Mustika Dewi Kahyangan

Mustika Dewi Kahyangan
Ch.66 Kekalahan Siluman Kelelawar



Tiga wanita cantik itupun terus memberikan serangan tanpa henti sehingga siluman Kelelawar itu tanpa bisa memberikan serangan balik.


" Dezzt,"


sebuah serangan tongkat tidak bisa dihindari mengenai punggung siluman Kelelawar, sehingga Kelelawar itu terseret tiga langkah.


" Aaaakkkhhh,"


Belum sempat memasang kuda-kuda, sebuah tendangan dari wanita berpakaian ungu mengenai kepala siluman Kelelawar.


Siluman Kelelawar terhuyung-huyung dari hidungnya mengeluarkan darah hitam.


" Peri suci kenapa kalian lebih membela manusia lemah itu daripada membelaku bukankah kita sama-sama mahluk halus,"


Siluman Kelelawar mencoba untuk mempengaruhi tiga peri suci agar Peri suci tidak menyerang lagi.


" Siluman Kelelawar, kau jangan menyalahi aturan, ingat perjanjian kita dengan Mpu Mapanca Ratusan tahun silam bahwa kita tidak boleh untuk mengganggu manusia, apakah kau ingin Mpu Mapanca datang memusnahkan bangsa lelembut dihutan Manurgama ini,"


Salah satu peri yang menggunakan pakaian serba putih berbicara mengingatkan perjanjian keramat itu, Siluman Kelelawar agak terhenyak namun rasa amarah yang tinggi Siluman Kelelawar seperti tidak perduli.


" Peri suci, Dia datang kehutan ini dan mengacaukan ritualku, maka Dia pantas mendapat hukuman dariku,"


Siluman Kelelawar masih bersikeras membela diri agar Peri suci tidak menghalangi niatnya.


" Bukalong, jangan pernah mencari alasan yang tidak masuk akal, kami tahu rirualmu gagal karena kau tidak bisa memenuhi salah satu syaratnya,"


Siluman Kelelawar yang bernama Bukalong lagi-lagi terhenyak mendengar perkataan Peri suci.


" Kau memaksaku Peri suci,"


Setelah berkata seperti itu Bukalong merentangkan tangannya sambil mulutnya komat-kamit merapatkan mantra.


Peri suci tidak tinggal diam dia juga mempersiapkan diri.


Tidak lama kemudian sebuah asap tebal membentuk lingkaran diatas kepala Bukalong dari lingkaran asap itu muncul ribuan Kelelawar menyerang tiga Peri suci.


Ketiga Peri suci menghadapi serangan ribuan Kelelawar itu.


Dengan tongkatnya ketiga Peri suci memukul dan menghantam ribuan Kelelawar itu meski mudah menghadapi serbuan Kelelawar itu namun Kelelawar yang terus berdatangan tanpa henti membuat ketiga Peri suci merasa jengah.


Bajraloka yang melihat pertarungan dari persembunyiannya tidak tinggal diam dia mulai membentangkan busurnya dan membidik Kelelawar itu.


Keahlian memanah Bajraloka mampu membidik tepat sasaran setiap anak panah yang dilepaskan berhasil membunuh Kelelawar itu.


Ketiga Peri suci mengetahui aksi dari Bajraloka namun ketiga Peri suci merasa khawatir jika nantinya Bukalong membalikkan serangan kearah Bajraloka.


" Manik, kita harus segera mengalihkan perhatian Siluman Kelelawar itu,"


" Ya kau benar Sekar aku takut pemuda itu akan kena serangan mendadak, Sari kau tetap disini biar kami berdua yang mengalihkan perhatian Siluman ini,"


Peri berpakaian putih yang bernama sari mengangguk kemudian kembali membabat Kelelawar-kelelawar itu.


Sambil membabat Kelelawar-kelelawar yang berdatangan bagai air bah Manik dan Sekar terbang kearah berlawanan manik mendekati Bajraloka.


Meski agak jauh manik berteriak meneriaki Bajraloka.


" Hai pemuda berhenti melakukan perlawanan serahkan semuanya pada kami,"


Bajraloka tertegun mendengar teriakan dari Manik.


" kenapa? aku ingin membantu,"


" Jangan banyak tanya kalau kau ingin selamat,"


" Baiklah,"


" Apa maksud wanita sakti itu? bukankah lebih baik jika ada yang membantu?," gumam Bajraloka pelan.


" Kurang ajar mereka, ini kesempatanku untuk menjadikan pemuda itu persembahan utama, Dewa Iblis Balakroda pasti berkenan dengan ritualku kali ini dan memberikan kekuatan yang aku inginkan, hahahaha,"


" Tapi aku harus mencari cara untuk mengelabui tiga Peri suci ini,"


Bukalong segera berpikir mencari cara yang tepat tangannya tetap berputar-putar agar Kelelawar- Kelelawar terus berdatangan tanpa henti.


" Manik aku muak dengan ilmu ini sebaiknya kita sudahi saja," kata sari.


" Kau benar," jawab manik.


" Sekar saatnya kita akhiri pertarungan ini,"


" Baik dari,"


Ketiga Peri suci melakukan gerakan berputar-putar


awal gerakan berputar secara pelan sehingga Kelelawar-kelelawar itu dengan mudah menyerang sehingga tiga Peri suci harus rela terkena beberapa cakaran Kelelawar.


Setelah putaran semakin keras Kelelawar-kelelawar itu tiba-tiba jatuh terpental mati ketika terkena angin dari putaran tersebut semakin lama angin itu terbentuk seperti aliran sungai menghantam kearah datangnya Kelelawar-kelelawar itu hingga tidak tersisa satupun.


Setelah semua Kelelawar-kelelawar itu dapat dihabiskan ketiga Peri suci malah terkejut karena Bukalong Siluman Kelelawar tidak berada ditempatnya.


" Manik sepertinya kita yang tertipu," kata Sekar.


" Tapi lihatlah disana Bukalong dan pemuda itu sedang bertarung," kata Sekar sambil menunjuk kearah Bajraloka.


" Sebaiknya kita selamatkan pemuda itu aku takut Bukalong bakal menjadikan pemuda itu tumbal,"


Tiga Peri suci melesat bersamaan kearah Bajraloka yang sedang terdesak.


Bajraloka menghindari cakaran yang diarahkan kepadanya dengan menggeser badannya kesamping kemudian dia menebaskan pedangnya kearah Siluman Kelelawar secara horizontal namun ditangkis oleh Bukalong dengan menggunakan sayap kirinya.


Bukalong tidak menyadari ternyata itu hanya serangan tipuan, Bajraloka menarik cepat pedangnya kemudian dia berjongkok menendang ************ Bukalong.


Bukalong yang merupakan Siluman berilmu tinggi menyadari hal itu dia langsung terbang keatas sehingga tendangan Bajraloka mengenai ruang kosong.


Bajraloka mendongak keatas dengan masih dalam posisi jongkok dia begitu kaget karena Bukalong dengan posisi kepala dibawah tangannya mencakar tepat diatasnya hanya berjarak satu depa.


Bajraloka kebingungan dia tidak bisa menghindar lagi dia hanya pasrah dengan serangan itu.


" Jduuaarrr,"


" Aaaakkkhhh,"


" Bruuuggghhh,"


Suara kesakitan dan tubuh yang jatuh secara bersamaan menimpa semak-semak area hutan itu.


" Sekar jangan dikejar,"


Sekar yang ingin mengejar Bukalong akhirnya berhenti dan mengangguk.


ternyata suara kesakitan dan tubuh yang jatuh berasal dari Bukalong dia terkena serangan tiga Peri suci pada saat mau menyerang Bajraloka.


" Hai manusia siapakah namamu,"


Bajraloka yang ditanya Manik hanya bisa tertegun dia masih shock dengan Bukalong dia mengira dirinyalah yang akan menemukan ajal.


****** Bersambung ******


Othor mohon dukungan readers mohon tinggalkan jejak jika sudah selesai membaca