedalam Alam pikiran Sangkala Sura.
Sangkala Sura berniat ingin mencoba kekuatan yang dihasilkan melalui penyatuannya dengan Dewa Iblis Bala Kroda.
Dia ingin mengetahui dimana para penghuni Kahyangan Sloka bersembunyi.
******Bersambung......