
Sangkala Sura mengarahkan Trisulanya kearah Pangeran Jayarudra yang sedang bermeditasi, seketika kobaran api bergulung-gulung mengarah kepada Sang Pangeran, Mahaguru Dewa Sujana menghalangi dengan mengerahkan seluruh kesaktiannya namun naas dia terlempar jauh, dengan tubuh yang terbakar, untung didalam tubuhnya memiliki unsur es, ketika mendapatkan tubuhnya yang panas unsur es dalam tubuh Sang Mahaguru langsung aktif dan memadamkan kobaran Api namun tubuh tetap terluka dan kobaran Api Sangkala Sura akhirnya menghantam tubuh Sang Pangeran.
Merasakan akan ada bahaya yang mengancam Sang Pangeran sempat mendelik namun terlambat karena kobaran Api tersebut langsung menghantam tubuh Sang Pangeran, tubuh Pangeran Jayarudra terbakar habis namun unsur es yang dimilikinya langsung aktif dan memadamkan kobaran Api tersebut, tapi Sang Pangeran tetap terluka lebih parah lagi akhirnya Dia pingsan.
Melihat hal itu Sangkala Sura tidak menyia-nyiakan kesempatan Dia lupa dengan perjanjian Ksatria dendam dan amarah kini menguasai Raja Iblis itu. Sangkala Sura melemparkan Trisulanya kearah Sang Pangeran dengan kecepatan tinggi sehingga tidak dapat dilihat dengan mata biasa.
Trisula meluncur dengan cepat dan ingin menembus tubuh Pangeran Jayarudra, namun tiba-tiba Trisula tersebut terpental dan kembali ketangan Sangkala Sura.
Tubuh Sang Pangeran tiba-tiba diselimuti oleh sebuah perisai, perisai itu berwarna Biru. Perisai itu tiba-tiba muncul dari dada Sang Pangeran yang bersinar, ternyata permata dari Airmata Sang Ibu yaitu Dewi Kanawa langsung aktif ketika Tuannya mendapatkan bahaya.
Sangkala Sura terus-menerus mengarahkan Trisulanya kearah Sang Pangeran, namun tetap gagal, tiba-tiba tubuh Sang Pangeran terangkat keatas bersama perisai yang melindunginya.
Pangeran Jayarudra dan perisainya setelah terangkat keatas langsung melesat pergi dari hadapan Sangkala Sura yang kala itu terkesiap ketika Trisulanya tidak mampu menembus perisai tersebut.
" Kemana perginya Pangeran laknat itu, aku harus membunuhnya membalaskan dendam orang-orangku yang sudah Dia bunuh," Sangkala Sura sangat kesal lalu tanpa menunggu lama Dia melesat mengejar Pangeran Jayarudra.
Kini kita lihat keadaan Dikahyangan Sloka
Prabu Gandara Daksa dapat mendesak Prabu Palasraya, Prabu Gandara Daksa menggunakan pedang yang bersinar berwarna Merah terang yang bernama pedang pelepas Roh sedangkan Prabu Palasraya menggunakan sebuah Keris berwarna Biru yang bernama Keris Cakrawala
Prabu Gandara Daksa terus memainkan jurus-jurus andalannya untuk mengalahkan Prabu Palasraya, hingga membuat Prabu Palasraya terdesak, sebuah Tendangan dengan telak mengenai dadanya tanpa dapat ditangkis, Prabu Palasraya kena serangan tipuan dia hanya fokus pada serangan pedang sehingga Prabu Palasraya terjungkal kebelakang Lima tombak.
" Gandara Daksa, permainan pedangmu aku akui semakin meningkat tapi jangan senang dulu karena ini belum berakhir," Prabu Palasraya berbicara sambil memegang dadanya dan rasa sakitnya langsung hilang.
"Palasraya aku tidak bermaksud untuk pamer kekuatan disini sebelum terlambat mengertilah," apa yang diucapkan oleh Prabu Gandara Daksa tidak akan pernah didengar oleh Prabu Palasraya, karena kerasnya watak dari Prabu Palasraya.
" Aku sudah bilang jangan menasehati ku, aku tahu apa yang aku lakukan," Prabu Palasraya kembali menyerang.
Prabu Palasraya menyerang dengan cepat satu tusukan keris hampir mengenai leher Prabu Gandara Daksa namun dengan sigap Prabu Gandara Daksa melakukan gerakan kayang beberapa kali hal itu tidak disia-siakan oleh Prabu Palasraya, Dia langsung terbang mengejar Prabu Gandara Daksa.
Kali ini kembali Prabu Palasraya tiba-tiba terjungkal ke depan dengan kaget dan kecewa kembali dia harus kena tipu lagi, karena pada saat Prabu Gandara Daksa melakukan Kayang beberapa kali dia membelah diri, tubuh yang asli menuju kebelakang dan langsung mengarahkan pukulan kearah prabu Palasraya.
*******Bersambung....