Mustika Dewi Kahyangan

Mustika Dewi Kahyangan
Ch.16 Perjanjian Ksatria



" Sangkala Sura," Mahaguru Dewa Sujana bergumam terkejut melihat siapa yang datang, dia langsung memasang perisai dimana Pangeran Jayarudra sedang memulihkan kondisi tubuh yang terluka.


Melihat Sangkala Sura terus maju melangkah membuat nyali Sang Mahaguru menciut.


" Apa yang harus aku lakukan, aku tidak mungkin bisa mengalahkan Sangkala Sura sedangkan Gusti Pangeran saja tidak mampu mengalahkannya," gumam Sang Mahaguru, meskipun Mahaguru Dewa Sujana adalah salah satu Guru Pangeran Jayarudra namun kesaktian yang dimiliki Pangeran Jayarudra lebih tinggi karena Sang Pangeran memiliki banyak Guru termasuk Dewa Rudra yang memberikan dasar dari kesaktian Pangeran Jayarudra.


" Sujana, minggirrrr, jangan halangi aku untuk membunuh Pangeran laknat itu," Mendengar kata-kata Sangkala Sura yang penuh kemarahan, Mahaguru mencoba untuk tersenyum beliau langsung berdiri dan mendekati Sangkala Sura.


" Sangkala Sura, lalu apa yang akan kamu lakukan, apakah kau tidak lihat bagaimana keadaan Gusti Pangeran Jayarudra sekarang, apakah kau sudah melupakan aturan dari seorang Ksatria Sangkala Sura," Mahaguru Dewa Sujana sengaja terus melontarkan pertanyaan untuk mengulur waktu sambil menunggu Pangeran Jayarudra pulih.


" Dia tidak pantas untuk diberi aturan, kau lihat bagaimana hancurnya dunia yang susah-payah aku bangun dihancurkan begitu saja olehNYA," Sangkala Sura menuding Pangeran Jayarudra dengan Trisula yang sejak tadi dia genggam.


" Aku akui kehebatanmu Ditiga Alam sulit dicari tandingannya karena tapamu yang sangat sulit, tapi ingat perjanjian Ksatria Lima Ribu Tahun yang lalu dengan penguasa Surga," Mahaguru Dewa Sujana berkata seperti itu untuk meluluhkan hati Sang Raja Iblis.


Benar juga setelah Mahaguru berbicara mengingatkan perjanjian itu Sangkala Sura agak luluh ada rasa gentar yang dirasakan Sangkala Sura mengingat perjanjian Ksatria Lima Ribu Tahun yang lalu.


Mahaguru melihat ekspresi Sangkala Sura yang sepertinya sedang dilema menggunakan kesempatan itu sebaik-baiknya.


" Dewa Surga akan mengampuni kesalahanmu Sangkala Sura yang agung, biarkanlah Gusti Pangeran memulihkan kondisinya baru Kau bisa melakukan apa yang ingin Kamu lakukan," Mahaguru menggunakan keahliannya dalam berbicara sehingga Sangkala Sura akhirnya menunggu Pangeran Jayarudra selesai memulihkan diri.


Sudah lewat beberapa waktu Pangeran Jayarudra belum juga pulih dari lukanya sehingga membuat Sangkala Sura tidak sabar, dalam penantiannya itu tiba-tiba pikirannya teringat dengan istri dan keluarganya yang sudah mati hingga dia tidak sadar Rohnya masuk Kealam ketidaksadaran.


Didalam Alam tersebut Dia melihat banyak sekali orang-orang yang Dia kenal dan Dia sayangi sedang memanggil-manggil namanya dan meminta pertolongan.


Sangkala Sura sangat iba melihat keadaan mereka, ada yang terendam dengan es tapi sangat perih karena es tersebut dicampur cabe, ada yang dipanggang diolesi bubuk merica, ada yang dicambuk, ditusuk-tusuk senjata tajam tapi tidak bisa mati hanya merasakan sakit, sementara Istrinya Durgayama Tentakel-tentakelnya disayat-sayat dengan Pisau yang Tumpul berkarat, dia merintih-rintih kesakitan dia memanggil-manggil Sangkala Sura.


Sangkala Sura ingin menolong mereka semua tapi tidak bisa, Dia kaget ketika mendekat dan ingin menyentuh ternyata tidak bisa seperti ada penghalang, Dia mencoba berbagai kekuatannya namun tidak bisa, akhirnya dia hanya bisa menjerit dan pasrah.


" aaaaaaaahhhhhhh ... Jayarudra kamu harus membayar semua ini,...aaaaaaaahhhhh," Sangkala Sura menjerit dan kalap dalam kemarahan yang menguasainya Dia keluar dari Alam ketidaksadarannya, Dia sudah lupa akan perjanjian Ksatria yang ditakutinya.


Tubuh Sangkala Sura dipenuhi kobaran Api, keadaan Dunia Bawah menjadi panas.


Mahaguru Dewa Sujana melihat hal itu menjadi ketakutan.


" Gawat,".


***** Bersambung.