
" Paman Teliksandi, Bagaimana keadaan Kerajaan Batu Angin saat ini? Apakah Sangkala Sura bisa diatasi?," Tanya Prabu Padmamurti kepada Teliksandi disebuah ruangan Pendopo Agung yang luas dan megah semua benda-benda yang ada berornamen Batu meteor berwarna hijau lumut dan Emas murni serta Ukiran-ukiran yang indah menambah kesan Kewibawaaan yang Keagungan.
" Ampun Beribu Ampun yang Mulia Baginda Prabu, Kerajaan Batu Angin saat ini tinggal puing-puing saja, Sangkala Sura ternyata memiliki Kesaktian yang tidak bisa kita pikirkan bahkan Lima Mahapatih belum sanggup mengalahkannya," Lapor Sang Teliksandi yang disaksikan beberapa Punggawa Kerajaan.
Mendengar laporan dari Teliksandi Prabu Padmamurti beserta yang hadir menjadi terkejut.
" Itu artinya kita harus mewaspadai Sangkala Sura, tidak menutup kemungkinan Dia akan melanjutkan aksinya Kekerajaan lainnya termasuk Pusarloka," Kata Sang Prabu Padmamurti sambil memperlihatkan Wajah sedihnya.
" Ampun Beribu Ampun Gusti Prabu ijinkan Hamba untuk berbicara," Ucap Penasehat Kerajaan Pusarloka yang bernama Dang Acarya Rsi Duraweksa.
" Silahkan Paman, Apa yang Paman ingin sampaikan?," Ucap Prabu Padmamurti.
" Hamba memiliki Firasat jika Iblis Sangkala Sura akan benar-benar mengamuk dan menghancurkan Alam Kahyangan Sloka," Kata Dang Acarya Rsi Duraweksa, Dia berhenti sejenak lalu mengarahkan pandangannya kesekeliling Pendopo Agung sebelum melanjutkan perkataannya.
" Ini sudah diramalkan oleh Dewi peramal sebelumnya dan Maharsi Walamakya mengiyakannya, memang sangat sulit dipercaya bahwa hanya seorang Raja Iblis mampu membuat Alam Kahyangan Sloka yang merupakan Alam tertinggi dari Tiga Alam yaitu Alam Kahyangan, Alam Manusia dan Alam para Iblis atau setan, harus mengalami kehancuran," Jelas Sang Dang Acarya.
" Ampun Beribu Ampun yang Mulia jika Hamba menyela pembicaraan Dang Acarya Rsi Duraweksa, menurut kabar yang aku dengar bahwa Sangkala Sura mengamuk ada penyebabnya yaitu ingin mempersunting Keduabelas Putri dari Kerajaan Batu Angin dan juga Permata yang didalamnya terdapat Gusti Pangeran Jayarudra, Hamba mendapatkan laporan dari beberapa Teliksandi yang Hamba sebar," Kata Senopati Dewa Sri Jagareksa yang bertugas sebagai penanggung jawab keamanan Kerajaan.
Prabu Padmamurti mengangguk-angguk mendengar pendapat dari salah satu Senopatinya, kemudian Beliau angkat bicara.
" Paman Dang Acarya bagaimana menurut Paman," Prabu Padmamurti meminta pendapat Dang Acarya Rsi Duraweksa.
" Ampun Beribu Ampun Yang Mulia Baginda Prabu Padmamurti, menurut Hamba apa yang dikatakan oleh Adi Senopati Jagareksa memang benar bahwa pangkal permasalahannya memang seperti itu, ini sudah kubicarakan dengan Maharsi Walamakya sebulan yang lalu, namun kita tidak bisa menyalahkan Prabu Gandara Daksa yang menolak permintaan Sangkala Sura karena beliau memiliki alasan yang tepat untuk melindungi Alam Kahyangan Sloka ini," Semua yang mendengarkan penjelasan Dang Acarya Rsi Duraweksa menjadi bertanya-tanya.
" Paman Rsi, coba jelaskan alasan apa yang dimaksud," Ucap Sang Prabu Padmamurti.
" Baiklah Gusti Prabu mungkin ini saatnya Hamba mengatakannya," kata Dang Acarya sambil menghela nafas.
Dang Acarya sejenak menghela nafas sebelum berbicara dia memandang kesekeliling.
" Alasan kenapa Prabu Gandara Daksa tidak menyetujui Keduabelas Putri disunting oleh Sangkala Sura sebab jika mereka memiliki keturunan maka salah satu dari keturunan mereka akan menjadi penguasa di Tiga Alam, akan sangat sulit mencari tandingannya, bahkan para Dewa Disurga pun tidak akan mampu mengalahkannya, itu semua diketahui melalui sabda yang diturunkan kepada Prabu Gandara Daksa oleh Sanghyang Wisnu beberapa tahun yang lalu," Ucapan Dang Acarya membuat semua menjadi tertegun.